Minggu, 19 November 2017

Bandara Juanda Pastikan Barang yang Tertinggal Akan Diamankan Petugas

Surabaya – Seorang pria asal Balikpapan, Alexander Arpin termasuk salah satu penumpang yang beruntung karena kopernya yang tertinggal di Bandara Internasional Juanda Surabaya ditemukan masih utuh dan bisa kembali ke tangannya. Alexander mengaku bersyukur karena tak ada satupun barangnya yang hilang.

“Seingat saya, tas itu tertinggal saat check in. Saya keburu dan harus balik ke Balikpapan,” ujar Alexander, Jumat (17/11), seperti dilansir Tribunnews.
Pria yang menaiki pesawat Lion Air ini baru menyadari tasnya tertinggal setelah sampai di Balikpapan. Alexander sendiri awalnya ingin merelakan tasnya tersebut tertinggal begitu saja. Akan tetapi Alexander terkejut lantaran ia diberitahu jika barang bawaannya tersebut telah diamankan petugas sejak tanggal 11 November 2017 lalu. Tas yang dibawa Alexander berisi pakaian dan obat-obatan.
Pada Jumat (17/11) lalu tas tersebut diserah-terimakan di Bandara Juanda oleh petugas security check Lost and Found kepada Alexander. Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda, Febrian Prayogo memastikan bahwa setiap barang yang tertinggal baik di bagasi dan di bandara akan tetap dalam kondisi aman selama masih belum diambil oleh penumpang lain.
“Petugas akan menghubungi dan memastikan barang miliknya. Bisa diambil sendiri atau diwakilkan saudara di Surabaya asal ada keterangan yang jelas dan memastikan bahwa dia adalah pemilik asli barang,” ungkap Prayogo.
Pihak keamanan Bandara Juanda akan memastikan kepemilikan barang sesuai dengan data penumpang dan KTP atau kartu identitas yang masih berlaku. Prayogo juga menegaskan bahwa petugas tidak akan membuka isi tas. Pemilik atau yang mewakili dapat mengambil sendiri barang yang tertinggal di bandara. “Selama ini belum pernah barang ketinggalan dikirim. Sebaiknya diambil saja ke petugas bandara,” bebernya.
Sementara itu, pihak Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda mengungkapkan jika setiap hari selalu ada barang penumpang yang ketinggalan. “Tiap hari hampir selalu ada tas atau barang yang tertinggal. Akan kami amankan jika belum keburu diambil penumpang lain,” ujar Manajer Avsec PT Angkasa Pura 1 Juanda, Sukirman.
Jika ada barang yang tertinggal seperti HP, biasanya petugas akan menghubungi melalui HP pemilik yang tertinggal. Selain itu, penumpang juga dapat langsung menghubungi petugas Avsec di nomor telepon (031) 2986350 untuk Terminal 1, atau (031) 2986700 untuk Terminal 2.

Read more…

Sabtu, 18 November 2017

Cuaca Diprediksi Hujan Sampai Besok, BMKG Imbau Masyaratkan untuk Waspada

Surabaya – Pada akhir pekan ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan bahwa cuaca di Kota Surabaya dan daerah lain yang ada di Provinsi Jawa Timur akan dilanda hujan deras. Oleh sebab itu masyarakat yang tinggal di Jatim diimbau untuk lebih berhati-hati.

