Senin, 22 Oktober 2018

Urung via Surabaya, Wings Air Buka Rute Semarang-Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Beberapa waktu lalu, maskapai Wings Air dikabarkan tengah menjajaki penerbangan langsung yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Karimunjawa via Bandara Internasional Juanda. Namun, rencana tersebut urung terealisasi karena maskapai ini lebih memilih untuk membuka rute Semarang-Karimunjawa PP.



Wings Air resmi membuka penerbangan komersial rute Pulau Karimunjawa-Semarang mulai tanggal 12 Oktober 2018 kemarin secara reguler setiap hari. Rute penerbangan dari Bandara Ahmad Yani dilakukan setiap harinya pukul 11.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Dewandaru, Karimunjawa, sekitar pukul 11.50 WIB. Untuk rute kembali, pesawat bertolak dari Karimunjawa pukul 12.30 WIB dan diperkirakan tiba di Semarang sekitar pukul 12.40 WIB.

“Momen rute baru merupakan pencapaian luar biasa bagi Wings Air. Kehadiran rute baru ini bagian dari kesungguhan Wings Air dalam mendekatkan jarak tanpa harus transit,” kata Operation Director Wings Air, Captain Redi Irawan. “Kami akan lebih banyak membawa wisatawan ke Karimunjawa seiring dengan tingginya permintaan pasar.”

Sebelumnya, anak usaha Lion Air tersebut dikabarkan berniat membuka rute penerbangan dari Pulau Karimunjawa menuju Surabaya PP. Wings Air sengaja memilih Kota Pahlawan lantaran kota ini telah terkoneksi dengan destinasi lainnya, selain rute penerbangan Lion Air Group dari dan ke Surabaya memang cukup banyak.

“Pulau Karimunjawa itu memiliki potensi wisata yang bagus, sudah ada bandaranya juga, jadi kami akan kaji dulu,” ujar Direktur Komersial Wings Air, Rudy Lumingkewas, beberapa waktu lalu. “Dengan dibukanya penerbangan langsung ke Karimunjawa, diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan para wisatawan dibandingkan lewat transportasi darat atau laut.”

Dengan batalnya Wings Air terbang ke Pulau Karimunjawa, saat ini hanya ada satu maskapai yang melayani rute Surabaya-Karimunjawa yaitu Airfast Indonesia. Rute ini dilayani empat hari kerja, mulai Senin hingga Kamis saja. Penerbangan dari Karimunjawa dilakukan pada Senin dan Rabu, sedangkan penerbangan dari Kota Pahlawan dilakukan Selasa dan Kamis.

Read more…

Minggu, 21 Oktober 2018

Akses Jalan Menuju Terminal 1 & 2 Bandara Juanda Belum Bisa Dilalui

Sidoarjo – Proyek pembangunan jembatan Jalan Raya Pabean, Sedati ternyata sudah rampung. Akan tetapi hingga kini kabarnya akses jalan antara Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Juanda tersebut masih belum dapat dilalui oleh para pengguna jalan. Pasalnya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo masih melanjutkan pengerjaan proyek perbaikan jembatan lain di sisi selatan, tepatnya di Desa Sedati Agung, dekat SPBU.



Menurut Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta menjelaskan bahwa jembatan Pabean memang sudah dibuka, namun hanya dapat dilalui oleh kendaraan kecil. Untuk kawasan pergudangan, kendaraan tetap diizinkan keluar masuk, namun hanya truk kecil. Sedangkan kendaraan yang kapasitasnya 20 kaki tidak boleh lewat. “Tunggu sampai pengeringan jembatan selesai,” paparnya, seperti dilansir JPNN.

Lebih lanjut Gusti menuturkan jika kondisi jembatan saat ini masih belum mampu menerima beban yang bertonase tinggi. Setelah pengecoran setidaknya butuh waktu yang cukup lama agar bisa benar-benar kering supaya fisik jembatan bisa awet.

Dari bulan September 2018 lalu akses jalan dari Terminal 1 ke Terminal 2 sudah dialihkan ke Jalan Raya Bypass Juanda. Gusti juga mengimbau para pengguna jalan supaya tidak terus melintas karena akses jalan di sisi selatan masih tertutup. “Pemberitahuan terkait renovasi jembatan baru sudah tertera,” ucapnya.

Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura 1 Yuristo Ardhi Hanggoro bulan lalu sudah menjelaskan jika Jembatan Pabean Sedati sedang direnovasi sejak 1 September – 15 Oktober 2018. “Akses jalan menuju Terminal 2 Bandara internasional Juanda dapat melalui Jalan Bypass Juanda,” ujar Yuristo.

Sementara itu, Sujono, penanggung jawab teknis CV Jati Jaya mengatakan bahwa sebenarnya pengerjaan jembatan Desa Sedati Agung sudah mulai dibangun awal Agustus 2018 lalu. Akan tetapi baru sisi utara dulu yang dikerjakan. Pasalnya jika dua sisi yang dikerjakan secara bersamaan, maka akan menutup akses jalan bagi kendaraan yang hendak melintas.

Pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada tanggal 10 Desember 2018 mendatang. Bahkan pembangunan itu mungkin dapat selesai lebih cepat dari target. Tetapi pihaknya khawatir jika pembangunan dilaksanakan pada saat musim hujan kemungkinan akan menghambat.

Read more…

Sabtu, 20 Oktober 2018

Rute Penerbangan Garuda Indonesia Surabaya-Jember PP Kembali Beroperasi

Jember – Penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat terhenti pada Kamis (18/10) akhirnya kembali beroperasi dari Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bandara Juanda Surabaya pergi pulang (PP) pada hari Jumat (19/10) kemarin. Sebagai informasi, penerbangan dari Jember ke Surabaya dan sebaliknya dibatalkan karena adanya permasalahan teknis pada pesawat.

“Hari ini pesawat Garuda rute Surabaya-Jember kembali beroperasi normal dan tepat waktu sesuai jadwal, setelah sehari mengalami pembatalan penerbangan pada Kamis. Hari ini (Jumat) jumlah penumpang dari Surabaya-Jember sebanyak 45 orang, sedangkan dari Jember-Surabaya sebanyak 70 orang atau penuh, sehingga jumlah penumpang yang menuju Surabaya lebih banyak,” ujar Manajer Garuda Indonesia Wilayah Jember Heru Joko Satria di Kabupaten Jember, seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan bahwa semua penumpang Garuda yang berangkat pada Jumat kemarin bukanlah penumpang yang melakukan penjadwalan ulang. Pasalnya semua penumpang telah diantarkan ke Bandara Juanda ketika penerbangan dibatalkan Kamis (18/10) lalu. “Biasanya okupansi penumpang Garuda selama weekend sekitar 82 persen, namun saat akhir pekan justru rute Jember-Surabaya yang penuh karena penumpang Garuda kategori orang bisnis,” jelas Heru.

Heru pun mengharapkan agar penerbangan pesawat Garuda Indonesia rute Surabaya-Jember PP ke depannya bisa berlangsung dengan lancar tanpa adanya pembatalan penerbangan untuk melayani masyarakat yang hendak bepergian dengan moda transportasi udara. Akan tetapi, apabila terjadi perbaikan pesawat dan hal teknis lainnya, pihaknya akan lebih mengutamakan keselamatan penerbangan.

Jadwal penerbangan rute Jember-Surabaya di Bandara Notohadinegoro Jember dilayani sebanyak 2 kali sehari, yaitu oleh Garuda Indonesia yang menerbangi Surabaya-Jember pada pukul 08.50-09.45 WIB dan Jember-Surabaya jam 10.20-11.15 WIB. Lalu ada juga maskapai Wings Air yang melayani penerbangan rute Surabaya-Jember pukul 11.00-11.50 WIB dan rute Jember-Surabaya memiliki jadwal keberangkatan pukul 12.15-13.10 WIB.

Salah satu warga Jember, Elya Anggraini berharap Garuda juga membuka rute lain di Bandara Notohadinegoro, misalnya rute Jember-Jakarta. Agar penumpang yang hendak ke Jakarta tak perlu transit terlebih dahulu di Bandara Juanda. “Saya berharap ada penerbangan rute Jember-Jakarta, sehingga Jember tidak kalah dengan Kabupaten Banyuwangi yang lebih dulu memiliki rute penerbangan ke Jakarta,” ucapnya.

