Jumat, 22 Juni 2018

Keren, Juanda Kembali Dinobatkan Sebagai Bandara Paling Tepat Waktu

Jakarta – Bandara Internasional Juanda Surabaya kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di mata dunia. Bandara yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini kembali menyabet gelar sebagai bandara paling tepat waktu se-Asia Tenggara menurut lembaga analis perjalanan udara dunia.

Berdasarkan survei independen yang dilakukan oleh perusahaan OAG yang berbasis di Inggris dan diterbitkan dalam laporan OTR Ozon Flightview OPP April dan Mei 2018, Bandara Internasional Juanda mencatatkan prestasi sebagai bandara paling tepat waktu di Asia Tenggara selama 2 bulan berturut-turut, yakni April dan Mei 2018.

Dari penelitian OAG tersebut didapatkan hasil bahwa Bandara Juanda telah melayani lebih dari 3.000 penerbangan dalam sebulan, melampaui Changi Airport Singapura. Pada bulan April 2018 lalu catatan ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) Bandara Juanda ada di angka 95,5%, lebih tinggi dari Bandara Internasional Changi Singapura yang hanya 87,1%.

Prestasi ketepatan waktu tersebut juga diikuti oleh Bandara Supadio di Pontianak yang meraih posisi ke-2 dengan persentase OTP sebesar 90,2%. Sedangkan di posisi ke-3 ada Samui Airport Thailand dengan persentase sebesar 80,9%.

Kemudian pada bulan Mei 2018, bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I ini mencatatkan kenaikan ketepatan waktu (OTP) menjadi 94,8%. Kinerja ketepatan waktu tersebut mengacu pada catatan kedatangan dan keberangkatan, dalam batas waktu 15 menit dari waktu yang dijadwalkan.

“Kinerja tepat waktu adalah salah satu tolok ukur terpenting dalam industri penerbangan global. Pengakuan internasional ini dicapai dengan dukungan dari setiap pemangku kepentingan, seperti maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Angkatan Laut Indonesia, penyedia layanan ground handling dan penumpang,” ujar Faik Fahmi, Direktur PT Angkasa Pura 1 (Persero), seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Faik menjelaskan bahwa hasil riset bulanan OAG ini sekaligus melengkapi deretan prestasi yang pernah diraih oleh Bandara Juanda sebelumnya. Tahun lalu kabarnya berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga sama, Bandara Juanda dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu di dunia dengan persentase OTP mencapai angka 90,3%.

Read more…

Rabu, 13 Juni 2018

Traffic Penerbangan Tinggi, Sehari Ada 10 Pesawat yang Delay di Bandara Juanda

Surabaya – Selama arus mudik kali ini, traffic penerbangan di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jawa Timur rupanya cukup tinggi. Sampai H-4 Lebaran pada Senin (11/6), banyak penerbangan di Bandara Juanda yang mengalami delay atau keterlambatan.

Setiap 30 menit announcer di Terminal 1 Bandara Juanda menyampaikan permohonan maaf pada penumpang lantaran ada beberapa penerbangan yang mengalami delay. “Delay selama arus mudik di Bandara Juanda tergolong wajar. Tidak sampai ekstrem lebih dari tiga jam. Delay antara 30-60 menit. Wajar saat traffic penerbangan padat,” ujar Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda Yuristo Ardi Hanggoro, seperti dilansir Tribunnews.

Berdasarkan laporan di lapangan, rupanya setiap hari rata-rata terdapat 10 penerbangan yang mengalami delay selama arus mudik Lebaran 2018. Menurut Yuristo, delay terjadi lantaran sejak di bandara keberangkatan telah mengalami keterlambatan. Tetapi ada juga delay yang terjadi karena ingin memastikan kondisi pesawat untuk keselamatan penerbangan. “Sehari memang bisa 8-10 terjadi delay selama arus mudik ini,” papar Yuristo.

Terlebih karena pada masa angkutan Lebaran ini Bandara Juanda mengoperasikan 31 penerbangan tambahan (extra flight). Beberapa rute seperti Surabaya-Jakarta, Surabaya-Balikpapan, dan Surabaya-Makassar selalu banyak permintaan. “Jurusan ini memang banyak peminat. Kami berlakukan tarif batas atas saat arus mudik,” ungkap Manajer Lion Surabaya, Kholid Widodo.

Selain penumpang yang ingin berlibur, Bandara Juanda juga dipadati oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak pulang ke kampung halaman. Sekitar lebih dari 2.400 TKI tiba di Bandara Juanda dari Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia. Menurut Staf Perlindungan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Eko Marlianto, TKI tersebut berasal dari berbagai negara. Yang paling banyak berasal dari Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Brunei Darussalam. “Taiwan masih menduduki peringkat pertama,” tuturnya.

Sampai hari Senin dini hari, jumlah penumpang yang datang dan pergi di Bandara Juanda cukup tinggi. Berdasarkan data dari posko mudik Lebaran, jumlah penumpang domestik mencapai 228 ribu orang, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 209 ribu orang. Sedangkan penumpang internasional mencapai 24 ribu orang, melebihi tahun lalu yang hanya 20 ribu orang.

