Selasa, 18 Oktober 2016

Pengembangan Bandara Juanda Butuh Investasi Rp9 Triliun

PT Angkasa Pura I memang telah mempersiapkan rencana untuk melakukan pembenahan terhadap lima bandara yang dirasa tidak sanggup lagi untuk menampung jumlah penumpang yang makin banyak. Khusus untuk Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura I akan fokus pada penambahan landasan pacu dan penambahan terminal yang ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

“Nantinya, di Bandara Juanda, akan dibangun dua runway (landasan pacu) yang terletak di timur laut bandara dan satu Terminal Ultimate dengan kapasitas dari 26 juta menjadi 70 juta (tahap pertama) dengan satu runway,” papar Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Polana Pramesti. “Tahap pertama ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2020 mendatang.”
Untuk pengembangan infrastruktur tersebut, PT Angkasa Pura I memerlukan biaya investasi kurang lebih Rp9 triliun. “Totalnya, kami butuh Rp39 triliun hingga tahun 2020. Untuk lima bandara sebesar Rp25 triliun, dan sisanya untuk investasi rutin,” sambungnya.
PT Angkasa Pura I sendiri kemarin (17/10) telah menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai Rp3 triliun untuk mengembangkan lima bandara yang dikelolanya. Selain pembangunan di Bandara Internasional Juanda, empat bandara lain yang akan dikembangkan di antaranya Bandara Kulonprogo di Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.
Untuk penawaran obligasi tahap l Angkasa Pura I tahun 2016, perusahaan menargetkan dapat menghimpun dana maksimal Rp2,5 triliun. Selain itu, penawaran umum sukuk ijarah l Angkasa Pura I tahun 2016 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar.