Sabtu, 21 April 2018

Banyak Orang Pesan Tiket Pesawat Hari Selasa Karena Lebih Murah, Benarkah?

Jakarta – Menjelang mudik Lebaran 2018 seperti saat ini biasanya sudah banyak orang yang berburu tiket transportasi, baik transportasi melalui moda kereta api hingga pesawat. Pada momen-momen tertentu, sejumlah travel agent juga kerap mengadakan promo lewat travel fair. Dalam promo semacam itu jika kebetulan sedang beruntung, maka para traveler bisa berkesempatan mendapatkan tiket penerbangan murah untuk liburan.

Di kalangan traveler sendiri ternyata berkembang asumsi bahwa penentuan hari keberangkatan sangat mempengaruhi biaya liburan. Dari 7 hari dalam seminggu, ternyata hari Selasa adalah hari yang paling banyak dipilih oleh masyarakat untuk berlibur lantaran Selasa diyakini sebagai hari dimana harga tiket perjalanan jauh lebih murah dari hari lainnya.

Menurut Direktur Niaga Air Asia Indonesia, Rifai Taberi, penerbangan murah rupanya bergantung pada musim. Misalnya saja ketika bulan puasa Ramadan ternyata harga tiket pesawat terbang jauh lebih murah. “Sebenarnya bukan masalah hari untuk mendapatkan tiket pesawat murah tetapi season. Seperti yang tadi saya bilang kalau bulan puasa itu biasanya airlines akan memberikan promo tiket pesawat murah karena ketersediaan kursinya cukup banyak,” ungkap Rifai, seperti dilansir Brilio.

Lebih lanjut Rifai menerangkan, jika dibandingkan dengan hari di akhir pekan seperti Jumat, Sabtu, atau Minggu, maka kemungkinan besar memesan tiket penerbangan untuk keberangkatan hari Selasa bisa jauh lebih murah. Tiket pesawat murah juga katanya dapat dipengaruhi oleh masing-masing rute yang hendak dituju.

Pasalnya masing-masing rute atau destinasi mempunyai karakter tersendiri. Rifai mencontohkan, kunjungan ke Bali biasanya didominasi pada akhir pekan, sehingga harga tiket yang dibeli untuk weekend pun akan jauh lebih mahal. Lain lagi bagi mereka yang hendak berlibur ke Surabaya dari Jakarta. Sebab banyak orang yang melakukan perjalanan day trip atau berangkat pagi kemudian pulang malam hari.

“Setiap rute memiliki karakter masing-masing. Jadi misalnya Jakarta-Surabaya itu lebih trunk road ya bahkan day trip juga banyak berangkat pagi pulang malam. Namun kalau untuk rute leisure seperti Bali itu pastinya weekend yang ramai,” ungkap Rifai.

Read more…

Jumat, 20 April 2018

Bus Damri Bakal Buka Rute Perjalanan Mojokerto-Bandara Juanda Sebelum Lebaran

Mojokerto – Dibukanya tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) rupanya menarik minat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto untuk membuka trayek transportasi umum rute Mojokerto-Bandara Juanda. Pasalnya keberadaan Tol Sumo dinilai semakin mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Surabaya ke Mojokerto dan sebaliknya.

“Gagasan untuk membuka transportasi umum moda muncul setelah tol Sumo dibuka. Dengan dibukanya tol Sumo, waktu tempuh Mojokerto-Juanda atau sebaliknya semakin singkat. Sementara itu transportasi umum moda belum ada. Padahal tugas pemerintah salah satunya menyediakan transportasi umum,” ucap Kepala Dishub Kota Mojokerto, Gaguk Prasetyo, Selasa (17/4), seperti dilansir Duta.

Keberadaan layanan moda transportasi umum ini diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, cepat, praktis, dan murah. “Layanan transportasi umum moda sepenuhnya akan dilakukan oleh Damri. Kita hanya menyampaikan gagasan dan membantu memfasilitasi,” ungkap Gaguk.

