Jumat, 27 Januari 2017

Penumpang di Bandara Juanda Saat Imlek Meningkat 40% dari Biasanya

Sidoarjo – Sesuai prediksi, sehari menjelang Tahun Baru Imlek, Bandara Internasional Juanda mulai terlihat ramai dengan penumpang yang sebagian besar hendak melakukan penerbangan ke Denpasar, Bali. Sejak pagi hari ini, Jumat (27/1) ratusan calon penumpang tampang mengantre di loket check in dan ruang tunggu bandara.

Para calon penumpang sengaja berangkat lebih awal dengan memilih penerbangan pagi untuk menghindari adanya antrean panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Jumat sore sampai malam hari nanti.
Masyarakat yang hendak merayakan Imlek pun sudah mulai pulang kampung sejak hari Kamis (26/1) kemarin untuk merayakannya dengan keluarga. Warga lain yang tak merayakan Imlek pun memilih untuk liburan dengan keluarga ke berbagai tempat wisata. “Saya mau ke Makassar untuk liburan Imlek,” ujar salah satu penumpang bernama Nita.
Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda Surabaya, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Juanda sejak Jumat dini hari sampai pukul 08.00 WIB tadi telah menginjak angka lebih dari 10.000 ribu orang. Jumlah penumpang tersebut mengalami peningkatan 40% daripada hari biasanya.
Lonjakan penumpang di Bandara Juanda tersebut didominasi oleh penerbangan tujuan Denpasar dan Makassar. Sementara itu rute penerbangan lain seperti Jakarta, Bandung, dan Kupang terpantau normal.
Sebagai informasi, untuk menunjang sektor pariwisata di Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya untuk menyiapkan infrastruktur penunjang di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru.
“Dukungan infrastruktur PUPR bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik di KSPN tersebut (Bromo-Tengger-Semeru),” ujar Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, Kamis (26/1) kemarin.
Demi peningkatan konektivitas dengan KSPN Bromo-Tengger-Semeru, Rido menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan pengembangan di Bandara Juanda dan Abdulrachman Saleh Malang. “Kemudian angkutan kereta api Bandung-Surabaya, Jakarta-Surabaya, Semarang-Surabaya, Jakarta-Malang, Jogjakarta-Malang serta Jakarta-Kediri, tandasnya.