“Kondisi cuaca di Surabaya dan beberapa daerah di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik dan daerah lainnya, pada hari ini hingga Minggu besok, kondisi cuaca diperkirakan hujan,” kata Rendy Irawadi, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Jumat (17/11), seperti dilansir Detik.
Menurut Rendy akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang menjelang sore atau pada malam hari dengan kecepatan angin sekitar 5-35 kilometer (km) per jam. Angin didominasi dari timur ke arah barat, sedangkan untuk kelembapan mencapai antara 80 hingga 95 persen. Jarak pandang bervariasi dan tergantung intensitasnya, namun rata-rata berkisar antara 3 hingga 10 km.
“Hujan, intensitasnya ringan sampai sedang dan disertai petir. Sedangkan potensi hujan dengan intensitas lebat, terjadi di daerah atau wilayah pegunungan,” ujar Rendy.
Ketika ditanyai terkait kemungkinan terjadinya angin putting beliung di kawasan Surabaya dan daerah lain, Rendy mengungkapkan bahwa hal itu mungkin saja terjadi. Pasalnya, salah satu faktor pendukung seperti kondisi cuaca yang mengalami perubahan dari cerah dan panas, berubah ke mendung. “Potensi ya bukan pasti, terjadi angin puting beliung,” jelasnya.
Oleh karena itu, Rendy memperingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melihat tanda-tanda potensi terjadinya angin putting beliung, seperti awan mulai gelap. Di samping itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari tempat-tempat atau bangunan yang rawan roboh. “Diharapkan masyarakat lebih waspada. Jangan mendekati pohon atau baliho yang berpotensi roboh,” ucapnya.
Cuaca yang buruk beberapa hari belakangan ini ternyata juga mempengaruhi aktivitas penerbangan di kawasan Malang. Penerbangan ke Bandara Abdulrachman Saleh Malang dikabarkan terpaksa melakukan pendaratan di Bandara Juanda Sidoarjo. “Kalau cuaca jelek pasti geser ke Surabaya, tergantung pilot. Ini demi keselamatan penerbangan. Kemudian oleh pilot diputuskan mendarat di Surabaya,” jelas Suharno, Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jumat (17/11).

Suharno sendiri mengaku tidak tahu hingga kapan situasi semacam ini akan berlangsung, sebab sangat situasional dan tergantung pada cuaca. Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Bandara Abdulrachman Saleh, Kholili menuturkan penerbangan dialihkan ke Bandara Juanda mulai pukul 14.00 WIB. “Divert ke Bandara Juanda ada tiga penerbangan. Mulai pengalihan penerbangan sekitar pukul 14.00 WIB,” tandasnya.

Read more…

Jumat, 17 November 2017

Akibat Cuaca Buruk, 4 Penerbangan dari Malang Dialihkan ke Bandara Juanda

Malang – Pada Rabu (15/11) Kota Malang diguyur hujan lebat. Cuaca buruk yang melanda daerah Malang ini mengakibatkan sejumlah penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh terganggu. Alhasil, beberapa penerbangan pun terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diharapkan.

“Bandara tetap buka normal. Tapi karena cuaca buruk, jadi pesawat beralih ke Surabaya. Demi keselamatan penumpang kalau cuaca buruk dialihkan. Itu sudah acara tahunan,” ujar Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Suharno, Rabu (15/11), seperti dilansir Kompas.
“Cuaca buruk tidak bisa dilawan. Ada lima penerbangan, empat dialihkan satu dibatalkan. Yang dialihkan ke Juanda, Sriwijaya Air dua penerbangan, Batik Air, dan Citilink. Satu dibatalkan karena masalah teknis dari Bali, Wings Air,” imbuh Kepala Tata Usaha, Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Holili.
Karena adanya cuaca buruk, pihak Airnav pun mengirimkan notam ke Bandara Abdulrachman Saleh untuk melakukan pengalihan penerbangan. Pihak Bandara Abdulrachman Saleh menyediakan sekitar 11 armada bus untuk mengangkut 466 penumpang ke Bandara Juanda Sidoarjo. “466 penumpang dialihkan ke bandara Juanda dengan 11 bus dan sudah berangkat semua,” beber Holili.
Airnav mengeluarkan notam sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut Holili, penyebab pasti dari cuaca buruk adalah pandangan pilot yang terbatas hanya sampai pada 1.000 meter. Padahal berdasarkan standar keselamatan penerbangan, jarak pandang pilot yang dianjurkan adalah antara 4.000 sampai 5.000 meter. “Cuaca buruk jarak pandang hanya 1.000 harusnya 4.000 sampai 5.000 meter. Ini berbahaya bagi penerbangan,” tutur Holili.
Sementara itu, informasi terkait adanya landasan pacu (runway) yang mengelupas, Suharno menuturkan bahwa kerusakan landasan merupakan kerusakan rutin akibat hujan dan masih dalam proses perbaikan. Meski demikian, Suharno menegaskan bahwa kerusakan landasan pacu ini tak mengganggu penerbangan. “Itu rutin perbaikan,” ungkapnya.

