Jumat, 28 Oktober 2016

Faktor Keamanan, Maskapai Ingin Layanan Kargo di Bandara Juanda Dipisah

Jakarta – Sejak 4 September 2016 lalu terdapat 2 operator logistik yang beroperasi di Bandara Internasional Juanda, yaitu PT Angkasa Pura Logistik dan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS). Meski polemik tentang dua operator kargo tersebut sudah berhasil diluruskan, rupanya pihak maskapai penerbangan mengharapkan adanya pemisahan layanan kargo di Bandara Juanda.

Sebelumnya, pihak PT JAS dan APL sepakat untuk saling bersinergi sebagai penyedia layanan kargo di Bandara Juanda dan membebaskan maskapai untuk memilih layanan kargo mana yang hendak digunakan.
Akan tetapi, Station Manager Eva Air, Yafet Budianto menjelaskan bahwa pihak maskapai penerbangan masih khawatir saat melayani kargo dan logistik di Bandara Juanda karena hingga kini berlaku pelayanan satu atap di sana. Maskapai penerbangan khawatir kemungkinan adanya barang yang tertukar. “Bagi kami, faktor keamanan itu nomor satu,” ujarnya, Selasa (25/10).
Yafet menambahkan, urusan akan bertambah rumit jika yang dikirimkan adalah dokumen penting lintas negara. Selain kesalahan pengiriman barang, jangka waktu pengiriman juga bisa semakin lama. Eva Air sendiri sudah sejak lama menjadi klien PT JAS dan dalam satu kali pengiriman biasa mengirim kargo sekitar 1-1,2 ton.
Eva Air selama ini melayani layanan kargo dua kali dalam seminggu. “Bulan depan kami mulai melayani sepekan empat kali,” ungkap Yafet.

Sementara itu, rekan PT APL, Royal Brunei Airlines juga mengharapkan hal yang sama. “Memang saat ini layanan sudah bagus, tapi lebih baik ada pemisahan,” kata Wahyu Sigid Sugiharso, Station Officer Head Royal Brunei Airlines.