Kamis, 09 Februari 2017

Cuaca Buruk, 29 Penerbangan di Bandara Juanda Delay Hingga 1 Jam Lebih

Surabaya – Pada Rabu (8/2) kemarin cuaca di Surabaya sedang buruk. Akibat angin kencang, sejumlah 29 penerbangan dari 6 maskapai di Bandara Internasional Juanda hingga sore hari mengalami delay atau penundaan sekitar 15 menit – 1,5 jam.

Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura (AP) I Surabaya, mulai dari Rabu pagi sampai sore ada 29 penerbangan yang tertunda, antara lain rute penerbangan Surabaya-Jakarta, Surabaya-Makassar, dan Surabaya-Denpasar.
“Sejumlah penerbangan melalui Bandara Juanda mengalami delay atau penundaan jam terbang antara 15 menit hingga 1,5 jam,” ungkap General Manager PT AP I Surabaya, Yuwono.
Selain karena faktor cuaca, tingginya angka delay juga disebabkan karena banyaknya pesawat yang terlambat landing di Bandara Juanda. Hal inilah yang mengakibatkan penerbangan selanjutnya dengan pesawat yang sama pun akhirnya juga terlambat.
Akibat keterlambatan tersebut, calon penumpang di ruang tunggu Bandara Juanda pun semakin menumpuk. Ruang tunggu khusus penumpang delay terdapat di bagian belakang terminal keberangkatan domestik. Banyak calon penumpang yang delay sampai 2 jam. Pihak maskapai sendiri tak mampu berbuat banyak karena delay disebabkan oleh faktor alam.
Menurut hasil pemantauan BMKG Juanda, cuaca buruk berupa angin kencang di kawasan bandara diperkirakan berlangsung sekitar jam 11.00 – 16.00 WIB. BMKG juga memprediksi jika angin kencang masih akan terjadi selama 3-4 hari ke depan.
“Pengguna jasa penerbangan yang akan terbang melalui Bandara Juanda selama 3-4 hari ke depan perlu mempertimbangkan jam penerbangan. Mengingat cuaca buruk angin kencang yang diprediksi BMKG akan terjadi selama 4 hari ke depan,” tutur Yuwono.
Karena adanya delay tersebut, pengelola Bandara Juanda pun mempersiapkan ruang tunggu khusus dan juga menyediakan 44 apron atau lahan parkir pesawat di Terminal 1 dan 2 Bandara Juanda.
Terkait angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Banyuwangi ternyata tak mempengaruhi aktivitas 3 sekolah pilot yang ada di sana. “Flying school ketiganya masih terbang, masih bisa kita antisipasi. Apalagi mereka (BP3B, BIFA, dan MUFA) latihan terbangnya tidak terjadwal, bisa kita warning jika ada fenomena tersebut (fenomena badai tropis),” ujar Kepala Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Dodi Dharma Cahyadi, Rabu (8/2).
“Memang ada medan peningkatan kecepatan angin di seluruh Jatim termasuk Banyuwangi. Ngeri sekali kecepatannya sampai 35 knot tapi sementara ini aman. Direct flight di Banyuwangi normal tapi yang berpengaruh dari Surabaya bukan di Banyuwangi,” tandasnya.