Selasa, 06 Desember 2016

Sajian Live Langgam Jawa Hibur Penumpang di Bandara Juanda

PT Angkasa Pura I melakukan segala upaya untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penumpang di Bandara Internasional Juanda, terlebih menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru sebentar lagi. Terbaru, pengguna jasa Bandara Juanda kini dapat menikmati hiburan berupa sajian langgam Jawa yang dinyanyikan para sinden dan juga duta bandara secara live.

Seperti terlihat pada Senin (5/12) kemarin, suara lembut sinden terdengar merdu di antara ratusan penumpang yang tengah duduk santai menunggu keberangkatan di Bandara Juanda. Diiringi musik gamelan, lengkingan sang sinden itu makin terdengar indah di telinga. “Kami biasa manggung hingga pukul 15.00 WIB untuk menghibur penumpang,” kata sang sinden.
Tidak cuma langgam Jawa saja, para sinden tersebut juga menyanyikan lagu pop yang dilantunkan ala langgam Jawa. Hal ini dilakukan karena banyak penumpang yang belum begitu familiar dengan langgam Jawa. “Kreatif dan unik. Ini yang membuat Bandara Juanda berbeda,” kata salah seorang penumpang bernama Kurnia Yahya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono, mengatakan bahwa jelang musim liburan Natal dan Tahun Baru, pihaknya memang berusaha memanjakan penumpang dengan menyuguhkan sajian khas budaya Jawa Timur. “Suasana culture port harus kami ciptakan untuk memberi kenyamanan pada penumpang sebelum mereka terbang,” kata Yuwono.
Selain menampilkan para sinden, sajian culture port itu juga “memaksa” para Duta Bandara Juanda untuk ikut tampil. Para perempuan pilihan tersebut dituntut untuk setidaknya bisa melantunkan langgam Jawa. “Nyinden itu lebih rumit karena cengkok nadanya cukup sulit. Tetapi, memang asyik kalau bisa nyinden,” kata Riri, sala seorang Duta Bandara Juanda.

Read more…

Senin, 05 Desember 2016

Natal dan Tahun Baru, Maskapai Mulai Ajukan Extra Flight di Bandara Juanda

Sejumlah maskapai penerbangan mulai mengajukan extra flight atau jadwal terbang tambahan di Bandara Internasional Juanda guna menyambut peak season saat libur Natal dan Tahun Baru. Pengajuan penerbangan tambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan naik selama akhir tahun.

Maskapai Citilink misalnya, telah mengajukan extra flight selama tujuh hari ketika libur Natal dan Tahun Baru. “Kami mulai memberlakukan extra flight pada penerbangan tanggal 23 Desember 2016,” jelas perwakilan Citilink Surabaya, Soedjoko Delijo.
“Rute extra flight memang paling banyak untuk Surabaya-Denpasar PP,” sambungnya. “Yakni, mulai dua hari jelang Natal pada 23-24 Desember 2016 dan pada tanggal 26-30 Desember 2016. Permintaan tiket untuk liburan juga mulai meningkat.”
Ditambahkan Delijo, pihaknya juga telah mengajukan extra flight secara resmi ke pengelola Bandara Juanda, yaitu PT Angkasa Pura I. “Kami berharap pengajuan penerbangan tambahan ini bisa terealisasi,” lanjut Delijo.
Kabar bahwa sudah ada beberapa maskapai yang telah mengajukan extra flight dibenarkan oleh General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono. “Beberapa maskapai memang telah mengajukan extra flight. Tetapi, hal tersebut masih kami koordinasikan dengan otoritas bandara dan juga Airnav,” terang Yuwono.
Ditambahkan Yuwono, pihaknya selaku pengelola bandara juga akan mengantisipasi membanjirnya penumpang dengan membuat kondisi nyaman di terminal, baik di ruang tunggu maupun di lobi bandara. “Kami juga mendesak kepada maskapai penerbangan agar tak sering terjadi delay. Karena, semakin banyak delay, maka penumpang di bandara semakin menumpuk,” tandas Yuwono.

