Senin, 01 Agustus 2016

Satgas Pora Resmi Dibentuk untuk Awasi WNA di Bandara Juanda

Surabaya - Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) Ronny Sompie akhirnya meresmikan Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Orang Asing (Pora) Udara di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (27/7) lalu. Satgas Pora yang ditugaskan di kawasan Bandara Juanda tersebut berasal dari petugas Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya, BIN Provinsi Jatim, Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Otoritas Bandara Juanda, Angkasa Pura I, Kantor Bea Cukai, Karantina Kesehatan, dan POM AL.

"Maka di Jatim kini sudah lengkap, selain pengawasan darat, laut, kini sudah terbentuk satgas di Bandar Udara Juanda," ujar Ronny Sompie dalam peresmian Satgas Pora di Graha Satu Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jatim.
Pasca pemerintah memberlakukan bebas visa untuk para wisatawan mancanegara (wisman) dari 169 negara sejak tahun 2015 lalu sesuai dengan Perpres No 21/2016, kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air pun meningkat. Pihak imigrasi pun bertekat untuk  melakukan pengawasan ketat atas keberadaan turis asing di Indonesia.
Ronny menjelaskan pembentukan Satgas Pora ini berdasar UU Imigrasi. Tak hanya di Bandara Juanda, di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) juga telah ada Satgas Pora untuk mengawasi para wisman yang melakukan penerbangan di sana. Meski demikian, Ronny menambahkan, disiagakannya satgas khusus di Juanda dan Soetta bukan berarti di lokasi tersebut rawan terjadi pelanggaran.
"Ini dibentuk dalam rangka mencegah. Kita mencanangkan bebas visa sejak 2015 yang saat ini untuk 169 negara. Bebas visa dimaksudkan agar negara mendapat benefit yang besar maka kita (Imigrasi) harus bisa memastikan keamanan perlintasan di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, bahkan terminal," ungkap Ronny.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya Zaeroji menuturkan Satgas Pora Bandara Juanda bertugas untuk mengawasi keimigrasian penumpang asing di area bandara, melakukan kroscek informasi seputar penumpang asing dengan sejumlah instansi terkait, dan memberi masukan seputar temuan kasus yang terjadi.
Terhitung sejak Januari hingga Juli 2016 saja sudah ada 18 orang WNA di Surabaya yang dipulangkan (deportasi) lantaran menyalahgunakan izin tinggal. Sementara itu ada juga pengadilan pidana yang melibatkan 2 warga negara asing.
Kakanwil Kemkumham Jatim Budi Sulaksana mengungkapkan, rata-rata ada 17 penerbangan internasional dengan 4.000 orang yang masuk dan keluar lewat Bandara Juanda tiap harinya. "Jatim memiliki 38 kota yang masing-masing kanim memiliki Satgas Pora ditambah di Bandara Juanda. Di Jatim sepanjang 2016 ini terdapat 2.951 tenaga kerja asing terbesar datang dari Tiongkok, Jepang dan Korea, maka pengawasan menjadi penting," tandas Budi.