Read more…

Jumat, 19 Oktober 2018

Kendala Teknis, Pesawat Garuda Indonesia Rute Surabaya-Jember PP Batal Terbang

Jember – Pada Kamis (18/10) kemarin, seluruh jadwal penerbangan pesawat Garuda Indonesia yang melayani rute Surabaya-Jember pergi pulang (PP) dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur terpaksa tidak beroperasi karena terkendala masalah teknis.

“Hari ini Garuda Indonesia rute Surabaya-Jember atau sebaliknya tidak beroperasi karena mengalami perbaikan. Tidak ada penerbangan dari Bandara Juanda ke Bandara Notohadinegoro atau sebaliknya. Pemberitahuan kepada penumpang sudah kami beritahukan semalam by sistem,” ucap Manajer Garuda Indonesia Area Jember Heru Joko Satria, seperti dilansir iNews.

Lebih lanjut Heru menjelaskan jika pihak maskapai memberi kompensasi berupa layanan transportasi gratis ke Surabaya. “Untuk penumpang yang masih datang ke Bandara kami fasilitasi dengan bus dan kendaraan Elf untuk ke Surabaya. Namun untuk mereka yang batal berangkat akan dikembalikan biaya tiketnya 100 persen. Yang akan mengubah jadwal penerbangan juga kita fasilitasi,” papar Heru.

Pihak Garuda Indonesia mengaku bertanggungjawab penuh atas pembatalan penerbangan tersebut. “Semua kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik bagi penumpang karena maskapai kami mengutamakan aturan keselamatan (safety regulations). Kami mengucapkan permohonan maaf atas pembatalan penerbangan itu,” kata Heru.

Heru mengharapkan agar operasional penerbangan dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara Juanda menuju Bandara Notohadinegoro (PP) bisa kembali berjalan normal pada hari ini, Jumat (19/10) agar bisa kembali melayani masyarakat yang hendak bepergian dengan moda transportasi udara.

Salah seorang penumpang bernama Nur Eliya yang hendak ke Jember mengaku kecewa dengan adanya pembatalan penerbangan dari pihak Garuda tersebut. Pasalnya Eliya seharusnya dijadwalkan terbang dari Bandara Juanda menuju Jember pukul 08.50 WIB. Tetapi pada Kamis jam 00.30 WIB ia memperoleh kabar bahwa pesawat batal berangkat.

“Dari hari Rabu itu sebenarnya sudah coba checking online tapi munculnya ‘destinasi anda tidak ditemukan’. Mungkin pikir saya masih ada kendala di checking online gitu. Saya terpaksa mengalihkan perjalanan menuju Jember dengan menggunakan kereta api karena batalnya penerbangan Garuda Indonesia rute Surabaya-Jember,” bebernya.

Read more…

Kamis, 18 Oktober 2018

PT AP I Kerja Sama dengan Australia Gelar Pelatihan untuk Personel Avsec

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I menjalin kerja sama dengan negara Australia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mengadakan Aviation Security Foundation Training & Advance Technology Implementation Training pada 30 personel Aviation Security (Avsec) PT AP I yang terdiri dari 25 personel dari Kantor Cabang Bandara Internasional Juanda dan 5 personel dari Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta di Hotel Premier Place Sidoarjo.

Pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan level kinerja Avsec PT AP I dan dilaksanakan selama 4 hari, sejak tanggal 16-19 Oktober 2018 besok. Acara itu dihadiri oleh perwakilan negara Australia yang diwakili oleh Konjen Australia di Surabaya Chris Barnes, Attache Transport OTS, Dept of Home Affair Australia, Adam Morton, Gary Rose trainer dari Australia dan PTS. General Manager Bandara Internasional Juanda Efrizal Chaniago.

“Terima kasih kepada PT Angkasa Pura I (Persero) karena pelatihan ini telah terselenggara selama 3 (tiga) tahun di Indonesia. Pelatihan ini didanai oleh Australia dan bertujuan agar keamanan transportasi udara menjadi lebih baik karena ancaman penerbangan dari tindakan terorisme semakin luas,” ujar Konjen Australia di Surabaya Chris Barnes, seperti dilansir dari situs resmi Bandara Juanda.

