Senin, 19 November 2018

Konsisten Berbahasa Indonesia, Bandara Juanda Raih Nomine Penghargaan Bahasa

SURABAYA – Senin (19/11) ini, Balai Bahasa Jawa Timur akan memberikan penghargaan bahasa pada instansi pemerintah dan swasta, yang terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang. Dari sekian instansi yang bakal termasuk ke dalam nominasi, salah satunya adalah Bandara Internasional Juanda yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim, M.Hum. - beritajatim.com


Bandara Juanda termasuk dalam nominasi penghargaan dari lembaga swasta, bersama dengan Stasiun Kereta Api Gubeng, Gubuk Makan Mang Engking Kabupaten Sidoarjo, SMA Katolik Santa Maria Surabaya, dan Wisata Rohani Sunan Giri Kabupaten Gresik. Sementara, instansi pemerintah yang memperoleh nominasi adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Sidoarjo, Radio Republik Indonesia, dan Universitas Negeri Malang.

"Penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang itu merupakan cerminan kita,” Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim, M.Hum, dikutip Berita Jatim. “Karena itu, diperlukan upaya-upaya pemartabatan bahasa di media luar ruang. Penghargaan ini bertujuan sebagai penyemangat dan pendorong terhadap upaya dan dedikasi beberapa lembaga dan instansi yang peduli, bangga, dan tertib berbahasa Indonesia.”

Sejak menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Jawa Timur di Sidoarjo pada pertengahan Februari 2018 lalu, Mustakim memang rajin melakukan penyuluhan tentang pentingnya berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Sidoarjo menjadi fokus perhatian balai bahasa yang berkantor di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran tersebut.

"Sekarang, fokus kami adalah penggunaan bahasa Indonesia bagi pengelola media luar ruang," ujar pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah tersebut. “Bahasa Indonesia yang digunakan di ruang publik akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Rasa bangga berbahasa Indonesia makin lama makin pupus. Orang lebih suka mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.”

Ironisnya, kantor-kantor pemerintah pun sering kali lebih suka menggunakan bahasa gado-gado Indonesia-Inggris dalam berbagai spanduk kegiatannya. Fenomena ‘keminggris’ ini kalau terus dibiarkan, maka bahasa Indonesia akan semakin terpuruk. "Identitas kita sebagai bangsa Indonesia menjadi terancam,” tutur Mustakim.

Read more…

Minggu, 18 November 2018

Pasca Diresmikan, Bandara APT Pranoto Samarinda Dikelola PT Angkasa Pura I

Jakarta – Setelah diresmikan pada tanggal 25 Oktober 2018 lalu, pengelolaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur rupanya diserahkan oleh pemerintah pada PT Angkasa Pura (AP) I. Serah terima ini dilakukan setelah penandatangan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I terkait kerja sama pengoperasian bandar udara tersebut.

Kemenhub tugaskan PT AP I kelola Bandara APT Pranoto Samarinda - beritatrans.com


“Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal. Oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (26/10), seperti dilansir Liputan6.

Dikelolanya Bandara APT Pranoto oleh PT AP I diharapkan dapat berada di bawah pengelolaan pihak yang lebih profesional tanpa memakai dana APBN. “Jadi ini (nantinya) adalah uang swasta melalui BUMN dan saya harapkan AP I yang berpengalaman dapat menjalankan dengan baik,” kata Budi.

Tak hanya memberi kesempatan pada PT AP I untuk bertindak sebagai pengelola, Budi juga memberikan peluang pada pemerintah daerah lewat BUMD untuk turut mengelola Bandara APT Pranoto. Dengan beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat, khususnya warga Samarinda.

“Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya,” ungkap Budi.

Bandara APT Pranoto sendiri sebelumnya berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke Kementerian Perhubungan. Setelah diserahterimakan ke AP I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih berkembang.

