Rabu, 12 Oktober 2016

Sriwijaya Air Kena Batu di Bandara Juanda, 27 Penerbangan Terganggu

Surabaya – Pesawat Sriwijaya Air SJ-565 rute Makassar-Surabaya mengalami sebuah insiden terkena batu ketika mendarat (landing) di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Surabaya, hingga mengakibatkan bodi pesawat robek.

“Jadi peristiwa ini terjadi setelah landing, bukan pendaratan darurat ataupun Return to Base (RTB). Petugas kami menerima laporan dari petugas Ramp Sriwijaya tentang bodi pesawat yang sobek setelah mendarat,” ujar Corporate Secretary AirNav Indonesia, Didiet Kus Sam Radityo, Selasa (11/10).
Agar dapat dilakukan pemeriksaan, pihak AirNav mengeluarkan notam untuk menutup landasan pacu selama 15 menit pada pukul 11.20 – 11.35 WIB. “Setelah mendapat laporan, kami bersama Airport Operation Air Side Section Head menuju pesawat di Parking Stand 11 yang dilanjutkan dengan pemeriksaan landasan,” katanya.
Karena adanya penutupan landasan pacu selama 15 menit tersebut, ada 27 penerbangan yang terganggu, antara lain 15 pesawat terpaksa holding arrival, 3 pesawat delay departure, dan 9 pesawat standby start.
Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air, Agus Soedjono mengatakan kerusakan badan pesawat Sriwijaya Air saat mendarat tersebut diakibatkan oleh potongan aspal. “Rusaknya body pesawat Sriwijaya Air karena terkena potongan aspal itu benar adanya. Kejadian itu terjadi ketika pesawat Sriwijaya Air yang terbang dari Makassar melakukan landing di Juanda. Jadi bukan karena mendarat darurat,” ungkapnya.
Pihak Sriwijaya Air melalui tim Quality Safety and Security Sriwijaya Air akan melaksanakan investigasi lebih lanjut. Meski demikian, Agus menegaskan jika hingga kini Sriwijaya Air masih beroperasi normal seperti biasanya.
Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I, Israwadi mengatakan jika AP I masih menanti hasil investigasi pihak KNKT selaku pihak yang berwenang untuk mencari tahu penyebab adanya insiden di runway Juanda tersebut.
“Namun yang pasti, landas pacu Juanda saat ini sudah bisa dipergunakan lagi untuk kegiatan penerbangan karena posisi pesawat Sriwijaya Air sudah berada di apron, dan pemeriksaan landas pacu juga sudah dilakukan,” tuturnya.
Israwadi menuturkan, pihak AP I selalu mengecek kondisi landasan pacu dan apron juga melakukan pembersihan benda-benda asing atau foreign object debris (FOD) tiap 3 kali sehari.