“Pelatihan ini diberikan kepada Aviation Security karena merupakan garda terdepan terkait proses screening di penerbangan, melalui pelatihan ini Aviation Security mendapatkan pelatihan terkait Explosive Trace Detection karena bahan peledak menjadi ancaman terbesar dalam dunia penerbangan. Pelatihan ini telah diberikan kepada lebih dari 500 Aviation Security dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Aviation Security harus siap terhadap ancaman terorisme, karena menjadi permasalahan global dan melalui pelatihan ini kita bekerja sama untuk menjalin kemitraan untuk menghadapi ancaman terorisme di penerbangan,” sambung Chris.

Pada kesempatan yang sama, PTS. General Manager Efrizal Chaniago berharap kerja sama yang terjalin bisa bertambah juga di bidang safety dan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF). “Pelatihan Aviation Security ini sangat baik untuk keamanan penerbangan antar negara terhadap ancaman terorisme, pelatihan ini bisa meminimalisir ancaman dengan cara pelatihan terkait ancaman bahan peledak di dalam penerbangan,” papar Chaniago.

Beberapa waktu lalu Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi juga menyatakan bahwa petugas Avsec adalah ujung tombak pelayanan di bandara yang bertugas untuk melindungi dan menjaga keamanan penerbangan.

Read more…

Rabu, 17 Oktober 2018

Bandara Juanda Bakal Bangun Terminal Khusus Umrah di Sisi Timur T1

Surabaya – Kondisi Bandara Internasional Juanda ketika jadwal penerbangan umrah memang cukup padat. PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda sendiri mengakui bahwa kepadatan tersebut disebabkan karena bercampurnya penumpang umum dengan penumpang umroh yang menjadikan suasana terminal padat.

Oleh sebab itu General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda, Heru Prasetyo telah meminta para penumpang untuk tetap tertib dan tidak meletakkan barang bawaannya di kursi ruang tunggu apalagi hingga posisi telentang. “Solusi sementara adalah akan mengerahkan petugas khusus untuk mengarahkan penumpang umrah agar lebih tertib. Belum ada larangan keluarga mengantarkan jemaah umrah,” ujar Heru, seperti dilansir Tribunnews.

Sebagai pihak pengelola Bandara Internasional Juanda, PT AP I nantinya akan menyiapkan solusi berupa pembangunan Terminal Khusus Umrah di Terminal 1 Bandara Juanda. Dengan demikian, nantinya para jemaah tak perlu lagi melalui Gate 11 dan Gate 12 di Terminal 1 (T1) Bandara Juanda. “Saat ini sudah dalam proses lelang untuk gedung khusus Terminal Umrah. Jadi satu dengan T1 di sisi Timur,” papar Heru.

Sisi timur dari Terminal 1 Bandara Juanda memang akan diperuntukkan sebagai terminal Umrah. Gedung khusus ini akan mengakomodir para pengantar dan penjemput jemaah. Tak cukup sampai di situ, AP I Juanda juga akan memperluas ketersediaan lahan parkir kendaraan di sana.

Hingga kini Bandara Juanda melayani penerbangan ibadah umrah hampir setiap hari. Setelah pelaksanaan musim ibadah haji, penerbangan umrah pun semakin padat. Setidaknya dalam 1 tahun penumpang khusus umrah di Bandara Juanda mencapai lebih dari 60.000 orang.

Sudah ada 3 maskapai yang menetapkan jadwal penerbangan ke Tanah Suci Mekah. Apalagi belum lama ini maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines (SAA) juga membuka rute penerbangan Surabaya-Jeddah untuk menjawab tingginya permintaan penerbangan umrah.

“Rute baru kami buka reguler Surabaya-Jeddah, dengan frekuensi 4 kali seminggu di bulan Oktober 2018 ini. Ke depan, kalau ada peningkatan permintaan, kami tambah frekuensi dan kapasitas untuk rute baru ini,” ujar Nawaf Al Jakthami, AVP International Sales SAA, Rabu (10/10), seperti dilansir Tribunnews.

Read more…