Sabtu, 10 Desember 2016

Penumpang Lion Air Tujuan Semarang Kehabisan Pesawat di Bandara Juanda

Surabaya – Sebanyak 13 orang penumpang pesawat Lion Air yang akan berangkat ke Semarang terlantar di Bandara Juanda Surabaya. Mereka adalah penumpang dari Labuan Bajo yang hendak terbang ke Semarang lewat 2 kali transit, yaitu di Denpasar dan Surabaya.

Salah satu penumpang bernama Tatik menuturkan bahwa dari awal penerbangan mereka telah tertunda karena adanya kerusakan pada pesawat sebelum melakukan penerbangan ke Bali pada Jumat (9/12). Tatik mengaku akan berangkat naik pesawat Lion Air 1889 pukul 08.35, tetapi pesawat itu kabarnya rusak dan perlu diperbaiki. Alhasil, Tatik dan para penumpang lainnya harus menunggu hingga pesawat selesai direparasi.
“Tiga jam kami menunggu, baru kemudian kami berangkat dan tiba di Denpasar pukul 14.00 dan langsung sambung ke Juanda. Tapi di sana ternyata tidak ada pesawat ke Semarang sampai malam nanti,” ungkapnya.
Ketika komplain ke petugas maskapai, para penumpang diberikan kompensasi transportasi pengganti, yaitu lewat travel atau penerbangan pengganti ke Solo, tetapi para penumpang menolak. “Sama saja, sampai Adi Sumarmo harus pakai travel untuk ke Semarangnya,” ujar Tatik.
Sementara itu Chief Station Lion Air Semarang, Arie Setiarto membantah bahwa pihaknya telah membiarkan penumpang terlantar. Menurutnya, pihak Lion Air berupaya untuk bertanggungjawab dengan mengganti penerbangan baru pada keesokan harinya. Namun karena hari ini libur akhir pekan, seluruh kursi penerbangan pun telah penuh.
Sedangkan masalah ketidaktersediaan pesawat untuk penumpang yang terkena delay menurutnya terjadi karena adanya pax misconnect. “Jadi transit misconnect itu pesawat tidak bisa on board sampai tujuan akhir dikarenakan dari stasiun awal mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit,” paparnya.
Untuk mengantisipasi libur panjang pada bulan Desember ini, pihak Bandara Internasional Juanda sendiri akan membuka pintu tambahan ‘security check point’ (SCP) hingga hari Senin depan agar tak terjadi penumpukan penumpang di pintu masuk penumpang.
Legal and Communication Section Head Bandara Juanda, Anom Fitranggono menuturkan jika penambahan SCP tersebut bersifat tentatif dan baru diterapkan berdasar situasi dan kondisi. “Diprediksikan akan terjadi peningkatan penumpang sekitar 5%-10% pada libur panjang akhir pekan seperti saat ini,” tandasnya.