Rabu, 18 Januari 2017

Citilink Buka Penerbangan dari Bandara Juanda ke Jayapura

Jakarta – Sepekan menjelang penerbangan perdana ke Jayapura, maskapai Citilink melaporkan jumlah keterisian kursi pesawat sudah mencapai lebih dari 70%. Menurut President & CEO Citilink, Albert Burhan, antusiasme masyarakat tampak dari banyaknya tiket pesawat menuju ke Jayapura yang sudah terjual.

“Antusiasme masyarakat akan dibukanya rute penerbangan baru Citilink ke Jayapura cukup tinggi yang terbukti dari jumlah keterisian kursi yang telah mencapai 70 persen bahkan satu minggu sebelum penerbangan perdana pada 23 Januari mendatang,” ujar Albert di Jakarta, Selasa (17/1).
Dibukanya rute penerbangan ke Papua ini adalah salah satu langkah bagi Citilink untuk memperluas konektivitasnya ke wilayah Indonesia Timur. Dengan demikian, penerbangan Citilink dapat menghubungkan masyarakat Indonesia dari Aceh hingga ke Papua.
Di samping itu Albert menambahkan bahwa rute pertama Citilink di Papua ini sekaligus menjadi rute penerbangan terpanjang yang dimiliki oleh maskapai berbiaya murah (LCC) tersebut. Citilink akan melayani penerbangan ke Jayapura setiap hari dari 2 kota, yakni Jakarta dan Surabaya dengan satu kali transit di Makassar.
Untuk rute Jakarta-Jayapura diberangkatkan pada pukul 05.55, sedangkan rute Surabaya-Jayapura berangkat dari Bandara Internasional Juanda jam 07.10 dengan memakai pesawat Airbus A320 yang mampu menampung hingga 180 penumpang.
“Kami berharap dengan pembukaan rute baru ini akan memberikan pilihan serta kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian dari dan menuju ke Papua,” tandas Albert.

Read more…

Selasa, 17 Januari 2017

AVSEC Bandara Juanda: Masih Banyak Penumpang Bawa Benda Terlarang

SURABAYA - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda sepanjang tahun 2016 kemarin memang menunjukkan grafik yang menggembirakan dengan tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2015. Ada sekitar 19.483.844 penumpang, baik penerbangan domestik maupun internasional, yang dilayani di Bandara Juanda. Sayangnya, dari jumlah tersebut, masih banyak penumpang di Bandara Juanda yang kedapatan membawa barang-barang yang dilarang selama penerbangan.

Menurut Aviation Security (AVSEC) Bandara Juanda, dalam lima bulan terakhir, pihaknya memang sering mendapati penumpang yang membawa barang-barang yang jelas-jelas dilarang. Barang-barang terlarang yang umum dibawa tersebut di antaranya gunting, alat cukur, dan korek api. Kini, barang-barang yang disita itu diamankan di gudang milik AVSEC Bandara Juanda.
“Barang-barang yang kami sita dari penumpang bukan hanya benda-benda tajam,” jelas Manajer AVSEC Bandara Juanda, Sukirman.”Tetapi, benda-benda yang bisa disalahgunakan dan berpotensi melukai penumpang yang lain.”
Ditambahkan Sukirman, benda-benda yang bukan termasuk benda tajam tetapi dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat misalnya tongkat pemukul baseball, tongkat biliar, dayung, pentungan, tongkat golf, kail pancing, papan skateboard, hingga perlengkapan bela diri. “Ketentuan mengenai benda-benda terlarang ini sudah diatur oleh International Civil Aviation Organization yang berlaku secara internasional,” sambung Sukirman.
Dari sekian kelompok penumpang yang kedapatan membawa benda-benda kecil yang dilarang masuk ke kabin, yang paling banyak berasal dari penumpang yang terbang untuk tujuan umrah. Namun, sebagian besar dari mereka memang tidak tahu-menahu bahwa benda seperti gunting dan alat cukur dilarang masuk ke kabin pesawat.
“Semua penumpang sebaiknya mengetahui dan mematuhi larangan (membawa benda-benda terlarang) tersebut,” tambah Sukirman. “Benda yang dilarang dibawa ke kabin bisa disimpan di koper dan diikutkan bagasi saja.”

