Sabtu, 08 Oktober 2016

PT JAS Bakal Perbarui Peralatan di Juanda & 11 Bandara Lainnya

Bandung – Usai melakukan penyesuaian tarif jasa pergudangan di Terminal Kargo Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (CGK) pada 2 Oktober 2016 lalu, PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Services berencana untuk meningkatkan pelayanan dengan memperbarui peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara.

PT JAS sendiri akan menggelontorkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk memperbaiki peralatan sesuai ketentuan dari menteri perhubungan.
“Kita sudah melaksanakan ketentuan yang dikeluarkan oleh menteri perhubungan dan saat ini sudah dalam pengiriman peralatan sebanyak 30 persen. Diharapkan sampai akhir tahun ini sudah semua perlengkapan tiba di Indonesia,” ujar CEO PT JAS Airport Services, Adji Gunawan di Bandung, Jumat (7/10).
Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 174/2015 yang diubah dengan Peraturan Nomor PM 91/2016 tentang Pembatasan Usia Peralatan Udara dan Kendaraan Operasional yang Beroperasi di Sisi Udara, tercantum bahwa peralatan pelayanan darat pesawat udara harus diperbarui mulai awal Januari 2017.
Selain itu juga tertulis bahwa jika ada perusahaan yang melanggar peraturan tersebut akan dikenai sanksi berupa peralatan tak boleh dioperasikan dan pencabutan sertifikat peralatan.
Terdapat 2 kelompok pembatasan usia pemakaian peralatan pelayanan darat pesawat udara dan kendaraan operasional yang beroperasi di udara, yakni kelompok usia operasi 15 tahun dan kelompok usia operasi 10 tahun.
Peralatan yang dipakai oleh PT JAS nantinya akan diimpor dari Jerman, Perancis, dan China. Selain itu hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang baik dari dalam maupun luar negeri.
“Dengan terus membaiknya industri penerbangan, kami tetap optimistis kinerja perusahaan tahun ini dan tahun mendatang akan tetap baik sekalipun perusahaan sejenis juga makin bertambah,” ujarnya.
Hingga kini JAS telah memiliki jaringan di 12 bandara utama Indonesia, yakni Kuala Namu (Medan), Hang Nadim (Batam), Cengkareng (Banten), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Adi Sutjipto (Yogyakarta), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Bali), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), Lombok Praya (Lombok), Hasanudin (Makasar), Sam Ratulangi (Manado), dan Mozes Kilangin (Timika).