Gagasan ini kabarnya telah dikoordinasikan dengan Damri di Surabaya. “Permohonan untuk membuka transportasi umum moda telah disampaikan kepada Damri melalui surat. Suratnya ditandatangani Pak Wali (Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus),” terang Gaguk.

Sejauh ini kabarnya tanggapan Damri pun cukup positif. Akhir bulan ini pihak Damri berencana melakukan survei dan rencananya rute tersebut akan dibuka sebelum Lebaran untuk membantu kelancaran angkutan Lebaran. “Momentumnya tepat alau memang sebelum lebaran sudah dibuka sebab saat libur lebaran jalur Moda akan sibuk sekali, dan transportasi Moda akan sangat membantu kelancaran angkutan lebaran,” katanya.

Gaguk memperkirakan tarif bus Damri Mojokerto-Juanda kemungkinan tidak lebih dari Rp 50 ribu untuk sekali jalan. Harga tersebut menurutnya lebih murah dibandingkan menggunakan mobil pribadi. “Nanti tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadi untuk ke Bandara Juanda, kita sediakan bus kota. Dan jatuhnya secara ekonomi lebih hemat,” jelas Gaguk.

Hingga kini layanan bus Damri di Bandara Internasional Juanda baru sebatas melayani beberapa rute seperti ke Terminal Purabaya, Terminal Tanjung Perak, dan Terminal Bunder Gresik. Biaya yang dipatok untuk bus Damri dari Bandara Juanda ke Terminal Purabaya dan Tanjung Perak masing-masing sebesar Rp 25 ribu, sedangkan untuk ke Terminal Bunder Gresik tarifnya Rp 40 ribu.

Read more…

Kamis, 19 April 2018

Jumlah Penumpang Bandara PT AP I Naik 10% pada Kuartal I/2018

Jakarta – Pada kuartal I 2018 lalu lintas atau trafik penumpang di 13 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I mencatatkan pertumbuhan sebesar 10% dari periode yang sama tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 20,35 juta orang. Dari 13 bandara yang dikelola PT AP I, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyumbang angka pertumbuhan penumpang terbesar.

“Traffic penumpang di 13 bandara AP I mencapai 22,38 juta orang, naik 10 persen dibanding kuartal I 2017 yang hanya sebanyak 20,35 juta penumpang,” ujar Direktur Utama PT AP I, Faik Fahmi, Rabu (18/4), seperti dilansir Kompas.

Sementara itu Bandara Ngurah Rai di Bali berkontribusi sebesar 23% dari total penumpang kuartal I 2018. Pada periode ini jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai 5,16 juta orang, naik 6,95% dari periode sama tahun lalu yang hanya berjumlah 4,83 juta penumpang.

Pada triwulan ini trafik tertinggi kedua dipegang oleh Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan jumlah trafik penumpang sebanyak 4,98 juta orang atau 22% dari keseluruhan trafik penumpang di bandara PT AP I. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat 8,23 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,6 juta orang.

Kemudian bandara dengan pertumbuhan traffic penumpang tertinggi pertama adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang sebesar 18,79%, kemudian di peringkat 2 adalah Bandara Fans Kaisiepo di Biak sebesar 17,96%, dan Bandara Adisutjipto di Yogyakarta sebesar 17,5%. Untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang setiap tahun, PT AP I juga terus berupaya mengembangkan bandara.

“Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar pelayanan kepada pengguna jasa bandara. Misalnya terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang yang direncanakan dapat dioperasikan pada Juni 2018 mendatang sehingga dapat melayani arus mudik Lebaran 2018,” kata Faik.

Tak cukup sampai di situ, PT AP I juga tengah mengembangkan bandara baru di Yogyakarta, yaitu New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, serta pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda, Bandara Lombok Praya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Ngurah Rai.

