Jumat, 25 September 2015

Bandara Juanda akan Segera Pasang Autogate

Sehubungan dengan serbuan masuknya WNA ke Indonesia melalui Bandara Juanda, Bandara Internasional di Surabaya ini dinyatakan belum menerapkan sistem gerbang otomatis alias autogate guna pemeriksaan dokumen paspor milik penumpang.

"Kami (Bandara Juanda) memang masih ketinggalan. Sebenarnya perangkat sudah ada dan tinggal memasang," ujar Rakha Sukma Purnama selaku Plt Kepala Bidang Pendaratan Izin Masuk (Darinsuk) Kanim Kelas I Khusus Surabaya, Minggu (20/9). "Kami sudah mendapat surat dari Imigrasi Pusat untuk menerapkan autogate ini. Mudah-mudahan bulan depan langsung bisa diterapkan. Sudah kita rancang layout dan tata letak autogate itu," tambahnya.

Autogate sendiri merupakan alat pemeriksaan dokumen keimigrasian yang terintegrasi dengan sistem komputer. Perangkat digital ini dirancang untuk merekam data perlintasan di tempat pemeriksaan Imigrasi. Nantinya, Paspor milik penumpang akan terdeteksi secara otomatis di pintu pengamanan ini. Data pemegang paspor akan tercatat dalam database secara realtime dan terhubung langsung ke pusat data keimigrasian. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk proses pemeriksaan akan terpangkas dari yang semula butuh 15 menit menjadi cukup 1,5 menit saja per orang.

"Konsekuensinya, (penerapan autogate) memang akan membatasi jumlah petugas sehingga tak menumpuk di pintu pemeriksaan lagi. Cukup satu petugas," perjelas Rakha.

Untuk saat ini, Bandara Juanda telah mencatat ada 106.091 WNA yang masuk hingga bulan September ini. Warga Negara Asing yang masuk dari Bandara Juanda tersebut didominasi oleh Warga Negara Tiongkok dan untuk tujuan travelling.

"Kami memprediksi jumlah WNA yang datang ke Surabaya melalui Juanda tahun ini akan meningkat. Ini lantaran WNA nanti bebas urus visa karena diterapkannya MEA," pungkasnya.