Selasa, 25 Juli 2017

Kepuasan Penumpang, Bandara Juanda Peringkat 10 Dunia

SURABAYA - Bandara Internasional Juanda menduduki peringkat 10 besar dunia berdasarkan kategori jumlah penumpang pada survei penilaian kepuasan penumpang Airport Service Quality (ASQ) triwulan kedua 2017 yang dilakukan AirportsCouncil International (ACI). Bandara Juanda naik dua peringkat dari penilaian triwulan I 2017 dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 15 sampai 25 juta orang per tahunnya.

Selain Bandara Juanda, dua bandara lain di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I yang masuk dalam 10 besar dunia menurut survei ACI adalah Bandara Internasional Sultan Aji Muhamad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Bandara SAMS Sepinggan menduduki peringkat pertama dari total 85 bandara dunia pada kategori penumpang 5 sampai 15 juta orang per tahun, sedangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di posisi ke-3 dalam kategori yang sama seperti Bandara Juanda.
“Peningkatan peringkat kepuasan penumpang pesawat udara di bandara melalui survei ASQ pada triwulan II ini menunjukkan komitmen kami untuk selalu berupaya menjaga dan meningkatkan standar layanan kami bagi pengguna jasa bandara, khususnya penumpang pesawat, agar terwujud service excellence,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro. “Peningkatan ini merupakan indikator perwujudan visi perusahaan yang ingin menjadi salah satu dari sepuluh besar pengelola bandara terbaik di Asia.”
Sekadar informasi, ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh ACI, sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal, Kanada. Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian kepuasan penumpang terhadap layanan bandara di lebih dari 250 bandara di dunia. Program ini mewawancarai 600 ribu pengguna jasa bandara dalam 41 bahasa di 81 negara di dunia setiap tahunnya.

Program ini mengukur opini melalui 34 indikator kinerja, antara lain akses bandara, check-in, security screening, fasilitas belanja dan restoran, serta toilet. Pertanyaan dan mekanisme survei dilakukan sama di semua bandara untuk menciptakan basis data industri yang memungkinkan setiap bandara membandingkan diri mereka dengan bandara lain di dunia. Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara.

Read more…

Senin, 24 Juli 2017

Musim Haji 2017: Bandara Juanda Lolos Verifikasi, Tiga Bandara Lain Menyusul

SURABAYA - Bandara Internasional Juanda bersama delapan bandara lainnya telah lolos verifikasi untuk pemberangkatan (embarkasi) jamaah haji tahun 2017. Ke depannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap tiga bandara lainnya, yaitu Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Halim Perdanakusuma.

“Dari 12 bandara yang dioperasikan untuk embarkasi haji, ada tiga bandara yang harus dilakukan verifikasi untuk menjamin keselamatan,” terang kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso. “Verifikasi ini perlu dilakukan karena jumlah jamaah haji Indonesia pada tahun 2017 ini meningkat hingga 31 persen dan karenanya membutuhkan frekuensi penerbangan lebih dan perlu pesawat dengan badan lebar.”
Agus menambahkan bahwa nantinya ketiga bandara yang akan dievaluasi harus dapat didarati pesawat Boeing 777, Boeing 747, dan Airbus 330. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, nantinya pesawat yang akan digunakan sebanyak 14 pesawat dengan perincian, 5 unit B 777-300 dengan 393 seat (milik Garuda), 3 unit B747-400 dengan 455 seat (1 milik 2 sewa), 5 unit A330-300 dengan 360 seat (milik Garuda), dan 1 unit A330-200 dengan 325 seat (sewa). Sementara, Saudi Arabian Airlines akan menggunakan 18 pesawat dengan perincian 11 unit B 777-300 dengan 410 seat (milik Saudi) dan 7 unit B747-400 dengan 450 seat.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menyiapkan 12 bandara embarkasi haji untuk tahun 2017. Bandara-bandara tersebut adalah Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Bandara Kualanamu, Bandara Minangkabau, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Bandara Hang Nadim. Selain itu, ada Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Adi Sumarmo, Bandara Juanda, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Bandara Syamsuddin Noor, Bandara Sultan Hasanuddin, dan Bandara Lombok Praya.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura I telah mengutarakan bahwa Bandara Juanda sudah melakukan persiapan jelang keberangkatan jamaah haji 2017. Tahun ini, ada 83 kloter haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah dari bandara tersebut. “Berbagai persiapan sudah kami lakukan, mulai SDM, angkutan haji, maupun segala peralatan pendukung,” tandas General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono.