“Mengenai pembangunan bandara yang sudah selesai ini, seperti dijelaskan Dirjen kurang lebih sekitar Rp 1,8 triliun. Dimana APBD memang lebih banyak porsinya di sini. APBN kurang lebih sekitar Rp 200 miliar. Tapi berikutnya, bandara ini membutuhkan pengembangan, misalnya memperpanjang runway, memperbesar terminal, dan sebagainya. Kita harapkan sumber dananya dari kerja sama pengelolaan tadi,” tandasnya.

Read more…

Sabtu, 17 November 2018

Pengembang Ini Bangun Proyek Perumahan Berlokasi Dekat Bandara Juanda

Surabaya – Pengembang properti PT Griyo Mapan Santoso saat ini sedang melakukan ekspansi. Proyek terbaru yang tengah digarap adalah perumahan di kawasan Semampir, Waru, Sidoarjo seluas 14 hektare. Proyek bernama Central Park Juanda ini lokasinya disebut-sebut strategis karena mengusung konsep aero city dan menyasar kalangan eksekutif muda yang mobilitasnya tinggi karena jarak perumahan sangat dekat dengan Bandara Internasional Juanda.

“Kami melihat saat ini banyak pebisnis termasuk profesional muda yang memiliki mobilitas tinggi, mereka sering melakukan perjalanan untuk tujuan bisnis melalui bandara. Nah, proyek ini jadi pilihan, karena hanya kurang dari 5 menit dari Bandara Juanda,” ujar Technical Director PT Griyo Mapan Santoso, Santoso di Surabaya, Rabu (14/11), seperti dilansir Kabarbisnis.

Lebih lanjut Santoso menuturkan, pada tahap awal pihaknya bersama Galaxy akan membangun sekitar 200-300 unit landed house yang terbagi menjadi 1-2 cluster. Central Park Juanda kabarnya bakal dibangun berupa rumah 2 lantai dengan harga mulai Rp 700 jutaan. Pihak pengembang pun menyiapkan dana investasi mencapai Rp 500 miliar untuk mengembangkan proyek itu di luar lahan.

“Namun kita tetap akan menciptakan sebuah hunian yang nyaman dan lengkap yang didukung dengan fasilitas dan lingkungan yang nyaman, seperti taman, play ground, juga area komersial untuk kebutuhan penghuni, gym, food and beverage, bahkan fasilitas co-working space serta convention. Area untuk itu kita siapkan sekitar 5.000 meter persegi atau setengah hektare,” ungkap David Widodo, Office Director PT Griyo Mapan Santoso.

Centrak Park Juanda nantinya juga akan dilengkapi fasilitas berupa thematic green landscape, central garden roundabout, green water pound, private club house, supermarket, dan one gate system. “Dengan lokasi yang dekat dengan Bandara, kami menjamin bisa mengakomodir kebutuhan para profesional muda,” papar Santoso.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Galaxy, Fenny Gunawan mengatakan, pihaknya percaya dengan nama besar Griyo Mapan Santoso yang kuat bisa menjaring konsumen, terutama warga Surabaya dan sekitarnya. “Apalagi dengan proyek baru ini yang memiliki konsep dan desain yang baru, serta didukung lokasi yang strategis, saya yakin dalam waktu yang tak lama produk Central Park Juanda ini akan laris-manis,” tutupnya.

Read more…

Jumat, 16 November 2018

Wonderful Indonesia Pikat Wisatawan Mancanegara Lewat Grab Singapura

Jakarta – Brand Wonderful Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini telah ada di Grab Feed Singapura yang ada dalam aplikasi Grab di Singapura. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kantor Grab Singapura di Grab Headquarter, Marina One, Singapura, Selasa (14/11) lalu.

