Kamis, 08 Desember 2016

Dukung Sektor Pariwisata, Menhub Maksimalkan Kapasitas di Bandara Juanda

Jakarta – Untuk mendukung sektor pariwisata di Indonesia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan 3 poin penting, yaitu kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan.

“Kemudahan akses itu meliputi ketersediaan moda transportasi, kecukupan kapasitas dan keragaman moda transport,” kata Budi di Rakornas IV Kepariwisataan di Jakarta 6-7 Desember 2016.
Selain dimaksimalkannya fasilitas di KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), Kemenhub dan Kemenpar juga memaksimalkan fasilitas di sejumlah bandara yang ada di Indonesia. Setidaknya terdapat 27 bandara yang dioperasikan sebagai internasional airport, yakni Sultan iskandar muda Banda Aceh, Maimun Saleh Sabang, Kualanamu Deli Serdang, Minangkabau, Padang, Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Hang Nadim, Batam, RH Fisabilillah, Tanjung Pinang, SM Badarudin II, Palembang, Husein Sastranegara, Bandung, Soekarno-Hatta, Tangerang, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Adi Sumarmo, Solo, Ahmad Yani, Semarang, Adi Sutjipto, Yogyakarta, Juanda, Surabaya, Supadio, Pontianak, Sepinggan, Balikpapan, Juwata, Tarakan, Sam Ratulangi, Manado, Sultan Hasanudin, Makassar, Pattimura, Ambon, Frans Kaisiepo, Biak, Sentani, Jayapura, Mopah, Merauke.
Untuk tahun 2016 ini kapasitas tempat duduk sudah full, sedangkan tahun 2017 jumlah seats capacity masih kurang 4 juta seats. Oleh sebab itu Kemenhub harus memaksimalkan seats-capacity hingga sebanyak itu.
“Saat ini, kapasitas tahun 2016 (Winter 2015 + Summer 2016) tersedia untuk 21, 4 juta penumpang. Ditjen Perhubungan Udara, tahun 2016 juga sudah memproses 525 persetujuan terbang (extra flight),” papar Budi.
Sementara itu, Indonesia National Air Careers Association (INACA) memperkirakan jika jumlah penumpang angkutan udara domestik tahun ini mengalami pertumbuhan antara 18-19% atau sekitar 81 juta penumpang. INACA berpendapat bahwa perbaikan infrastruktur transportasi udara selama ini sudah cukup baik.
Dengan dibukanya berbagai rute baru oleh sejumlah maskapai, maka kapasitas bandara di berbagai pelosok daerah pun ikut meningkat. Menurut Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia INACA, Bayu Sutanto, kini peningkatan kapasitas bandara membuat maskapai tak lagi cenderung terfokus melakukan penerbangan di Jakarta atau harus transit dulu di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng atau Bandara Juanda Surabaya.
“Jadi sebagian rute itu saat ini sudah banyak yang dipotong (non transit). Nah, kalau sebagian bandara kita terus didorong kapasitasnya, maka demand akan angkutan udara juga bakal lebih besar lagi ke depannya,” ungkapnya.