Senin, 28 November 2016

Bangun Bandara Juanda, PT AP I Catatkan Obligasi Rp2,7 Triliun di BEI

PT Angkasa Pura I mencatatkan obligasi I dan suku ijarah I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (28/11) dengan nilai masing-masing Rp2,7 triliun dan Rp540 miliar. Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan upaya PT Angkasa Pura I untuk mengembangkan Bandara Juanda dan empat bandara lain, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Baru Yogyakarta, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I menerbitkan obligasi sebesar Rp2,5 triliun dan sukuk ijarah I sebesar Rp500 miliar, pada Oktober lalu. Namun, pada saat pencatatan, perseroan mendapatkan permintaan berlebih sebesar Rp200 miliar untuk obligasi dan Rp40 miliar untuk sukuk Ijarah I.
“Penerbitan obligasi dan sukuk ini merupakan upaya perseroan memenuhi pendanaan sebesar Rp25 triliun hingga tahun 2020,” terang Direktur Keuangan dan TI PT Angkasa Pura I, Novrihandri. “Pengembangan dan pembangunan mendesak untuk dilakukan karena terjadi kekurangan kapasitas (lack of capacity).”
Obligasi dan sukuk ijarah diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A dengan tenor 5 tahun, Seri B dengan tenor 7 tahun, dan Seri C dengan tenor 10 tahun. Seri A memiliki bunga tetap 8,10 persen, Seri B sebesar 8,40 persen, dan Seri C memiliki bunga 8,55 persen. Obligasi dan sukuk ijarah tersebut telah diperingkat oleh Pefindo dengan rating triple A dan outlook stable.
Selain penerbitan obligasi dan sukuk ijarah, PT Angkasa Pura I juga berencana melakukan pinjaman untuk membiayai proyek pembangunan lima bandara yang mereka kelola. “Ke depannya, kami juga akan mengoptimalkan sumber dana eksternal, termasuk pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non-bank untuk membiayai capital expenditure,” sambung Novrihandri.
Khusus untuk Bandara Juanda, dana yang dikumpulkan direncanakan untuk membiayai pembangunan Terminal 3 yang menelan biaya sekitar Rp9,1 triliun. Pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda direncanakan mulai berjalan pada tahun 2017 dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2020 mendatang.