Read more…

Minggu, 04 Desember 2016

Jumlah Meningkat, Gus Ipul Ingin Pengawasan Wisman di Bandara Juanda Diperketat

Surabaya – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama bulan Oktober 2016 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1.040.700 orang, naik 18,55% dari periode yang sama tahun 2015 lalu.
Jumlah wisman Oktober 2016 yang masuk lewat 19 pintu utama sebanyak 939.900 orang, sedangkan jumlah wisman yang masuk di luar 19 pintu utama sebanyak 100.800 orang. Selama Oktober 2016, wisman yang masuk ke Indonesia didominasi dari negara China, yakni sebesar 12,43%. Sedangkan yang lain berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang.
foto:Panoramio

Para wisman tersebut masuk melalui 19 pintu utama, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Kualanamu, Batam, Sam Ratulangi, Juanda, Entikong, Adi Soemarmo, Minangkau, Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Pinang, Bandara Internasional Lombok, Hasanuddin, Sepinggan, Sultan Syarif Kasim II, Adi Sucipto, Husein Sastranegara, Pelabuhan Tanjung Uban, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf ingin sejumlah instansi terkait untuk memperketat masuknya warga negara asing (WNA) ke kawasan Jatim. Selain itu, pria yang akrab disebut Gus Ipul ini juga berharap adanya pengawasan lebih di tempat tinggal WNA seperti di apartemen. “Kita harus selalu waspada dan memantau masuknya warga negara asing ke Jawa Timur,” ujar Gus Ipul, Sabtu (3/12).
Sedangkan Kepala Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur Budi Sulaksana mengungkapkan bahwa banyak WNA yang masuk ke Indonesia dan melanggar aturan keimigrasian, sehingga harus dideportasi alias dipulangkan ke negara asalnya. “Jika mereka menyalahgunakan kewenangannya, serta berurusan dengan hukum, ya ditindak sesuai hukum,” ucap Budi.
Kelak Kemenkumham dengan instansi terkait berencana memeriksa tempat-tempat yang biasanya dikunjungi dan dijadikan tempat bermukim WNA seperti hotel, ruko, apartemen, maupun Bandara Juanda, untuk mendata jumlah orang asing di Jatim. “Kami akan operasi di bandara, hotel, ruko, perumahan, atau tempat yang berpotensi dikunjungi warga asing. Kalau ada yang melanggar, kita tindak serius,” tegasnya.

Read more…

Sabtu, 03 Desember 2016

Tingkatkan Keamanan, PT AP I Gelar Diklat AVSEC di Bandara Juanda

Surabaya – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan di area bandara, PT Angkasa Pura (AP) I unit Training and Development Group menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) Initial Senior AVSEC Angkatan IX, X, dan XI tahun 2016 mulai 28 November hingga 23 Desember 2016 di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Diklat tersebut dilaksanakan di Graha Widya Bhakti dan Bandara Juanda Surabaya. Peserta diklat berasal dari kalangan pegawai PT AP I yang tergabung dalam Aviation Security (Avsec) berjumlah 60 peserta dari seluruh 13 cabang yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero).
Acara diklat ini dibuka oleh Training Management Department Head, Barata Singgih Riwahono. Lewat sambutannya, Barata mengungkapkan bahwa diklat dilakukan untuk memberi bekal pada para peserta tingkat senior Avsec dalam hal skill manajerial, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pelatihan yang lebih intensif serta standar kompetensi personel supaya dapat melaksanakan tugasnya di kawasan bandara.
Diklat tersebut berlangsung selama sebulan berdasar kurikulum Training Procedure Manual (TPM) Center for Excellence PT AP I dan disahkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Selain Bandara Juanda, diklat serupa juga digelar oleh Bandara Sam Ratulangi Manado dengan bekerjasama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian, dan Keamanan Hasil (BKIPM) kelas II Manado. “Kami terus meningkatkan keamanan dan keselamatan di bandara, sebab hal itu faktor utama,” kata General Manager PT AP I Bandara Sam Ratulangi, Nugroho Jati.

