Rabu, 23 Maret 2016

Berapa Tarif Porter di Bandara Juanda?

Porter adalah sebutan bagi orang-orang yang menawarkan jasa sebagai pengangkut barang di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, terminal bus, pelabuhan laut, bandar udara, dan tempat-tempat umum lainnya. Biasanya, porter bekerja secara lepas, tetapi ada juga yang dipekerjakan secara resmi oleh lembaga atau perusahaan seperti porter di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Porter di bandara dapat mengantarkan barang bawaan penumpang hingga di depan konter check-in. Sementara, porter lainnya ada juga yang menempati job area untuk mengurusi bagasi penumpang hingga ke dalam kabin bagasi pesawat. Porter terakhir ini merupakan porter bagian dalam sebagai tenaga lepas yang dipekerjakan oleh pengelola bandara (dalam hal ini pihak PT Angkasa Pura).
Berbeda dengan porter di stasiun kereta api, porter di bandara juga tampil layaknya pegawai Angkasa Pura atau karyawan maskapai penerbangan, dengan mengenakan seragam tertentu. Mereka bisa leluasa masuk area keberangkatan. Namun sayangnya, dengan keleluasaan yang dimilikinya, porter terkadang bertindak seenaknya terhadap penumpang.
Salah satu tindakan nakal porter bandara adalah menetapkan tarif seenaknya, bahkan tarif yang ditetapkan tersebut kadang tidak masuk akal. Karena banyaknya aduan, maka pihak PT Angkasa Pura selaku operator bandara telah menetapkan tarif resmi porter, salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta. Tarif porter di bandara ini ditetapkan sebesar Rp20.000 per koli atau Rp50.000 per troli (maksimal 3 koli/troli).
Sayangnya, kebijakan tersebut belum diterapkan oleh PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Juanda. Rata-rata penumpang di Bandara Juanda membayar minimal Rp20.000 hingga Rp25.000 untuk satu orang porter. Namun, tarif tersebut tidak baku dan bahkan bisa lebih, tergantung dari banyaknya bawaan dan kepribadian masing-masing porter.
Penetapan tarif resmi untuk porter di Bandara Juanda memang sangat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi nakal beberapa oknum porter. Terlebih, akhir-akhir ini reputasi porter bandara telah tercoreng akibat beberapa kasus pencurian bagasi penumpang yang melibatkan sebagian dari mereka.
Terbaru, pada pertengahan Maret lalu, tiga porter Bandara Juanda ditangkap karena diduga mencuri beberapa unit smartphone. Aksi pencurian tersebut dilakukan dengan cara merobek karung paket barang, lalu porter mengambil beberapa telepon genggam. Untuk menghilangkan jejak, para pelaku membungkus kembali paket tersebut dengan karung baru.