Jumat, 05 Agustus 2016

Overlay Bandara Juanda Cuma “Makan Satu Korban”, Kemenhub Evaluasi Lion Air

Perbaikan landasan pacu Bandara Juanda memang mengakibatkan jam operasional di bandara tersebut dibatasi. Meski begitu, hingga detik ini, proyek overlay bandara hanya “memakan satu korban”, yaitu keterlambatan pesawat milik maskapai Lion Air. Untuk itu, Kementerian Perhubungan meminta Lion Air untuk melakukan evaluasi menyeluruh apakah delay ini disebabkan pihak maskapai sendiri atau yang lain.

“Situasi delay itu bisa disebabkan berbagai faktor, baik dari sisi operasional maskapai maupun di luar operator penerbangan,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hemi Pamuraharjo. “Kami lihat dulu apakah ada penyebab lain, mungkin kontribusi sarana, sistem, sumber daya manusia, atau faktor bandara.”
Delay LionAir di Bandara Juanda [foto:Surabayanews]

Hemi juga tak menampik bahwa penutupan sementara Bandara Juanda karena proyek overlay juga menjadi penyebab pesawat Lion Air delay pada Minggu (31/7) lalu. “Terkait penutupan landasan pacu Bandara Juanda karena adanya perbaikan overlay juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan,” sambungnya.

Di sisi lain, pihak Lion Air mengatakan bahwa delay parah yang terjadi tempo hari disebabkan beberapa faktor kumulatif. Faktor-faktor itu yang kemudian menyebabkan pesawat terlambat untuk sampai ke bandara tujuan. “Seperti Bandara Juanda yang sedang overlay sehingga tidak bisa dibuka,” kata Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait.

Namun, Edward tak menampik bahwa masalah delay Lion Air juga karena faktor operasional. Karena itu, pasca-delay, pihak maskapai sudah memecat 14 orang pilot mereka karena diduga menjadi dalang dan menghasut pilot lain agar tidak menerbangkan sejumlah pesawat.