“Tahun ini, kami menganggarkan dana investasi pengembangan dan pemeliharaan bandara sebesar Rp 18,8 triliun di mana Rp 14,8 triliun digunakan untuk pengembangan bandara dan Rp 4 triliun untuk operasional rutin,” tutup Faik.

Read more…

Rabu, 18 April 2018

Elite Member Tiket.com Bisa Nikmati Fasilitas Gratis Wrapping di Terminal 1 & 2 Bandara Juanda

Jakarta – Pengguna setia Tiket.com kini bisa menikmati fasilitas wrapping gratis di sejumlah bandara. Pasalnya belum lama ini Tiket.com menjalin kerjasama dengan PT Angkasa Pura Logistics (APLog) untuk menyediakan fasilitas gratis wrapping di beberapa bandara Indonesia khusus untuk elite member Tiket.com.

Tiket.com sebagai salah satu pionir online travel agent di Tanah Air menggaet APLog untuk layanan Total Baggage Solutions (TBS), yakni pelayanan dalam hal pengemasan wrapping/strapping barang cabin pada setiap terminal bandara. Fasilitas gratis wrapping tersebut diberikan pada pelanggan Tiket.com yang telah menjadi elite member, yakni pelanggan yang menghasilkan lebih dari 1.000 Tix Point dari transaksinya.

Elite member Tiket.com yang berminat menikmati fasilitas tersebut cukup melakukan transaksi minimum pembelian dan terbang melalui salah satu dari 11 bandara yang termasuk dalam pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I, antara lain Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Adi Sumarmo Surakarta, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya T1 dan T2, Ngurah Rai Denpasar, Lombok Airport, Sam Ratulangi Manado, El Tari Kupang, Banjarmasin, dan Gorontalo.

Fasilitas gratis wrapping bagi elite member Tiket.com sudah bisa dinikmati sejak tanggal 16 April 2018 lalu. Nantinya elite member yang hendak bepergian lewat bandara-bandara tersebut akan memperoleh SMS dari Tiket.com sekitar 4 jam sebelum keberangkatan, sehingga elite member cukup menunjukkan SMS dan Virtual Card yang ada di aplikasi Tiket.com ke pihak APLog untuk memperoleh layanan tersebut.

Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com menjelaskan jika layanan ini adalah upaya Tiket.com untuk menawarkan kemudahan dan kenyamanan perjalanan elite member ketika berada di bandara. “Ke depannya, tiket.com akan memperluas cakupan kerjasamanya tidak hanya dengan Angkasa Pura I, namun juga Angkasa Pura II yang mencakup wilayah Indonesia Barat,” ucap Gaery, seperti dilansir Kumparan.

Tak hanya layanan gratis wrapping, pelanggan yang bertransaksi di Tiket.com juga dapat menikmati fasilitas gratis makan dan minum di gerai Maxx Coffee yang terdapat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma, Kualanamu Medan, Lombok Airport, Depati Amir Pangkal Pinang, Sam Ratulangi Manado, dan El Tari Kupang. Asyik kan?

Read more…

Selasa, 17 April 2018

Mudik Lebaran, Ada Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bandara Kertajati

BANDUNG – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) mulai tahun 2018 ini dilaporkan sudah bisa digunakan untuk mudik Lebaran. Untuk tahap awal, pelabuhan udara yang sering disebut sebagai Bandara Kertajati tersebut akan melayani lima rute penerbangan, salah satunya dari Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda.

“Insya Allah, Bandara Kertajati akan dicoba untuk melayani mudik Lebaran tahun ini, untuk lima kota,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (16/4) kemarin, seperti dilansir dari Antara. “Bandara Kertajati akan melayani penerbangan dari Medan, Makassar, Balikpapan, Denpasar, dan Surabaya.”