Read more…

Senin, 16 Januari 2017

Aktivitas Penerbangan di Bandara Juanda Tumbuh 14 Persen Sepanjang 2016

Aktivitas Penerbangan di Bandara Juanda Tumbuh 14 Persen Sepanjang 2016
SURABAYA - Sepanjang tahun 2016 kemarin, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda meningkat sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun tersebut, bandara yang berada di wilayah administratif Sidoarjo itu total melayani 19.483.844 penumpang, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Dari total 19,4 juta penumpang ini, jumlah penumpang domestik sebanyak 17.651.183 orang, atau meningkat dibandingkan tahun 2015 yang mencapai angka 15.456.585 penumpang. Sementara, jumlah penumpang internasional selama tahun 2016 tercatat sebanyak 1.822.661 orang, naik dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 1.687.053 orang.
“Seluruh penumpang yang dilayani sepanjang tahun 2016 itu diangkut dengan menggunakan 148.602 pesawat, baik untuk tujuan dalam negeri maupun internasional,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono. “Jumlah penerbangan ini naik sekitar 8 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 137.051 penerbangan.”
Ditambahkan Yuwono, dengan jumlah tersebut, maka rata-rata penumpang di Bandara Juanda mencapai 53.380 penumpang dalam sehari dengan jumlah armada rata-rata 407 pesawat. “Jika dihitung per jam, ada 23 pesawat yang terbang setiap jam dengan rata-rata membawa 2.966 penumpang tiap jamnya,” sambung Yuwono.
“Untuk rute domestik, rute Surabaya-Jakarta masih menjadi favorit dengan mengambil 31 persen dari seluruh rute domestik yang dilayani,” tambahnya. “Sementara, untuk rute internasional, paling banyak adalah Surabaya-Singapura sebesar 33,71 persen, disusul Surabaya-Malaysia sebesar 32,43 persen, dan Surabaya-Hong Kong sebanyak 10,7 persen.”
Sayangnya, di tahun 2017 ini, Yuwono masih enggan menyebutkan target penumpang yang bisa dilayani di Bandara Juanda. Hanya saja, ia mengaku pihaknya tidak akan terpaku pada jumlah penumpang, melainkan juga peningkatan layanan di bandara secara keseluruhan.

Read more…

Minggu, 15 Januari 2017

Surabaya Hujan & Angin Kencang, Penerbangan di Bandara Juanda Masih Aman

Surabaya Hujan & Angin Kencang, Penerbangan di Bandara Juanda Masih Aman
Surabaya – Kawasan Surabaya diguyur hujan disertai angin kencang sejak hari Kamis (12/1) lalu. Akibat cuaca ekstrem tersebut banyak pohon yang roboh karena tertiup angin kencang.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak, kecepatan angin mencapai 30 knot atau sekitar 50 km per jam. Prakirawan BMKG Maritim Perak, Arizal Rahman Fatoni menuturkan jika kini Surabaya dan sekitarnya memasuki musim hijan dengan intensitas yang mengalami peningkatan dari sebelumnya. “Hujan terjadi lebih lama,” kata Arizal.
Menurut Arizal, ada beberapa kawasan yang juga mengalami hujan es. Di daerah Jalan Mayjen Sungkono dan Ketintang bahkan dilanda banjir. Arizal mengungkapkan jika pasang air laut yang menjadi pemicu banjir tersebut.
Walau kondisi cuaca cukup ekstrem, hujan lebat disertai angin tersebut masih tergolong aman untuk aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Arizal menjelaskan jika angin lebat terjadi di sekitar Surabaya Tengah sampai wilayah Utara. Sedangkan penerbangan di Bandara Juanda memakai jalur sisi selatan. “Jarak pandang pilot juga relatif aman,” katanya.
Sedangkan untuk hari ini, Forecaster on Duty BMKG Maritim Tanjung Perak, Eko Prasetyo memprediksi jika hujan berpotensi terjadi sejak sore sampai malam hari. “Hujan hampir di seluruh wilayah perairan utara Jawa Timur. Kecuali Selat Madura dan Kepulauan Kangean,” ungkap Eko.
Ketinggian gelombang di Samudera Hindia atau pesisir selatan Jawa Timur terpantau berkisar antara 1,3 hingga 2,5 meter. “Ketinggian gelombang di Laut Jawa antara 0,5 hingga 1,5 meter,” tuturnya.

