Minggu, 11 September 2016

Libur Panjang Idul Adha, Penumpang di Bandara Juanda Surabaya Padat

Surabaya – Sejumlah bandara di Indonesia mengalami kenaikan jumlah penumpang yang cukup tajam selama musim liburan Idul Adha kali ini. Tak hanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur juga mengalami lonjakan penumpang pada Sabtu (10/9).

Para penumpang yang hendak naik pesawat terlihat memadati tiap loket check-in yang ada di area Bandara Juanda Surabaya. Libur panjang tahun ini mengakibatkan harga tiket pesawat naik sampai 89%. Walau demikian, kenaikan harga tiket tersebut tidak membuat antuasiasme warga berkurang. Terbukti, tiket pesawat untuk ke beberapa rute penerbangan telah habis terjual.
Beberapa maskapai juga sudah melaporkan catatan load factor atau okupansi untuk sejumlah rute perjalanan. Berdasar data Kementerian Perhubungan, sampai saat ini sudah ada 2 maskapai dengan tingkat okupansi tinggi menjelang Hari Raya Idul Adha 2016, yakni Garuda Indonesia dan Sriwijaya Iar. Bahkan Garuda melaporkan load factor hingga 100%.
“Load factor Garuda hampir 100 persen, Sriwijaya mendekati 90 persen. Kalau yang lain belum dapat laporan. Tapi load factor yang lain mungkin mendekati 90 persen,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (10/9).
Suprasetyo menambahkan jika berdasar perolehan tersebut, maka kenaikan load factor untuk libur panjang tahun ini bisa mencapai 5%. Angka tersebut merupakan rata-rata secara nasional.
“Kenaikan ini misalnya load factor seperti Garuda 100%, Sriwijaya 90%. Rata-rata setiap hari load factor-nya bisa 80 hingga 90%. Jadi kenaikannya kalau dirata-rata bisa sekitar 5%,” paparnya.
Sedangkan angka rata-rata pertumbuhan jumlah penumpang secara nasional, Kemenhub memperkirakan kenaikannya sekitar 8-9%. Rata-rata pertumbuhan tertinggi ada di Bandara Soetta yang mencapai 12%.
“Kenaikan penumpang secara nasional antara 8 sampai 9 persen. Kalau di beberapa bandara internasional eperti Soetta itu mencapai 12 persen lebih kenaikannya. Tapi rata-rata seluruh bandara itu antara 8 sampai 9 persen, lebih tinggi dari 2015 itu 8,8 persen,” tutupnya.