Read more…

Minggu, 23 Juli 2017

Wings Air Sukses Terbang Percobaan dari Bandara Juanda ke Sumenep

Sumenep – Maskapai PT Wings Abadi alias Wings Air akhirnya resmi melakukan proving flight atau penerbangan percobaan menggunakan pesawat bertipe ATR-72 dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Surabaya, ke Bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu (22/7) kemarin.

“Alhamdulillah, penerbangan percobaan yang dilakukan Wings Air dengan menggunakan pesawat ATR-72 berjalan lancar,” kata Wahyu Siswoyo, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep di Sumenep, seperti dilansir Antara.
Penerbangan percobaan pesawat Wings Air ini dilakukan tanpa penumpang sebagai rangkaian kegiatan operasi untuk rencana pembukaan rute baru penerbangan komersial, yakni jalur Sumenep-Surabaya yang sebelumnya telah diajukan oleh pihak Wings Air. Dengan lancarnya penerbangan percobaan tersebut sekaligus menimbulkan bahwa Bandara Trunojoyo telah layak digunakan sebagai operasional penerbangan pesawat ukuran menengah.
“Untuk sementara Bandara Trunojoyo telah dimanfaatkan untuk aktivitas penerbangan pesawat latih sejak 2010 dan pesawat perintis berkapasitas maksimal 15 penumpang sejak 2015,” ungkap Wahyu.
Selain disaksikan oleh pihak pengelola Bandara Trunojoyo, penerbangan percobaan Wings Air ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Bandara Trunojoyo sudah siap untuk penerbangan komersil. Dan dari pihak Wings Air sendiri tadi juga menyampaikan kalau memang bandara ini sudah layak,” papar Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.
Meski demikian Busyro mengungkapkan jika memang ada sejumlah hal yang harus dibenahi. Misalnya saja obstacle alias objek penghambat keselamatan penerbangan berupa gedung 2 tingkat SMA PGRI Sumenep dan kondisi aspal runway (landasan pacu) Bandara Trunojoyo yang tidak rata. “Kalau untuk SMA PGRI, gedung lantai duanya sudah mulai dikepras. Sedangkan aspal 'runway' yang dikeluhkan tidak rata, pihak bandara berjanji akan menyelesaikan minggu-minggu ini,” tuturnya.
Bupati menargetkan penerbangan komersial perdana dari Bandara Trunojoyo akan beroperasi pada akhir Desember 2017 mendatang. Sementara itu rute yang akan dilayani diharapkan dapat menggunakan sistem connecting. “Artinya mau terbang kemanapun tiketnya bisa dilayani dari sini. Mau ke Surabaya, Jakarta, Bali, Yogyakarta, atau kemana saja, bisa dari sini. Karena sistemnya connecting,” paparnya.
Kelak penerbangan komersial dari Bandara Trunojoyo ke Bandara Juanda akan dilakukan setiap hari. Dari Bandara Juanda pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 12.00, sedangkan dari Sumenep pukul 13.00 WIB. “Penerbangan Sumenep - Surabaya hanya membutuhkan waktu 30 menit. Jadi setiap hari nanti jadwalnya jam 12.00 dari Surabaya, dan jam 13.00 dari Sumenep,” tandasnya.

