Jumat, 23 September 2016

Selundupkan Sabu Lewat Juanda, 3 Penumpang Air Asia Ditangkap Bea Cukai

Sidoarjo – Petugas Bea Cukai Juanda berhasil menangkap 3 penumpang pesawat Air Asia berinisial RM, NH, dan RY yang berusaha menyelundupkan narkotika lewat Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya. Masing-masing membawa barang bukti berupa narkoba jenis methamphetamine (sabu-sabu) dengan berat 415 gram, 250 gram, dan 60 gram.
Salah seorang tersangka yang berinisial NH kedapatan menyembunyikan sabu-sabu di dalam anus

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Decy Arifinsjah. “Kasus pertama berupa penyelundupan 415 gram sabu yang dilakukan seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial RM. Tersangka merupakan penumpang Pesawat AirAsia XT-8298 rute Kuala Lumpur-Surabaya pada hari Sabtu 23 Juli 2016. Modusnya dengan menyembunyikan barang tersebut dalam bungkusan di dalam tas koper berwarna hitam. Kasus kedua berupa penyelundupan 285 gram sabu yang dilakukan WNI berinisial NH,” papar Decy.
Tersangka adalah penumpang Air Asia XT-327 rute Kuala Lumpur-Surabaya pada Senin 25 Juli 2016. Modus yang digunakan NH adalah dengan menyembunyikan sabu dalam bungkusan di sebuah tas ransel gunung warna biru abu-abu.
Sedangkan kasus ketiga dilakukan WNI inisial RY yang naik pesawat Air Asia XT-325 pada Rabu 27 Juli 2016. “Sabu seberat 60 gram tersebut disembunyikan di dalam anus,” papar Decy.
“Dengan penggagalan tiga aksi penyelundupan narkotika tersebut, pemerintah berarti telah menyelamatkan lebih-kurang 3.800 generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba, dengan perhitungan 1 gram sabu dikonsumsi oleh lima orang,” tegas Decy.
“Saat ini tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke BNN Provinsi Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Penggagalan upaya penyelundupan sabu ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Bea Cukai, BNN Provinsi Jawa Timur, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Imigrasi Bandara Juanda, dan pengamanan bandara,” tandasnya.