Rabu, 31 Agustus 2016

Nekat, 4 Wanita Berjilbab Selundupkan Sabu Lewat Bandara Juanda

Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkat 4 perempuan asal Aceh dan Medan yang menjadi kurir narkoba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Keempat wanita berjilbab yang menjadi kurir narkotika ini langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Empat wanita yang ditangkap tersebut bernama Qoriah (27), Ayunda Linarti (33), Lizamaiza (19), dan Nurfazilah (27). Mereka masing-masing membawa 500 gram sabu-sabu dari Aceh untuk dikirim ke Madura.
Agar lolos dari pemeriksaan petugas bandara, kurir narkoba ini menyelundupkan obat-obatan terlarang tersebut di balik jilbabnya. Sementara itu yang lainnya disembunyikan di celana dalam.
“Empat tersangka diduga melakukan pemufakatan jahat terkait dengan masalah pengedaran narkotik jenis sabu-sabu,” ujar Humas Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Andri Tri Wibowo, Senin (29/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo, masing-masing perempuan yang menjadi kurir itu memperoleh imbalan Rp 7,5 juta dari bandar narkoba yang berada di Aceh.
Nurfazilah dan Qoriah mengaku telah 2 kali berusaha meloloskan sabu dari Bandara Juanda. Aksi pertama berjalan lancar. Kedua kurir ini terpaksa melakukan aksinya untuk yang kedua kali lantaran imbalan pertama belum dibayarkan oleh Ruslina. “Kalau tidak mau, imbalan yang pertama tidak akan cair,” aku Nurfazilah.
Mereka berempat akan segera disidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo dan dikenai pasal 112 dan 114, UU nomor 35 tentang narkotika dan terancam hukuman 20 tahun kurungan penjara.

Read more…

Selasa, 30 Agustus 2016

Dukung Fasilitas Bandara Juanda, AP I Latih Kendaraan Runway Terbaru

Guna meningkatkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) di Bandara Internasional Juanda, Selasa (30/8) ini PT Angkasa Pura I Juanda selaku operator bandara melakukan pelatihan teknik kendaraan runway sweeper. Sebanyak 10 orang pegawai Dinas Landasan PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Juanda menjalani pelatihan teknik terhadap kendaraan runway sweeper terbaru tersebut.

Pelatihan teknik kendaraan runway sweeper itu sendiri dilakukan di pool kendaraan Bandara Juanda. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono, pelatihan teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan fasilitas dan SDM PT Angkasa Pura I Juanda. “Dengan tambahan kendaraan runway sweeper baru, sekarang sudah ada 3 kendaraan yang selalu stand by untuk keselamatan penerbangan di Bandara Juanda,” kata Yuwono.
Selain untuk meningkatkan fasilitas, ditambahkan Yuwono, pelatihan teknis ini juga difungsikan untuk mendukung kegiatan perbaikan landasan bandara yang saat ini tengah berlangsung. “Pelatihan teknis ini juga untuk menyokong proyek perbaikan landasan pacu yang kini tengah berlangsung,” sambung Yuwono.
Landasan pacu (runway) Bandara Juanda sendiri saat ini memang sedang diperbaiki. Perbaikan landasan pacu itu sudah dimulai pada tanggal 18 Juli lalu dan dijadwalkan rampung pada 16 Desember 2019 mendatang. Untuk tahap awal, proyek itu akan dikerjakan dalam waktu tiga bulan dan selesai pada 17 Oktober mendatang untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut.
Sejak pertama kali beroperasi hingga sekarang, landasan pacu Bandara Juanda masih memiliki panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Meski sudah cukup lama, namun landasan pacu ini masih memenuhi standar internasional dan mampu didarati pesawat besar jenis Boeing 747 atau Airbus 330.

Read more…

Senin, 29 Agustus 2016

Bandara Juanda Berikan 300 Paket Sembako kepada Warga Miskin

Selain terus meningkatkan layanan dan fasilitas di Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura I Juanda juga memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang tidak mampu. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya program “Menjalin Kasih” oleh PT Angkasa Pura I Juanda pada hari Senin (29/8) ini.

Program “Menjalin Kasih” ini merupakan program kemitraan dan bina lingkungan Bandara Internasional Juanda dengan memberikan bantuan kepada sekitar 300 warga kurang mampu yang dilakukan di Balai Desa Segoro Tambak, Sedati, Sidoarjo. Program kemitraan dan bina lingkungan ini membagikan 300 paket sembako bagi para janda yang kurang mampu di desa-desa pesisir di sekitar Bandara Juanda.
Adapun desa-desa pesisir yang menerima bantuan adalah Desa Segoro Tambak, Desa Tambak Cemandi, Desa Banjarkemuning, dan Desa Gisik Cemandi. Masing-masing desa tersebut menerima 75 paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 kotak teh celup.
“Bantuan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi warga,” kata Corporate Social Responsibility Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Dayu Suryaningrum. “Kami juga berharap ke depannya PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Juanda dapat memberikan bantuan yang lebih baik kepada warga yang berada di wilayah Ring I Bandara Juanda.”
Sementara itu, mewakili penerima bantuan, Kepala Desa Segoro Tambak, Bahrul Ulum, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Angkasa Pura I Juanda. “Kami menyambut baik dan berterima kasih atas program CSR yang dilaksanakan PT Angkasa Pura I Juanda,” katanya.