Read more…

Sabtu, 22 Juli 2017

Bandara Juanda Raih Penghargaan Kemenhub Berkat Angkutan Lebaran 2017

Jakarta – Belum lama ini PT Angkasa Pura (AP) I mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Kementerian Perhubungan berkat penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2017. Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan oleh pihak Kemenhub pada Selasa (11/7) malam di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

“Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu 2017 di lingkungan Angkasa Pura I. Penghargaan ini merupakan motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang jasa bandar udara pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran di masa mendatang,” ungkap Danang S. Baskoro, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I di Jakarta, Rabu (12/7), seperti dilansir Fajar Online.
Tak hanya mendapatkan penghargaan secara korporat, 3 bandara yang berada di bawah pengelolaan AP I, yakni Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan Bandara Internasional Juanda juga memperoleh penghargaan kategori kedua berupa plakat dan sertifikat. Penghargaan tersebut diberikan berkat pelayanan jasa transportasi secara langsung pada masyarakat yang mencapai hasil optimal selama penyelenggaraan angkutan Lebaran.
“Kepada para penerima penghargaan, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Atas semua kerja keras dan kerja sama semua pihak, angkutan Lebaran tahun ini mampu diselesaikan dengan baik. Untuk itu, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
Selama periode Lebaran (15 Juni – 3 Juli 2017), PT Angkasa Pura I melaporkan trafik penumpang sebesar 5.185.137 orang atau mengalami pertumbuhan 5,55% dari tahun lalu yang hanya sebanyak 4.913.547 penumpang. Dari total keseluruhan, kontribusi terbesar berasal dari penumpang domestik sebesar 4.378.285 penumpang (84%) dan penumpang internasional sebanyak 807.652 penumpang (16%).

Sedangkan pergerakan trafik pesawat selama Hari Raya Idul Fitri 2017 sejumlah 39.334 pesawat atau naik 4,35% dari tahun lalu sebesar 37.696 pesawat. Sementara itu trafik kargo mencapai 17.441.524 ton atau naik 23,3% dari tahun 2016 sebesar 14.145.562 ton.

Read more…

Jumat, 21 Juli 2017

Awal Agustus 2017, Wings Air Buka Penerbangan Komersial Surabaya-Jember PP

SURABAYA - Setelah berencana membuka penerbangan yang menghubungkan Sumenep dengan Surabaya, PT Wings Abadi atau maskapai Wings Air juga dikabarkan bakal mengoperasikan penerbangan langsung dari Surabaya menuju Jember PP. Penerbangan perdana Surabaya-Jember oleh maskapai yang masih berada di bawah naungan Lion Air Group ini direncanakan pada tanggal 31 Juli 2017.

“Penerbangan Wings Air ke Jember sudah dipastikan setelah pihak maskapai berkirim surat resmi kepada kami,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jember, Isman Sutomo. “Namun, informasi di website resmi Lion Air Group yang sempat ramai di media sosial, mengatakan bahwa penerbangan perdana bukan tanggal 25 Juli 2017, melainkan tanggal 31 Juli 2017 dan mulai berlaku secara komersial pada tanggal 1 Agustus 2017.”
Isman menambahkan, selain kepastian jadwal penerbangan perdana, waktu penerbangan untuk rute ini pun sudah mulai jelas. Menurut pihak Wings Air, pesawat akan berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 11.00 WIB dan tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember pada pukul 11.50 WIB. “Sementara, untuk rute sebaliknya, pesawat akan berangkat dari Jember pada pukul 12.15 WIB,” sambung Isman.
“Jadwal ini tidak akan mengganggu penerbangan yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, karena pesawat tersebut berangkat dari Surabaya pada pukul 08.50 WIB dan tiba di Jember pada pukul 09.45 WIB, serta kembali lagi ke Surabaya pada pukul 10.20 WIB,” imbuh Isman. “Wings Air sendiri akan menggunakan pesawat jenis ATR 72 untuk melayani rute ini.”
Sementara, untuk harga tiket pesawat Surabaya-Jember, Isman mengaku tidak mengetahui harganya secara pasti. Tetapi, jika melihat dari lapak online penjualan tiket, pemesanan pesawat Wings Air untuk rute Surabaya-Jember pada tanggal 1 Agustus 2017 dipatok  dengan harga Rp403.000, sedangkan tiket untuk rute sebaliknya di hari yang sama ditetapkan Rp326.000.

