Selasa, 13 Desember 2016

Setelah Langgam Jawa, Penumpang Bandara Juanda Kini Dihibur Jazz Etnik

Untuk kesekian kalinya, PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Internasional Juanda menyajikan culture port secara live untuk menghibur para penumpang. Selasa (13/12) siang, giliran alunan musik jazz etnik yang menemani para penumpang di ruang tunggu keberangkatan di Terminal I Bandara Juanda.

Untuk menyajikan suguhan musik secara live ini, PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep. “Mari mengenal budaya Jawa Timur yang khas asal Sumenep, Madura,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono.
Alunan lembut musik etnik dari Madura itu mulai terdengar sejak pukul11.00 WIB. Selain musik etnik, ditampilkan pula kesenian daerah lainnya seperti tari topeng, lagu daerah, dan jazz etnik kontemporer. “Mudah-mudahan penumpang bisa terhibur dengan sajian dari kami,” kata Koko dari manajemen Dewan Cangkruk Perkusi Plat M.
Selain menikmati alunan musik yang lembut dan merdu, beberapa penumpang juga tampak melakukan selfie dengan latar belakang panggung atau penari topeng. “Keren. Bandara Juanda bisa menyuguhkan budaya seperti ini. Apalagi ada jazz etnik juga,” kata seorang penumpang tujuan Jakarta bernama Fairus.
Sebelumnya, pada pekan lalu, penumpang di Bandara Juanda juga dihibur dengan sajian musik langgam Jawa dari para pesinden. Suara lembut sinden terdengar merdu di antara ratusan penumpang yang tengah duduk santai menunggu keberangkatan di bandara. Tak cuma langgam Jawa, para sinden itu juga menyanyikan lagu pop yang dilantunkan ala langgam Jawa.
“Jelang musim liburan Natal dan Tahun Baru, kami memang berusaha memanjakan penumpang dengan menyuguhkan sajian khas budaya Jawa Timur,” jelas Yuwono kala itu. “Suasana culture port harus kami ciptakan untuk memberi kenyamanan pada penumpang sebelum mereka terbang.”