“Ini sebuah sejarah yang sangat luar biasa. Untuk pertama kalinya pengguna Grab di Singapura kini dapat mengakses informasi dan artikel menarik tentang pariwisata Indonesia melalui Grab Feed. Selain itu ini untuk pertama kalinya, Wonderful Indonesia menembus pasar ASEAN dengan Digital media, yaitu Super Apps Grab, yang merupakan Co-Creation dari kerjasama Co-Branding Wonderful Indonesia dengan Grab,” kata Tenaga Ahli Bidang Management Strategis Kemenpar Priyantono Rudito, seperti dilansir Liputan6.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, para pengguna Grab nantinya bisa membeli paket Hot Deals Jakarta pada agen-agen perjalanan wisata yang terdaftar dalam Grab Feed. Di samping itu, pengguna pun bisa memperoleh kode khusus untuk menikmati potongan harga dalam layanan Sewa GrabCar di Indonesia.

“Dengan luasnya jangkauan Grab di 8 negara Asia Tenggara, termasuk Singapura diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan ke Tanah Air melalui berbagai program promosi interaktif ini. Selain itu, Millenial merupakan segmen pasar utama yang menjadi Key Driver pertumbuhan industri Pariwisata Indonesia yang perlu dijangkau dengan Digital media dan milenial friendly tourism. Salah satu caranya dengan Grab Singapura ini,” beber Priyantono.

Diluncurkannya program ini juga merupakan kelanjutan kampanye #JelajahIndonesiaLebihDekat yang sudah diluncurkan di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 3 bulan lalu. Program ini juga jadi inisiatif co-branding Grab dengan Kemenpar. “Jadi ini kelanjutan dan actionnya. Kami sangat bangga bisa bekerjasama dengan Grab Singapura,” jelas Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Lewat program ini Grab berupaya membantu mewujudkan target pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara tahun ini dan 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019 mendatang. “Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan Grab dalam membantu memperkenalkan pariwisata Indonesia di kancah internasional. Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi kami untuk menggarap pasar Asia Tenggara dengan memanfaatkan posisi Singapura sebagai pusat transportasi dan pusat pariwisata,” ungkap Menpar Arief.

Read more…

Kamis, 15 November 2018

Risma Pastikan Proyek MERR Bakal Rampung Akhir Tahun 2018

Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Unit Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Kopsurgah) Jatim dan Jawa Tengah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Najib Wahito meninjau proyek MERR di sungai perbatasan atau perbatasan Surabaya dan Sidoarjo pada Rabu (14/11) kemarin. Risma optimis jika proyek MERR bisa rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2018 ini.

Dengan adanya MERR, masyarakat yang hendak bepergian ke Bandara Internasional Juanda atau Sidoarjo dapat langsung melewati Jalan Soekarno-Hatta tanpa harus lewat jalan arteri, Jalan Ahmad Yani. “Kalau jalan ini selesai, warga yang mau ke Juanda sudah lewat sini aja. Nggak perlu lewat Ahmad Yani,” ungkap Risma, seperti dilansir BeritaJatim.

Risma yakin jika proyek jalan MERR ini akan membawa banyak keuntungan bagi warga, selain dari segi lalu lintas juga aspek ekonomi. Termasuk harga tanah yang akan melonjak setelah proyek MERR diselesaikan. Dalam kesempatan tersebut, Risma pun menerima keluhan warga RW 1 Kelurahan Gunung Anyar Lor yang terdampak oleh proyek MERR.

“Pertama, akses jembatan penyeberangan di atas lokasi jalan nanti. Karena berbahaya. Takutnya ada kecelakaan lalu lintas. Kalau bisa jembatannya juga ada akses untuk sepeda motor. Lalu terkait gorong-gorong, mohon mulai dikeruk agar tidak lagi banjir karena memasuki musim penghujan. Selain itu, terkait akses air bersih PDAM yang pipanya sementara diputus agar diberikan solusinya,” ujar Misanto selaku Sekretaris RW.