Read more…

Selasa, 12 Juni 2018

Lebaran 2018, Harga Tiket Pesawat Jember-Surabaya Tidak Naik

JEMBER – Umumnya, maskapai penerbangan akan menaikkan harga tiket pesawat hingga berkali-kali lipat di momen mudik dan balik Lebaran, karena tingginya permintaan dari masyarakat. Namun, untuk rute penerbangan Jember-Surabaya, yang menghubungkan Bandara Notohadinegoro dengan Bandara Internasional Juanda, tidak ada kenaikan harga tiket alias masih normal dalam momen Lebaran 2018.

“Untuk kenaikan (harga tiket), tidak ada. Harga terendah dari kami tetap ada di angka Rp315 ribu per seat, sedangkan untuk batas atas, kami tetap mematuhi aturan di angka Rp602 ribu per seat,” jelas Kepala Perwakilan Garuda Indonesia cabang Jember, Heru Joko Satria, dilansir Detik. “Kami selama ini tidak ada perubahan, demikian juga saat Lebaran saat ini.”

Joko menambahkan, jika masyarakat tidak percaya, bisa langsung mengecek di penjualan tiket Garuda Indonesia, utamanya yang dijual secara online selama musim mudik Lebaran 2018. Masyarakat bisa melihat secara langsung bahwa Garuda Indonesia tidak menaikkan tarif di atas ambang batas yang telah ditentukan. “Semua ini dapat dilihat secara auto-pricing. Kami tidak ada permainan harga sama sekali,” tandas Joko.

Senada, Kepala Wings Air cabang Jember, Fiki Mauwidah Faid, menuturkan bahwa pihaknya juga tidak menaikkan tiket pesawat untuk rute Jember-Surabaya. Untuk harga terendah, masih berada di kisaran Rp381 ribu per penumpang, sedangkan harga tertinggi berada di kisaran Rp580 ribu per penumpang. “Tidak ada kenaikan harga tiket,” kata Fiki, singkat.

Sementara itu, berdasarkan tinjauan di lapangan, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, mengatakan bahwa harga tiket pesawat masih normal dan di ambang batas kewajaran sesuai yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan. Harga tiket pesawat Garuda Indonesia Jember-Surabaya tertinggi sebesar Rp602 ribu, sedangkan harga tiket pesawat Wings Air termahal sebesar Rp515 ribu.

“Kenaikan harga tiket pesawat menjelang Lebaran yang tidak wajar bisa menyebabkan masyarakat yang akan mudik menjadi resah, sehingga kami melakukan pengecekan untuk memantau harga tiket Jember-Surabaya,” katanya seperti dilansir Antara. “Alhamdulillah, harga tiket masih normal dan masih di ambang batas kewajaran.”

Read more…

Senin, 11 Juni 2018

Lagi, Bandara Juanda Paling Tepat Waktu di Kawasan Asia Tenggara

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda sekali lagi mencatatkan prestasi di level internasional. Paling baru, pelabuhan udara yang secara administratif berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut ditetapkan sebagai bandara paling tepat waktu se-Asia Tenggara sepanjang Mei 2018, di kategori lalu lintas di atas 3.000 penerbangan selama satu bulan, sekaligus mempertahankan prestasi yang diraih pada bulan sebelumnya.



“Penilaian tersebut berdasarkan hasil riset independen yang dilakukan oleh lembaga analis perjalanan udara terkemuka asal Inggris, OAG, melalui laporan OAG Flightview Monthly OTP (on-time performance) Report Mei 2018,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Israwadi, seperti dilansir Berita Satu. “Bandara Juanda tercatat sebagai bandara paling tepat waktu di Asia Tenggara dengan tingkat OTP 94,8 persen.”

Ia menambahkan, tingkat OTP Bandara Juanda ini jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat OTP Bandara Internasional Changi di Singapura, yaitu 87,6 persen, yang menduduki posisi keempat di Asia Tenggara. Sebelumnya, di bulan April 2018, tingkat OTP Bandara Juanda sebesar 95,5 persen. “Posisi ketiga ada Bandara Chiangmai, Thailand dengan OTP 90 persen, disusul Bandara Yangon di Myanmar dengan OTP sebesar 88,3 persen,” sambung Israwadi.

OTP sendiri merupakan salah satu tolok ukur layanan terpenting di industri penerbangan secara global. Sebagai informasi, peringkat OTP oleh OAG selama bulan Mei 2018 kemarin diolah berdasarkan data OAG Flightview yang mencatat data penerbangan selama satu bulan untuk menunjukkan kinerja ketepatan waktu bandara terbaik.

Sebelumnya, pada bulan April 2018, Bandara Juanda juga ditetapkan sebagai bandara paling tepat waktu se-kawasan ASEAN. Secara global, Bandara Juanda termasuk dalam peringkat Top 100 Global Airport Performance OTP dengan menduduki peringkat ke-29 di bulan April 2018. Tahun lalu, OAG juga sempat menobatkan Bandara Juanda sebagai bandara paling tepat waktu di dunia tahun 2016 dengan tingkat OTP sebesar 90,3 persen.

