Senin, 21 September 2015

Alamat bandara Juanda Surabaya

Bandara Juanda (IATA: SUB, ICAO: WARR) merupakan sebuah bandar udara kelas internasional yang berlokasi di kabupaten Sidoarjo, tepatnya di kecamatan Sedati, sekitar 20 km di sebelah Selatan kota Surabaya. Bandara ini beroperasi di bawah kendali PT Angkasa Pura 1 dan menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Bandara Juanda melayani penerbangan penumpang yang berasal dari kota Surabaya dan kota-kota lain di sekitarnya.

Berikut Alamat dan Kontak Bandara Juanda yang bisa dihubungi :
Bandar Udara Internasional Juanda (SUB)
Jl. Raya Ir. Juanda No.1, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur 61253
Telp. +62 31 – 2986 200 / 2986 300 / 8667 506 / 867 8745
Fax. 031 - 8667506
Website : http://www.juanda-airport.com/
Bandara Juanda dilihat dari udara

Bandara Juanda kini menempati posisi sebagai Bandara terbesar ke-2 di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta (CGK) di Jakarta. Bandara ini memiliki landasan sepanjang 3000 meter dengan terminal seluas 51.500 m². Luas terminal ini berkembang menjadi 2 kali lipat dari yang semula hanya seluas 28.088 m². Dalam setahun, Bandara Juanda diperkirakan mampu menampung hingga 8 juta penumpang dan 120.000 ton Kargo.

Nama Bandara Juanda diambil dari nama Wakil perdana Menteri terakhir Indonesia, Ir. Djuanda Kartawidjaja, yang dulunya menyarankan pembangunan bandara ini.

Rencana pembangunan pangkalan udara ini sebenarnya sudah digagas sejak berdirinya Biro Penerbangan Angkatan Laut RI pada tahun 1956. Meski begitu, pembangunannya baru terealisasi setelah muncul agenda politik untuk perjuangan pembebasan Irian Barat. Demi memfasilitasi operasi TNI dalam pembebasan Irian Barat, pemerintah barulah menyetujui pembangunan lapangan udara di area kecamatan Sedati ini. Sebelumnya ada 3 lokasi yang menjadi bidikan pembangunan bandara, yakni di Gresik, Bangil, dan Sidoarjo (Sedati) ini. Area Sedati ini dipilih karena letaknya dekat dengan Surabaya, selain itu kontur tanahnya datar dan luas memungkinkan untuk dibangun sebuah pangkalan udara yang bisa diperluas lebih ekstensif nantinya.

Proyek pembangunan Bandara Juanda itu selanjutnya disebut “Proyek Waru”. Proyek ini menjadi proyek pembangunan lapangan terbang pertama paska kemerdekaan Indonesia.

Proyek ini awalnya ditujukan untuk menggantikan landasan udara di Morokrembangan dekat Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan peninggalan Belanda. Penggantian fungsi bandara ini dikarenakan lokasi landasan udara tersebut sudah terhimpit oleh area pemukiman warga dan sulit untuk dikembangkan.

Proyek ini melibatkan 3 pihak utama, yakni Tim Pengawas Proyek Waru (TPPW) sebagai wakil pemerintah, Compagnie d’Ingenieurs et Techniciens (CITE) sebagai konsultan (asal Perancis), dan Societe de Construction des Batinolles (Batignolles) sebagai kontraktor (asal Perancis). Pembangunan pangkalan udara dengan landasan pacu yang tergolong besar ini (Panjang : 3000 m, Lebar : 45 m) membutuhkan pembebasan lahan seluas 2400 hektar, yang terdiri dari areal sawah dan rawa.