Risma menjamin seluruh permintaan warga akan diwujudkan, tetapi warga diharap lebih bersabar karena semua tak dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan. “Nanti tenang. Kalau jembatan pasti nanti akan dibangun. Untuk gorong-gorong, sekarang sudah mulai kita keruk itu semuanya dalam rangka menghadapi musim hujan. Untuk solusi air bersih, kita sediakan truk tangki PDAM untuk bisa menyuplai kebutuhan warga. Akan kita pastikan datang setiap hari,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga mengevaluasi kembali konstruksi yang ada di ujung proyek MERR, pasalnya menurutnya konstruksinya sangat mahal. “Nanti saya juga akan evaluasi yang ini (ujung proyek MERR), karena konstruksinya sangat mahal, sayang duitnya. Itu di luar kontrak,” tandasnya.

Read more…

Rabu, 14 November 2018

Jelang Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Mulai Alami Kenaikan Hingga 100%

Banjarmasin – Masa libur Natal dan Tahun Baru memang kerap digunakan masyarakat untuk berlibur. Alhasil sejumlah maskapai pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menaikkan harga tiket ke sejumlah destinasi. Bahkan kabarnya harga tiket penerbangan untuk Desember 2018 kini sudah mengalami kenaikan.

Menurut sejumlah agen penjualan tiket, beberapa harga tiket penerbangan di bulan Desember ini bahkan sudah ada yang naik hingga 2 kali lipat (100%) harga pada low season. Misalnya saja harga tiket pesawat dari Banjarmasin ke Jakarta bulan Desember berkisar mulai Rp 800 ribu hingga Rp 1,4 juta. Rute penerbangan populer lain dari Banjarmasin ke Bandara Internasional Juanda Surabaya juga sudah ada pada kisaran Rp 600 ribu sampai Rp 1,3 juta.

Petugas Reservasi PT Samudera Gemilang Angkasa, Diana mengungkapkan, naiknya harga tiket pesawat di bulan Desember 2018 ini seiring dengan kenaikan permintaan penerbangan. “Untuk penerbangan Desember sudah naik permintaan kurang lebih 20 persen dibanding low season,” jelas Diana, seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Diana menerangkan, harga tiket rute Banjarmasin-Jakarta bukan hanya naik akibat high season saja, tetapi juga lantaran adanya pengurangan jumlah penerbangan salah satu maskapai. “Biasanya ke Jakarta ada 9 penerbangan tapi seminggu belakangan jadi 5 penerbangan saja makanya harganya sudah naik bahkan di November ini,” paparnya.

Sementara itu, Petugas Tiketing PT Lintas Barito Express, Mona justru mengatakan jika kenaikan harga tiket pesawat bulan Desember saat ini masih belum mencapai harga tertingginya. Pasalnya harga tiket masih mungkin saja terus mengalami kenaikan sampai batas maksimal ketika mendekati akhir tahun. “Masih mungkin naik lagi kalau belinya nanti di Desember,” ujar Mona. Tak hanya rute Jakarta dan Surabaya saja, masih ada sederet rute favorit lain dari Banjarmasin, yakni ke Yogyakarta, Semarang, dan Balikpapan.

Jika sejumlah maskapai berlomba-lomba menaikkan harga tiket pesawat, maskapai AirAsia justru mengadakan promo diskon tiket pesawat dengan harga mulai RM15 (Rp 52.685) untuk penerbangan dari Kuala Lumpur ke sejumlah tujuan, termasuk Alor Setar, Johor Baru, Kota Baru, Kuantan, Langkawi, Penang, Kuala Terengganu, dan Miri. Sementara itu, penerbangan ke kota-kota di ASEAN, termasuk Brunei Darussalam, Phnom Penh, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Ho Chi Minh City dibanderol mulai RM39 (Rp 136.981) all in.

“Para konsumen didorong untuk mendaftar sebagai anggota AirAsia BIG untuk menikmati manfaat lebih besar, seperti akses prioritas ke kampanye promosi, diskon anggota, pembayaran sekali klik tanpa batas dengan BigClick dan banyak lagi,” kepala Marketing AirAsia Group, Amanda Woo, seperti dilansir CNBCIndonesia.

Read more…