Read more…

Minggu, 10 Juni 2018

Jumlah Pemudik & Pergerakan Pesawat di Bandara Juanda Mulai Meningkat

Jakarta – Pada Sabtu (9/6) arus penumpang di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Posko Mudik di Bandara Juanda, apabila dibandingkan dengan data penumpang pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang tahun ini mengalami kenaikan lebih dari 10%.



Apabila pada Lebaran tahun lalu Bandara Juanda dipadati 54.000 penumpang, maka untuk arus mudik Lebaran 2018 kali ini terdapat sekitar 62.000 penumpang. Lonjakan penumpang ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari Senin (11/6).

Menurut General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda, Heru Prasetyo, peningkatan arus mudik akan terus terjadi hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriah. “Peningkatan hari kedua posko mudik ini sudah 13 persen lebih,” paparnya.

Selain arus penumpang, aktivitas penerbangan dan pengiriman barang (kargo) di Bandara Internasional Juanda juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Dari data yang ada, jumlah pesawat tercatat sebanyak 472 pesawat atau meningkat sebesar 17,7 persen dari periode sebelumnya sebanyak 401 pesawat,” ungkap Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya Yuristo, Sabtu (9/6).

Sementara itu, untuk pergerakan kargo di Bandara Juanda juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yakni mencapai 39,8% dibandingkan hari kedua Posko Lebaran 2017 sebesar 356.471 pengiriman barang. “Kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari mengingat kegiatan ini merupakan acara tahunan, termasuk juga mempersiapkan pos komando untuk memudahkan pemantauan terhadap arus mudik dan juga arus balik Lebaran tahun 2018,” jelas Yuristo.

Untuk menunjang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018, Bandara Internasional Juanda akan beroperasi selama 24 jam penuh. Pengoperasian Bandara Juanda selama 24 jam berlangsung sejak tanggal 7 Juni 2018 lalu hingga tanggal 24 Juni 2018 mendatang. “Seluruh petugas dan juga fasilitas yang ada di Bandara Internasional Juanda disiagakan selama 24 jam pada tanggal tersebut,” beber Yuristo.

Puncak arus mudik Lebaran di Bandara Juanda berlangsung pada H-5 dan H-6 Lebaran atau pada 8-9 Juni 2018. “Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H plus 3 sampai dengan H plus 4 yaitu pada Selasa 19 Juni 2018 dan Rabu 20 Juni 2018,” tutupnya.

Read more…

Sabtu, 09 Juni 2018

Citilink Resmi Terbang Perdana dari Bandara Juanda ke Kertajati

Jakarta – Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia resmi terbang perdana dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) Kertajati, Majalengka pada hari Jumat (8/6) kemarin. Penerbangan komersial tersebut menggunakan pesawat Airbus A320-200 bernomor QG 9820.

“Penerbangan perdana ini merupakan bagian dari penerbangan extra flight untuk mengakomodir penumpang yang hendak mudik Lebaran di kampung halaman masing-masing,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR, Ranty Astari, di Kertajati, Jumat (8/6), seperti dilansir Liputan 6.

Dibukanya penerbangan dari Surabaya ke Majalengka pergi pulang (PP) ini diharapkan bisa memudahkan akses transportasi para penumpang yang bermukim di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian barat selama musim mudik Lebaran 2018. Maskapai Citilink sendiri dijadwalkan menerbangi rute Surabaya-Majalengka secara reguler mulai tanggal 1 Juli 2018 mendatang.

“Citilink melihat prospek pertumbuhan penumpang dari dan menuju Bandara Kertajati sangat positif, sehingga memungkinkan untuk melakukan penerbangan reguler,” beber Ranty.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi yang mewakili Gubernur Jatim dalam penerbangan perdana tersebut berpendapat bahwa pembukaan rute Juanda-Kertajati adalah pilihan yang tepat. Pasalnya Bandara Juanda saat ini sudah melayani 39 rute penerbangan berjadwal yang terdiri dari 33 rute penerbangan domestik dan 6 rute penerbangan internasional.

Dengan rute penerbangan tersebut, jumlah penumpang tahun 2017 mencapai 20,13 juta orang. “Per tahun rata-rata pertumbuhan penumpang di Bandara sebesar 9,46 persen,” jelas Wahid.

Maskapai Citilink melayani penerbangan rute Surabaya-Kertajati dengan jadwal terbang dari Bandara Juanda pukul 05.25 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Kertajati jam 06.55 WIB setiap hari. Sementara itu untuk penerbangan QG 9821 dari Kertajati diberangkatkan pada pukul 07.25 WIB dan mendarat di Bandara Juanda jam 08.55 WIB.

Dengan dibukanya penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati ini pihak Citilink berharap bisa turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi setempat, mengingat pemerintah juga menargetkan untuk dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi yang segera memacu sentra-sentra ekonomi di daerah sekitarnya.

Read more…