Sebelum memutuskan terbang ke Jember, Wings Air sudah terlebih dulu berencana melakukan penerbangan yang menghubungkan Sumenep dengan Surabaya. Bahkan, untuk kesiapan penerbangan tersebut, pihak maskapai pada hari Senin (17/7) kemarin melakukan survei ke Bandara Trunojoyo Sumenep untuk melihat kelayakan bandara yang bakal didarati pesawat jenis ATR 72.

Read more…

Kamis, 20 Juli 2017

Tingkatkan Layanan, Kantor Imigrasi Surabaya Pindah Dekat Bandara Juanda

Surabaya – Demi memberi pelayanan yang pria, mulai Selasa (18/7) lalu Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya di Waru, Sidoarjo akhirnya pindah lokasi. Sebelumnya, pelayanan pembuatan paspor dilakukan di Jl. Jenderal S. Parman 58-A, Waru, Sidoarjo, namun kini akan berpindah ke Jl. Raya Juanda KM 3-4, Sedati, Sidoarjo. Gedung yang digunakan adalah bekas kantor Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya.

Proses perpindahan kantor berlangsung sampai Minggu (16/7) malam. Walaupun belum rampung total, layanan keimigrasian dapat mulai digunakan sejak (18/7) lalu. “Sejak awal, yang kami utamakan ruang layanan agar bisa segera dipakai,” kata Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim), Sandi Andaryadi, seperti dilansir Jawa Pos.
Jika dibandingkan dengan kantor sebelumnya, ruang layanan di tempat yang baru memang lebih sempit. Luasnya hanya sekitar 10 x 8 meter dengan jarak antar kursi yang cukup sempit. Di kantor yang dulu ruangannya memang lebih longgar dengan luas sekitar 25 x 10 meter.
Sandi menuturkan, meski ruang tunggu layanan tak seluas yang dulu, ia memastikan jika jumlah kursi dalam ruangan sama-sama 100 buah sofa. “Artinya, dengan luas yang sekarang, ruangan tetap mampu menampung pemohon,” ujarnya.
Selama ini para pengunjung kerap mengeluhkan masalah parkir karena para pemohon yang membawa mobil biasanya harus memarkir kendaraannya di gedung kosong yang terletak 50 meter jaraknya dari kantor imigrasi. Setelah memarkir mobil, pemohon masih harus berjalan jauh.
“Kami mohon maaf jika nantinya pelayanan di kantor lama kurang memuaskan menjelang perpindahan. Di tempat baru, lokasinya lebih luas. Jika selama ini masyarakat mengeluhkan lokasi kantor lama yang sering macet, nanti tidak akan ada lagi,” sambung Ragil Putra Dewa, Humas Kanim Kelas I Khusus Surabaya.
Demi menghindari praktik calo, pihak imigrasi menggunakan sistem antrean pra permohonan paspor RI dengan rekam 3 sidik jari (finger print) di pintu masuk atau pos security. Layanan finger print ini telah dibuka mulai pukul 04.00 WIB agar para pemohon bisa segera memperoleh nomor antrean.
“Baru setelah loket dibuka pukul 07.30, pemohon yang sudah melakukan rekam sidik jari ini akan diverifikasi ulang. Apa betul itu pemohon yang sudah merekam sidik jari saat di pos security. Kalau tidak sesuai kita tolak. Kalau sesuai, baru kita proses berkasnya. Semua itu kita lakukan demi memberikan pelayanan terbaik dan menghindari praktik percaloan,” kata Wardhany SIP, MH, Kabid Lalu Lintas dan Status Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya.

Sementara itu Kepala Kanim Kelas I Khusus Surabaya, Agus Widjaja mengungkapkan bahwa lokasi kantor baru lebih dekat dengan Bandara Internasional Juanda untuk memudahkan koordinasi dengan tim yang ada di Juanda. “Kami berharap layanan semakin meningkat, begitu juga koordinasi antarbidang di internal imigrasi,” tandasnya.

Read more…