Rabu, 11 Mei 2016

Pilot Mogok Sebabkan Penerbangan Lion Air Delay di Bandara Juanda

Sejumlah penerbangan maskapai Lion Air yang tertunda di Bandara Juanda pada Selasa (10/5) kemarin ternyata disebabkan oleh aksi mogok para pilot maskapai tersebut. Aksi mogok itu dipicu soal uang transport pilot yang belum dibereskan pihak manajemen Lion Air.

“Ada masalah internal di manajemen kami, soal uang transport pilot,” jelas Direktur Utama Lion Groups, Edward Sirait. “Rencananya, Senin kemarin sudah dibereskan, tetapi Selasa ternyata belum selesai.”
Ditambahkan Edward, para pilot hanya protes kepada manajemen usai long weekend yang menjadi masa menguntungkan bagi penerbangan. “Namun sekali lagi, ini masalah internal kami. Kami akan mencari formula terbaik untuk menyelesaikan situasi ini, termasuk memberikan hak-hak penumpang saat delay kemarin,” sambungnya.
Sejak Selasa pagi kemarin, sebanyak 41 penerbangan Lion Air ke sejumlah tujuan seperti Kualanamu, Balikpapan, Denpasar, Bandung, Lombok Praya, dan Jakarta memang dinyatakan delay. Imbasnya, sebanyak 35 pesawat yang tiba di Bandara Juanda juga terbengkalai.
“Memang ada beberapa kru Lion Air yang mogok, jadi pesawat tidak beroperasi,” ujar Manager Security Bandara Juanda, Sukirman. “Tetapi, sekarang situasinya sudah normal.”
“Untuk normalisasi penumpang yang sempat mengalami penumpukan, akan ada mekanisme untuk mengatasinya,” sambungnya. “Diupayakan agar tidak berbenturan dengan penerbangan lainnya.”