Read more…

Minggu, 28 Agustus 2016

Dugaan Paspor Palsu, 117 Jemaah Haji Keberangkatan dari Juanda Ditahan di Filipina

Dari 177 calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia yang tertahan di negara Filipina, ternyata 2 di antaranya merupakan warga Sidoarjo. Mereka adalah Atmadji bin Sutrisno (66) dan Sukamti nitin Supardi (62). Keduanya merupakan pasangan suami istri yang tinggal di Gajah Magersari, Kecamatan Sidoarjo.

Atmadji dan Sukamti berangkat sekitar pukul 17.00 WIB dari Bandara Internasional Juanda ke Filipina dan sempat transit di Jakarta. Anak pasutri tersebut, Rizki mengungkapkan, “Sebelumnya, saya kirim SMS, ibu mengabarkan bahwa posisinya masih di Filipina mau berangkat ke Madinah.”
Tak disangka 177 CJH dari Indonesia tersebut ditahan oleh pemerintah Filipina karena adanya dugaan pemakaian paspor palsu. “Setelah saya SMS itu, tidak ada kabar sama sekali,” kata Rizki.
Selain warga Sidoarjo, ada juga 10 CJH asal Pasuruan yang ditahan di Filipina. Jemaah haji tersebut sama-sama berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah, Pandaan. Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf memperingatkan agar KBIH lainnya lebih cermat lagi dalam mengatur keberangkatan haji para jemaahnya.
“Kami warning KBIH-KBIH di Kabupaten Pasuruan agar ini tidak terjadi lagi. Jangan coba-coba ambil langkah ini,” ujar Gus Irsyad.
Lebih lanjut Gus Irsyad menegaskan jika ia akan turut bertanggungjawab mengurus warganya yang tertahan di Filipina. “Nanti misalnya ada kepastian mereka dipulangkan, dari Juanda ke Pasuruan tanggungjawab saya, akomodasi dan transportasi Pemkab yang tanggung. Keluarga tidak perlu ke Surabaya, nanti cukup ke Kecamatan Pandaan,” tuturnya.

Read more…

Jumat, 26 Agustus 2016

Tertunda 24 Jam, Calon Haji Embarkasi Surabaya Akhirnya Diberangkatkan

Setelah gagal terbang, akhirnya 445 calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 40 Embarkasi Surabaya Jumat (26/8) siang diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekah dari Bandara Internasional Juanda. Para jemaah haji itu diberangkatkan menggunakan pesawat dari maskapai Saudi Arabia Airlines dengan nomor lambung SV-5413 pada sekitar pukul 12.00 WIB.
447 Calon Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Kloter 40
Sebelumnya, ratusan calon jemaah haji ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis (25/8) pagi kemarin. Namun, karena pesawat mengalami kerusakan mesin, akhirnya pemberangkatan calon jemaah haji tersebut ditunda hingga 24 jam.
Menurut informasi dari petugas bagian Hubungan Masyarakat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, kerusakan pesawat terjadi pada komponen spoiler di bagian sayap. Untuk memperbaikinya, spare part tersebut harus didatangkan dari Jakarta atau Singapura.
“Sekarang sudah diberangkatkan,” jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim, Mahfud Shodar. “Petugas terus berkoordinasi dengan maskapai Saudi Arabia Airlines agar keberangkatan calon jemaah haji tersebut bisa berjalan lancar.”

Read more…

Kamis, 25 Agustus 2016

Pesawat Rusak, Ratusan Calon Haji Embarkasi Surabaya Gagal Terbang

Sebanyak 445 calon jamaah haji kelompok terbang (kloter) 40 Embarkasi Surabaya yang sedianya berangkat ke Tanah Suci pada hari ini (25/8) melalui Bandara Juanda gagal terbang. Pasalnya, pesawat Saudi Arabia Airlines yang bakal mengangkut calon jamaah haji tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesin. 

Sebelumnya, calon jamaah dijadwalkan terbang dari Bandara Juanda menuju Mekah pada Kamis pagi pukul 07.10 WIB. Namun, ketika akan proses naik pesawat, rombongan ini menerima informasi bahwa pesawat dengan nomor lambung SV-5413 yang akan mereka tumpangi mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
“Memang, jam 7 pagi tadi sudah take off,” terang Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sakur. “Tetapi, ketika akan naik pesawat, kru mengabarkan bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin.”
Karena waktu selesai perbaikan belum bisa dipastikan, petugas PPIH Embarkasi Surabaya bersama kru Saudi Arabia Airlines memutuskan membawa rombongan calon jamaah haji ke salah satu hotel di Surabaya. “Calon jamaah dibawa ke salah satu hotel di Surabaya agar mereka tidak stres dan kelelahan,” sambungnya.
Sementara untuk kepastian kloter 40 berangkat ke Saudi Arabia, Sakur mengatakan pihaknya masih belum mengetahui dan menunggu kabar dari maskapai, apakah didatangkan pesawat cadangan atau dengan cara lain. “Kami tetap berkoordinasi dengan pihak maskapai Saudi Arabia Airlines,” tutupnya.

Read more…