Sabtu, 01 Oktober 2016

Hujan Angin, Sebuah Pohon Tumbang di Bandara Juanda Surabaya

Surabaya – Bandara Internasional Juanda Surabaya diguyur hujan bercampur angin pada Jumat (30/9) sore. Sejumlah mobil penumpang yang parkir di Terminal 2 Juanda nyaris tertimpa pohon tumbang. Beruntung karena pohon tumbang di daerah tempat parkir yang kosong.
Pohon dengan ukuran tak terlalu besar tersebut tercabut hingga ke pangkal akarnya dan tumbang ke arah mobil yang berjejer di area parkiran.
“Saat itu hujan tak terlalu deras. Karena angin kencang pohon tumbang. Syukur tak ada mobil yang tertimpa,” ujar Humas PT Angkasa Pura (AP) I Juanda, Anom Fitranggono.
Walau begitu, kejadian pohon tumbang tersebut telah mengakibatkan para penumpang terkejut dan cemas. Angin berhembus dengan kencang di seputar Bandara Juanda sejak sore kemarin. Hujan juga turun di saat yang bersamaan. Angin semakin kencang saat hujan beranjak reda.
“Sebaiknya parkir di tempat yang aman. Jangan parkir di bawah pohon atau di bawah reklame,” ujar Anom yang juga menyarankan penumpang untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin puting beliung.
Cumulonimbus Selimuti Kota Pahlawan [foto:RRI]
 Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Timur mengimbau awak pesawat untuk waspada terhadap awan kumulonimbus (Cb) yang muncul di Jatim.
“Para pilot pesawat, kami imbau untuk mewaspadai munculnya awan Cb di Jawa Timur,” kata Prakirawan BKMG Jawa Timur, Ary Pulu B, Jumat (30/9).
Awan Cb adalah awan vertikal yang menjulang sampai ketinggian 60.000 kaki. Awan Cb mudah terbentuk di daerah tropis. Kini awan Cb banyak muncul di Jawa Timur, terutama di wilayah yang dekat dari Laut Jawa.
“Setiap (pilot) mau terbang, kami briefing terlebih dahulu. Kami selalu menyampaikan soal munculnya awan Cb ini,” ungkap Ary.
Awan Cb juga dapat memicu cuaca ekstrem seperti topan, badai petir, hujan es, tornado, sampai angin puting beliung. Parahnya, partikel es awan Cb bisa membekukan komponen pesawat, termasuk mesin. “Partikel-partikel es awan Cb juga sering menghasilkan petir yang dapat mengacaukan sistem kelistrikan dan navigasi pesawat. Makanya, para pilot pesawat harus menghindari awan Cb tersebut,” tuturnya.