Salah satu penumpang yang hendak ke Jakarta bernama Subur Triono mengungkapkan bahwa berdasarkan jadwal seharusnya ia berangkat pada pukul 12.45 WIB. Akan tetapi, karena cuaca buruk akhirnya jadwal penerbangan terganggu dan dialihkan ke Surabaya. “Harusnya saya pukul 12.45 WIB naik Sriwijaya, tapi dialihkan ke Surabaya dan sekarang baru sampai Juanda,” tutur Subur.

Read more…

Kamis, 16 November 2017

Dikalahkan Ngurah Rai, Bandara Juanda Hanya Masuk Nominasi Bandara Awards 2017

Jakarta – Meski sudah beberapa kali menyabet penghargaan internasional, tampaknya Bandara Internasional Juanda harus berpuas diri karena hanya masuk menjadi nominasi dalam ajang Bandara Awards 2017. Bandara Awards 2017 sendiri adalah ajang penghargaan yang diadakan oleh Majalah Bandara untuk ke-9 kalinya di Jakarta pada Selasa (14/11) malam. Dalam ajang ini Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpilih sebagai Best Airport of The Year.

“Bandara Awards merupakan penghargaan atau apresiasi yang diberikan oleh Majalah Bandara kepada pengelola bandara yang telah memberikan pelayanan terbaik terhadap pengguna jasa bandara. Apresiasi itu didasarkan atas survei langsung ke bandara-bandara di Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dan dari Miangas hingga Rote,” ujar CEO Bandara Indonesia Group, Wita Anggraini di Jakarta, Selasa (14/11) malam, seperti dilansir Sportourism.
Kemudian pada posisi ke-2 untuk kategori PT Angkasa Pura (AP) II diduduki oleh Bandara Internasional Sultan Thaha, Bandara Internasional Supadio (Juara 3), Bandara Internasional Husein Sastranegara (nominasi), dan Bandara Internasional Kualanamu (nominasi).
Pada kategori PT Angkasa Pura (AP) I, pemenang Bandara Awards diraih oleh Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai (Juara I), Bandara Internasional S.A Muhammad Sulaiman (Juara 2), dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Juara 3). Sedangkan Bandara Internasional Juanda harus berpuas diri dinominasikan dalam kategori ini bersama Bandara El Tari.
“Tahun ini tim melakukan survei di 106 bandara. Perjalanan survei dimulai dari bulan April hingga Agustus 2017. Survei tersebut dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada penumpang yang akan melakukan perjalanan di terminal keberangkatan,” imbuh Wita.
Selain dari survei, penilaian ajang Bandara Awards 2017 juga didapat dari hasil penilaian dewan juri yang kompeten dalam bidangnya, antara lain Herry Bakti S. Gumay sebagai Ketua Dewan Juri, Bintang Hidayat, Tengku Burhanuddin, Dudi Sudibyo, Ninok Leksono, Olivia Zalianti, Erwin Nurdin, dan Otong Rukmana. Sedangkan juri kehormatan Bandara Awards 2017 adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso dan Deputi Pengembangan Pasar Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

“Akhirnya Berdasarkan penilaian dari survei penumpang dan pertimbangan dewan juri, Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 3 Ultimate dinobatkan sebagai Best Airport of The Year 2017,” jelas Wita.

Read more…

Rabu, 15 November 2017

Peralihan Musim, BMKG Juanda Ingatkan Potensi Terjadinya Cuaca Ekstrem

Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur memperingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem ketika peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang saat ini sedang melanda Indonesia. Menurut Kepala BMKG Juanda, Agus Wahyu, saat ini memang sedang berlangsung peralihan dari musim panas ke musim penghujan.

