Rabu, 07 September 2016

JAS Kembali Layani Kargo Internasional di Bandara Juanda Surabaya

Jakarta – PT Angkasa Pura I sebelumnya telah menghentikan dan mengambilalih pengelolaan terminal kargo yang sebelumnya dioperasikan oleh PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) dan meluncurkan anak usaha kargo lewat PT Angkasa Pura Logistik. Tetapi kini PT JAS sebagai penyedia jasa kargo internasional di Bandara Juanda Surabaya mengaku sudah siap untuk kembali melayani para pengguna jasanya.

Head Corporate Secretary and Legal PT JAS, Yoyok Priyowiwoho mengungkapkan jika PT JAS saat ini sedang mempersiapkan peralatan dan memasang kembali sejumlah sistemnya di Bandara Juanda. “Kami baru mereinstal sistem dan alat-alat lagi. Artinya, sudah ada pembicaraan di mana kami diminta aktif kembali,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/9).
Yoyok menjelaskan jika operasional JAS mulai terhenti per tanggal 4 September 2016 karena tidak ada perbincangan lebih lanjut mengenai dua operator jasa kargo internasional di Juanda. “Sebelumnya hanya kami yang beroperasi untuk kargo bandara internasional. Ketika pencabutan dilakukan ternyata ada Angkasa Pura Logistik. Namun kami hormati itu, dan pembicaraan mengenai pengaktifan kembali PT JAS baru dibicarakan,” tuturnya.
Senada dengan itu, Direktur Marketing dan Pengembangan Usaha Angkasa Pura I Moch. Asrori menuturkan jika pihak AP I telah meminta PT JAS untuk kembali beroperasi melayani kargo darat di Terminal Kargo Juanda.
“Saya dengar dari otoritas bandara kalau JAS akan beroperasi kembali pukul 15.00 WIB nanti. Kami harap JASS bisa segera masuk. Ini penting agar kegiatan kargo udara bisa terlayani secara baik,” ucapnya, Selasa (6/9).
Berdasarkan undang-undang, ada 2 jenis terminal di bandara, yaitu terminal penumpang dan terminal kargo yang dikelola oleh Angkasa Pura. “Kemarin itu, sifatnya PT JAS menyewa terminal kargo dengan sistem bagi hasil. Nah, kami mau menjalankan undang-undang maka dicabut izinnya. Namun PT JAS bisa aktif operasi kembali setelah memiliki izin yang baru. Makanya ini sedang kita proses,” ungkap Asrori.
“Untuk tahap awal ini, memang Juanda dulu yang diambilalih oleh Angkasa Pura I. Itu pun sebenarnya hanya internasional dulu. Setelah itu mungkin terminal kargo di Bandara Ngurah Rai Bali,” lanjut Asrori.
Sementara itu Yoyok menjelaskan jika pihak JAS dan AP I masih membahas lebih lanjut tentang teknis operasional 2 penyedia jasa di Terminal Kargo Juanda, yaitu JAS dan PT Angkasa Pura Logistik (APL).