Jumat, 11 November 2016

Program Open Sky, Bandara Juanda Bakal Dikembangkan Jadi Smart Airport

Jakarta – Dalam rangka program Open Sky, pemerintah akan membangun serta memperluas bandara-bandara utama di Indonesia dengan mengandalkan pemakaian teknologi guna mempermudah perjalanan penumpang.

Direktur Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari Sitompol mengungkapkan jika pemerintah berjanji untuk melakukan optimalisasi pada 5 bandara utama, yakni Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Ngurah Rai (Denpasar), dan Bandara Hasanuddin (Makassar).
“Biasanya kota-kota besar, airportnya melayani penumpang dari beberapa kota. Ini menjadi pencegah ekspansi bandara di kota-kota baru,” ujar Yudhi Sari di JCC, Kamis (10/11).
Yudhi juga menuturkan alasan lain perlunya pengembangan bandara adalah untuk membantu proses evakuasi korban-korban bencana alam. Dengan begitu, pesawat jenis Hercules C-130 dengan total 50 penumpang bisa menyelamatkan korban bencana alam dan mendistribusikan obat-obatan maupun bahan makanan. “Jika memungkinkan maka bandara bisa difungsikan sebagai crisis center untuk mengurus korban bencana alam,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau operator bandara untuk membangun passenger terminal sesuai peraturan Menteri Perhubungan, bahwa bangunan passenger terminal domestik harus seluas 14 m2, sedangkan terminal internasional 17 m2.
Selaku Direktur Marketing dan Bisnis PT Angkasa Pura (AP) I, Mochammad Asrori mengaku siap mengembangkan 13 bandara di bawah pengelolaanya pada 2015-2024. Saat ini terdapat 7 bandara yang sedang dalam pengembangan AP I, yakni Bandara Ahmad Yani (Semarang), Bandara Syamsuddin Noor (Banjarmasin), Bandara Kulonprogo (Yogyakarta), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Hasanuddin (Makassar), Bandara Ngurah Rai (Bali), dan Bandara Internasional Lombok Praya.
Di samping itu, layanan yang ada di bandara saat ini harus mengedepankan Smart Airports. “Smart Airports itu berbasis mobile device, meliputi informasi kebutuhan personal, informasi real-time, ada nilai tambah, dan promosi dari ritel di dalam bandara,” lanjutnya.
Untuk mendukung konsep Smart Airports, Bandara Juanda telah menggunakan koneksi internet dengan kecepatan rata-rata 22,63 Mbps. Bahkan Bandara Juanda termasuk dalam peringkat ke-13 bandara dengan koneksi internet tercepat di dunia.