Senin, 20 Februari 2017

Esok Hari, Airfast Kembali Layani Penerbangan Sumenep-Surabaya PP

Esok Hari, Airfast Kembali Layani Penerbangan Sumenep-Surabaya PP
SURABAYA - Jalur penerbangan perintis Surabaya-Sumenep ternyata akan mulai beroperasi kembali pada Selasa (21/2) esok hari dengan pesawat milik PT Airfast Indonesia. Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa jalur penerbangan yang sempat vakum ini kembali diaktifkan pada Senin (20/2) ini.
“Sesuai pemberitahuan dari pihak terkait di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), maskapai yang menjadi operator penerbangan perintis di jalur Sumenep-Surabaya adalah PT Airfast Indonesia,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Wahyu Siswoyo. “Jika tidak ada kendala teknis di lapangan, pesawat milik PT Airfast Indonesia akan memulai penerbangan perintis pada Selasa, 21 Februari 2017. Semuanya sudah dalam posisi siap.”
Ditambahkan Wahyu, Bandara Trunojoyo akan menjadi bandara pangkalan bagi pesawat milik PT Airfast Indonesia. Sementara, pesawat terbang milik PT Airfast Indonesia yang akan melayani jalur keperintisan ini berupa jenis Twin Otter DHAC 300 yang mampu menampung sekitar 15 penumpang. “Selain rute Sumenep-Surabaya PP, pesawat milik Airfast itu juga akan melayani rute Surabaya-Karimunjawa PP dan Surabaya-Bawean PP,” sambung Wahyu.
Untuk jadwal keberangkatan pesawat, penerbangan Sumenep-Surabaya bakal dilayani pada hari Senin dan Rabu pukul 09.55 WIB dari Bandara Juanda (Surabaya), serta hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 WIB dari Sumenep. Sementara, untuk harga tiketnya, rute Sumenep-Surabaya dikenakan tiket Rp252.700, sedangkan rute Surabaya-Sumenep dikenakan tiket Rp322.700.
Sebelumnya, ULP I Kementerian Perhubungan telah berupaya melakukan lelang penerbangan perintis rute Sumenep-Surabaya PP sejak beberapa waktu yang lalu. Penerbangan perintis merupakan program Kementerian Perhubungan dengan pembaruan kontrak yang berlangsung setiap tahun. Seperti tahun ini, PT Airfast Indonesia juga memenangkan lelang penerbangan Sumenep-Surabaya tahun 2016 lalu.