Dedi menambahkan, untuk maskapai yang akan melayani penerbangan, salah satunya adalah Sriwijaya Air. Dirinya pun tinggal menunggu perintah dari Menteri Perhubungan untuk membuka rute tersebut. “Pada akhir Mei mendatang, terminal di Bandara Kertajati sudah siap digunakan dan akses dari non-tol menuju bandara juga sudah bisa dipakai,” sambung Dedi.

Sementara itu, maskapai Citilink Indonesia juga memiliki ketertarikan untuk membuka penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Jawa Barat. Pihak perusahaan menganggap bahwa rute menuju bandara baru tersebut memiliki pasar yang menjanjikan. Namun, Citilink belum bisa menyebutkan secara detail mengenai rute penerbangan yang akan dioperasikan.

“Bandara Internasional Jawa Barat ini membuka peluang yang bagus karena mengambil pasar masyarakat Jawa Barat dan sebagian perbatasan Jawa Tengah yang berada cukup jauh dari Jakarta,” kata Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo. “Kami hingga saat ini masih menggodok kemungkinan untuk membuka rute penerbangan dari dan menuju bandara tersebut.”

Hingga saat ini, perkembangan proyek Bandara Internasional Jawa Barat diklaim sudah mencapai 98 persen, baik di sisi udara maupun sisi darat. Pembangunan sisi udara dikatakan telah rampung seratus persen, sedangkan sisi darat mencapai hampir 96 persen, menyisakan finishing, termasuk terminal penumpang.

Read more…

Senin, 16 April 2018

Bina Usaha Kecil & Menengah, Bandara Juanda Berikan Pinjaman Rp200 Juta

SURABAYA – Tidak hanya fokus mengembangkan layanan bagi kepuasaan para pengguna jasa, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda juga rajin memberikan sumbangan dan program kemitraan kepada para pengusaha kecil dan menengah. Paling baru, perusahaan bakal memberikan pinjaman kemitraan untuk semua sektor usaha, mulai industri, perdagangan, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa, dan lain-lain, hingga Rp200 juta.


PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda memberikan sumbangan dan program kemitraan kepada para pengusaha kecil dan menengah.

Dikutip dari akun Twitter resminya, pinjaman kemitraan ini diberikan kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Ketentuan pinjaman kemitraan antara lain pinjaman maksimal Rp200 juta (setelah melalui beberapa tahapan pinjaman), jangka waktu pinjaman maksimal 3 tahun, jasa administrasi dikenakan 3 persen per tahun, pencairan pinjaman dilaksanakan setiap tiga bulan, dan akan diberikan fasilitas pembinaan, seperti pelatihan, pameran, dan pematangan bagi mitra binaan yang terpilih.

“Persyaratan pinjaman kemitraan meliputi surat keterangan usaha asli dari pihak berwenang, fotokopi buku tabungan atas nama calon peminjam, pasfoto berwarna calon peminjam dan penerus kewajiban, foto produk, kegiatan, dan tempat usaha, serta denah lokasi usaha dan surat keterangan tempat tinggal,” tulis perusahaan. “Selain itu, juga fotokopi KK dan KTP, surat persetujuan suami/istri calon peminjam dan surat pernyataan dengan materai penerus kewajiban, fotokopi jaminan atas nama calon peminjam, dan laporan keuangan atau pembukuan sederhana.”

Jika UKM berminat, bisa mendapatkan formulir pendaftaran di unit CSR Angkasa Pura I setiap hari Senin hingga Jumat pada jam kerja. Selain itu, informasi lebih lanjut juga dapat menghubungi Gedung AOB PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda di nomor telepon (031) 2986568 atau 2986563 dan email di alamat sub.pc@ap1.co.id.

Bandara Internasional Juanda sendiri sudah cukup sering mengadakan pameran yang menampilkan produk-produk UKM yang mereka bina. Pada tahun 2016 lalu misalnya, di area Terminal 1, sempat diselenggarakan pameran produk UMKM Jawa Timur yang menawarkan harga terjangkau, mulai produk souvenir hingga produk kerajinan tangan.

Read more…