Kamis, 13 Oktober 2016

Pesawat Bersejarah C-47 Skytrain Mendarat di Bandara Juanda

Surabaya – Banyak yang terkejut ketika menyaksikan pesawat C-47 Skytrain tiba-tiba mendarat di daerah Bandara Internasional Juanda. Pasalnya, pesawat jenis C-47 Skytrain tersebut termasuk pesawat langka yang keberadaannya banyak menghiasi museum-museum.

Pesawat C-47 Skytrain berkode VH-XUX tersebut tahun ini tengah mengadakan penerbangan nostalgia Perang Dunia II dari Bathurst, Australia ke Guilin, Tiongkok. Mulanya, kru Skytrain sama sekali tak berniat untuk melakukan pendaratan di Surabaya, sebab pesawat jadul itu dijadwalkan terbang dari Bali ke Johor, Malaysia tanpa berhenti.
Sayangnya, setelah 90 menit mengudara, salah satu mesin C-47 Skytrain mengalami kerusakan hingga mengeluarkan asap dan bergetar, sehingga kru pun terpaksa mematikan mesin dan melakukan pendaratan darurat di Surabaya pada (17/8) lalu. Pesawat C-47 Skytrain diawaki oleh 5 orang, yakni Larry Jobe, Dalle Mueler, Alan Searle, Tom Claytor, dan Barry Arlow.
C-47 Skytrain pun masuk ke hangar Merpati Maintenance Facility di Bandara Juanda hingga berminggu-minggu untuk menunggu mesin pengganti dikirimkan dari Australia. Larry menjelaskan bahwa pesawat miliknya tersebut ada di bawah naungan Flying Tiger Historical Organization. Ia membeli pesawat C-47 Skytrain di Australia pada Maret 2015 lalu masih dengan kondisi orisinal dan ia hanya melakukan modifikasi pada radio komunikasinya saja.
Beruntung pada (6/10) lalu akhirnya mesin pesawat yang dikirimkan langsung dari Australia pun tiba. Pada (8/10) akhirnya pesawat dapat kembali beroperasi dan terbang dari Juanda ke Singapura. Misi terbang napak tilas Perang Dunia II bertajuk Flying The Hump tersebut dilaksanakan dari 15 Agustus 2016 lalu dengan rute mulai dari Australia, Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Pegunungan Himalaya, dan terakhir di Tiongkok.