Read more…

Jumat, 02 Desember 2016

PT AP I Beri Materi Seputar Bandara Juanda di SMK Penerbangan Sidoarjo

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Juanda melalui program BUMN Hadir untuk Negeri mewujudkan pengabdian terhadap masyarakat dengan menggelar program BUMN mengajar pada (30/11) di SMK Penerbangan Dharma Wirawan Juanda yang berlokasi di Jl. Abdulrahman No. 49, Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan mengangkat tema Yang Muda Yang Semangat Berkarya.

Dalam program ini General Manajer PT AP 1 Juanda Surabaya, Yuwono menjadi guru sehari di SMK Penerbangan Dharma Wiraman Sidoarjo. Kolonel penerbang TNI AL tersebut memberikan materi seputar Bandara Juanda.
“Adapun materi pengajarannya lebih pada mengenalkan PT Angkasa Pura I sebagai BUMN kebandar udaraan kepada masyarakat.  Karena selama ini, masyarakat khususnya pelajar sekolah yang belum memahami terkait pelayanan yang diberikan dari Angkasa Pura,” ujarnya.
“Saya dulu juga penerbang. Lha kok sekarang jadi GM. Kalian juga bisa bekerja di Angkasa Pura menggantikan saya,” kata Yuwono di hadapan lebih dari 200 siswa kelas XII.
Program BUMN Mengajar tersebut mengusung konsep dialog interaktif yang diharapkan dapat lebih mudah dimengerti oleh siswa. Selain itu para peserta juga diizinkan untuk bertanya pada pematerinya. Bahkan pihak PT AP I Juanda juga mempersiapkan doorprize sebagai penambah semangat bagi siswa yang mengajukan pertanyaan bagus.
SMK Penerbangan Dharma Wirawan sendiri merupakan sekolah yang ditujukan untuk jurusan penerbangan. Lulusan sekolah penerbangan tersebut nantinya dapat langsung diperkerjakan sebagai mekanik pesawat atau profesi lain yang menyangkut bidang penerbangan.

Read more…

Kamis, 01 Desember 2016

Jelang Demo 212, Jumlah Penumpang dari Bandara Juanda ke Jakarta Melonjak

Sidoarjo – Menjelang aksi Bela Islam III pada tanggal 2 Desember 2016 besok, sejumlah 450 personel Polresta Sidoarjo akan disiagakan di sejumlah daerah untuk pengamanan.

“Meski hingga kini belum ada informasi atas pergerakan massa dari Sidoarjo ke Jakarta, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif menyusul adanya aksi 2 Desember,” ujar Kapolresta Sidoarjo AKBP Muh Anwar Nasir.
Menurut Anwar hingga kini pihaknya masih belum menerima informasi terkait pergerakan massa, sebab pihak Polresta telah mengupayakan berbagai hal untuk menjaga keamanan di masyarakat. Pada Selasa (28/11) pihaknya melakukan silaturahmi dengan tokoh dan deklarasi damai di Pendopo Sidoarjo. “Dari sana kita sudah mengetahui dan alhamdulillah masyarakat Sidoarjo sepakat untuk tidak ikut aksi damai besok,” ujarnya.
Walau demikian, kepolisian tetap berjaga-jaga dan memberikan pengamanan ketat di sejumlah lokasi di Sidoarjo seperti Terminal Bungurasih, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Krian, hingga terminal Bandara Juanda. 
“Barangkali ada beberapa kelompok kecil yang tetap berangkat ke Jakarta. Makanya tetap kita lakukan antisipasi di beberapa titik vital. Namun, kami tetap menyarankan agar masyarakat bisa mengaspirasikan pendapatnya di Sidoarjo saja,” katanya.
Sementara itu pada Rabu (30/11) terpantau adanya peningkatan calon penumpang pesawat di Bandara Juanda, Surabaya menuju ke Jakarta. Pihak PT Angkasa Pura (AP) I sendiri menegaskan jika pihaknya tak akan menambah jam terbang pesawat dari Surabaya ke Jakarta pada 1 dan 2 Desember besok.
Demi memperlancar arus penumpang, khususnya tujuan Jakarta, AP I mengimbau semua maskapai untuk mengurangi angka penundaan (delay) jam terbang. Dari 60 penerbangan ke Jakarta, semua jadwal penerbangan reguler Surabaya-Jakarta masih sama seperti biasanya.

Read more…