Read more…

Sabtu, 14 Januari 2017

Calon Pegawai PT Angkasa Pura I Ikuti Diklat di Pusat Pendidikan Brimob

Surabaya – Dalam rangka pengembangan bandara di kawasan Indonesia Timur, PT Angkasa Pura (AP) I merekrut 305 calon karyawan baru. Pengarahan calon pegawai PT AP I dilakukan sejak tanggal 9-11 Januari 2017 di Gedung Graha Satu Bandara Internasional Juanda. Usai mengikuti pengarahan tersebut, para calon pegawai diharapkan mempunyai kesamaan pengetahuan, wawasan, dan etika pegawai.

Kemudian para calon pegawai AP I ini mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Kesamaptaan pada tanggal 13-24 Januari 2017 di Pusat Pendidikan Brigade Mobil (BRIMOB) Mabes Polri di Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur.
Para peserta terdiri dari 305 calon pegawai tahun 2017 dan 212 pegawai PT AP I yang belum mengikuti Kesamaptaan. Lewat pelatihan Kesamaptaan di Pusat Pendidikan Brimob Pasuruan, para peserta diharapkan menguasai 3 aspek, yaitu keimanan, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
“Seluruh calon pegawai PT Angkasa Pura I diawali dengan kegiatan kesamaptaan ini supaya nanti pada saat bekerja memiliki leadership, kebersamaan, dan kedisiplinannya bisa terbangun. Dikarenakan dalam pekerjaan kedisiplinan perlu dilatih dan dengan mengikuti pendidikan kesamaptaan ini kedisiplinan pegawai kita latih,” ujar Human Capital Director PT AP I, Adi Nugroho, Jumat (13/1).
Tujuan diklat tersebut adalah untuk meningkatkan keahlian dan sikap para pegawai agar dapat melakukan tugasnya secara profesional dengan berlandaskan pada kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan pihak instansi yang bersangkutan.

Read more…

Jumat, 13 Januari 2017

Pemkot Fokus Rampungkan MERR untuk Akses ke Bandara Juanda

Surabaya – Pada tahun 2017 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan fokus membangun infrastruktur jalan untuk menunjang perekonomian Surabaya.

“Kenapa fokus itu? Karena itu yang paling mempengaruhi dalam menunjang perekonomian di Kota Surabaya. Jalannya diperbanyak supaya lalu lintas semakin lancar dan ekonomi masyarakat akan meningkat,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Selasa (10/1).
Sejumlah proyek pengerjaan infrastruktur jalan yang akan digarap dan dirampungkan sampai akhir tahun ini antara lain Frontage Road (FR) sisi barat dan jalan Middle East Ring Road (MERR II C). “Kedua proyek jalan tersebut menjadi prioritas Pemkot Surabaya. Untuk jalan MERR, kami bertekat menyelesaikan tahun ini juga. Biar segera nyambung dengan akses ke Bandara Juanda,” ungkapnya.
Sebelumnya pihak pemkot mengakui jika terdapat sejumlah kendala dalam penggarapan MERR. Pasalnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII belum sempat merinci anggaran pembangunan fisik jalan MERR hingga lewat masa penetapan anggaran 2017.
Namun pemkot telah meminta BBPJN untuk merevisi anggaran. “Sudah kami ajukan (penganggaran) ke pemerintah pusat. Alhamdulillah direspons cepat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Agus mengungkapkan jika dari seluruh APBD, pembangunan jalan memperoleh jatah sekitar Rp 130 miliar yang diperuntukkan khusus bagi pengaspalan dan perluasan. Di samping itu, pemkot juga akan melanjutkan pembenahan kawasan Balai Pemuda dan Jembatan Petekan dengan ditambahkannya pintu air.

Read more…