“Ada kecenderungan kalau peralihan musim seperti ini akan terjadi angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur,” ujar Agus di Surabaya, Senin (13/11), seperti dilansir Merah Putih.
Pihak BMKG Juanda sendiri terus melaporkan pemantauan perubahan cuaca tersebut terhadap pihak-pihak terkait, misalnya saja pada pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. “Sebab, salah satu fungsi dari BMKG Juanda adalah untuk memberikan informasi terkini terkait dengan cuaca untuk penerbangan di lingkungan Bandara Internasional Juanda ini,” beber Agus.
Lebih lanjut Agus memaparkan bahwa informasi tentang kondisi cuaca ini sangat penting bagi dunia penerbangan, pasalnya penerbangan memang berhubungan langsung dengan kondisi cuaca. “Termasuk juga terkait dengan beroperasinya bandara ini salah satunya juga dipengaruhi adanya perubahan cuaca di wilayah setempat,” kata Agus.
Saat ini juga terjadi hujan di beberapa wilayah yang ada di Jawa Timur dengan intensitas bervariasi dibarengi angin kencang. Beberapa daerah yang dimaksud adalah Bangkalan, Batu, Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Magetan, Nganjuk, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Kota Malang, Kota dan Kabupaten Madiun, Gresik, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Probolinggo.
Daerah pesisir seperti di Perairan Selatan Jawa Timur juga diperingatkan untuk mewaspadai ketinggian gelombang laut yang bisa mencapai 2,5 meter. Sedangkan wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, ketinggian ombaknya bisa mencapai 3 meter. Kondisi semacam ini dipicu oleh sirkulasi Siklonik di sejumlah lokasi, seperti di Teluk Thailand di (Lapisan 925/800 hPa), di Laut Sulawesi (Lapisan 925/850 hPa), dan di Laut Banda (Lapisan 925/800 hPa). Peringatan ini berlak mulai 13-15 November 2017.

“Hal ini membuat masyarakat lebih waspada saat menghadapi peralihan musim seperti yang terjadi sekarang ini supaya bisa bersiap-siap atas segala kemungkinan yang ada,” tandas Agus.

Read more…

Selasa, 14 November 2017

Akhir Tahun, Maskapai Berlomba Tawarkan Penerbangan Umrah Murah dari Surabaya

SURABAYA – Akhir tahun, biasanya banyak masyarakat di Indonesia yang berbondong-bondong melakukan umrah atau umroh ke Tanah Suci Mekah. Nah, menyambut momen ini, sejumlah maskapai berlomba-lomba menawarkan tarif tiket pesawat murah untuk umrah serta dilakukan secara direct, baik dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Madinah maupun Surabaya ke Jeddah.

Maskapai Lion Air misalnya, telah membuka penerbangan perdana untuk umrah yang menghubungkan Surabaya dengan Madinah. Maskapai berbiaya rendah tersebut juga menggunakan pesawat baru jenis Airbus A330-300 untuk mengangkut jamaah umrah dari Tanah Air yang bertolak dari Bandara Internasional Juanda.
“Tercatat, untuk penerbangan perdana umrah dari Surabaya menuju Madinah telah memiliki keterisian  jamaah hingga 437 orang, sedangkan menuju Jeddah sudah lebih dari 300 jamaah,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko. “Besar harapan kami dengan adanya penerbangan umrah dari Surabaya menuju Tanah Suci, akan menciptakan pasar tersendiri.”
Selain dari Surabaya, maskapai Lion Air juga baru saja meresmikan penerbangan perdana umrah dari Palembang menuju Jeddah yang dioperasikan satu kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin dan berangkat dari Tanah Air pukul 15.00 WIB. Pesawat yang digunakan adalah tipe terbaru Boeing 737 Max 8, dengan transit satu kali di India untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Sementara itu, maskapai pelat merah, Garuda Indonesia, belum lama ini melakukan kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri dan travel rekanan untuk menawarkan program umrah bagi masyarakat. Program sinergi ini dikatakan perusahaan sebagai salah satu jawaban guna menggarap potensi penerbangan umrah yang sangat besar.

“Program sinergi ini sebagai salah satu jawaban untuk menggarap potensi umroh yang demikian besar,” tutur Senior Manager Umrah dan Haji Plus Garuda Indonesia, Refki Riyantori. “Saat ini, Garuda Indonesia menerbangkan rute penerbangan khusus umrah ke Jeddah dan Madinah, yang berangkat dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Solo, Makassar, dan Padang.”

Read more…