Selasa, 19 Februari 2019

Low Season, Lion Air Kurangi Penerbangan Rute Batam-Surabaya

BATAM – Akibat jumlah penumpang yang menurun, maskapai Lion Air terpaksa melakukan pengurangan frekuensi penerbangan dari Bandara Hang Nadim, Batam ke sejumlah rute domestik. Rute ke Surabaya via Bandara Internasional Juanda misalnya, yang biasanya enam kali sehari, berkurang drastis hanya menjadi dua kali sehari.

“Kami mengurangi frekuensi penerbangan ke sejumlah rute karena masih sepi penumpang,” jelas District Manager Lion Air Batam, M. Zaini Bire, dikutip dari Tribun Batam. “Masa low season ini seperti pada tahun lalu di awa tahun. Biasanya, pada bulan Januari hingga April, penumpang memang masih dalam masa low season.”

Sejumlah rute penerbangan yang terpaksa dikurangi adalah Batam-Medan yang biasanya enam kali menjadi hanya lima kali penerbangan. Selain itu, ada rute Batam-Pekanbaru yang biasanya tiga kali menjadi dua kali penerbangan, Batam-Padang dari semula tiga kali menjadi dua penerbangan, serta rute Batam-Jakarta dan Batam-Surabaya yang berkurang dari enam kali menjadi dua kali penerbangan.

“Meski ada pengurangan atau pembatalan rute penerbangan tersebut, bukan berarti kami melalaikan penumpang. Sebab, sejumlah penumpang tetap ikut dan diutamakan dalam rute penerbangan,” sambung Bire. “Jadi, penerbangan penumpang dengan tujuan yang sama digabungkan dalam satu penerbangan.”

Pengurangan frekuensi dan pembatalan penerbangan otomatis membuat barang atau kargo di Bandara Hang Nadim menumpuk. Pengurangan penerbangan otomatis mengurangi daya angkut barang di kargo Bandara Hang Nadim. Sepanjang bulan Februari ini saja, pembatalan penerbangan berkisar 9 hingga 13 penerbangan ke berbagai rute di Tanah Air.

“Salah satu penyebab terjadi penumpukan barang di kargo Bandara Hang Nadim memang berkurangnya penerbangan,” papar Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim,” Suwarso, dikutip Batam Pos. “Pasalnya, semakin banyak penerbangan, semakin banyak pula barang yang diangkut. Jadi, pengurangan penerbangan otomatis mengurangi daya angkut di kargo.’

Read more…

Senin, 18 Februari 2019

Hadiah Rp55 Juta, Angkasa Pura I Gelar Pemilihan Duta Bandara 2019

SURABAYA – Gelaran rutin, Duta Bandara, kembali diadakan PT Angkasa Pura I. Pendaftaran acara untuk Warga Negara Indonesia, baik pria maupun wanita ini, resmi dibuka mulai awal Februari 2019 dan ditutup pada tanggal 15 Maret 2019. Perusahaan sendiri telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp55 juta kepada pemenang yang terpilih.



“Dalam rangka meningkatkan pelayanan, membina hubungan pelanggan yang baik dan berkesinambungan antara pengguna jasa dengan pengelola bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan program perekrutan Duta Bandara tahun 2019,” tulis perusahaan dalam situs resminya. “Program Duta Bandara diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih humanis kepada pengguna jasa (extra life facilities).”

Selain itu, tambah perusahaan, juga meningkatkan ‘Welcoming Value’ melalui tegur sapa yang sesuai dengan profil penumpang dan memberikan kontribusi terhadap atmosfer atau ambience hospitality di bandara, serta menumbuhkembangkan partisipasi aktif masyarakat khususnya pemuda/i daerah yang kreatif, berbakat, dan interaktif untuk mempresentasikan dan mempromosikan pelayanan bandara, pariwisata, serta kebudayaan di daerahnya masing-masing.

Bagi mereka yang berminat, bisa mendaftar di kantor cabang bandara wilayah kerja PT Angkasa Pura I. Pendaftaran dan pengiriman CV dibuka pada tanggal 8 Februari hingga 15 Maret 2019. Nantinya, peserta akan melakukan Seleksi I pada tanggal 18 Maret 2019 dan Seleksi II pada tanggal 19 Maret. Penjurian final (per bandara) dilakukan pada tanggal 21 Maret 2019, karantina di kantor pusat pada 25-29 Maret 2019, dan babak grand final diadakan pada 30 Maret 2019.

Bagi Anda yang berminat, syarat-syarat pendaftaran antara lain pria atau wanita WNI berusia minimal 20 tahun dan maksimal 25 tahun per Desember 2018, pendidikan terakhir minimal D3, memiliki tinggi badan minimal 165 cm dan maksimal 175 cm, belum pernah menikah, sehat jasmani dan rohani, serta berkelakuan baik. Peserta juga wajib menyerahkan surat lamaran, CV, fotokopi KTP, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi KK, fotokopi Akta Kelahiran, sertifikat pelatihan, surat keterangan belum pernah menikah, SKCK, surat pernyataan bersedia tidak menikah selama menjadi duta, serta foto seluruh badan.

Read more…

Minggu, 17 Februari 2019

Siap-Siap Berburu Tiket Pesawat Murah, Astindo Travel Fair 2019 Segera Digelar di Surabaya!

Jakarta – Astindo akan kembali mengadakan pameran perjalanan terbesar di Indonesia bertajuk Astindo Travel Fair 2019 tanggal 22-24 Februari 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Tak hanya di Jakarta, Astindo Travel Fair 2019 juga akan digelar secara serempak di 3 kota besar lainnya, yakni Surabaya, Bali, dan Palembang.



Astindo Travel Fair 2019 sendiri adalah consumer show pariwisata (B2C) yang mempertemukan pelaku industri wisata dengan consumer untuk memperoleh informasi wisata dalam dan luar negeri. Nantinya ajang bergengsi ini akan didukung oleh 19 maskapai penerbangan ternama, BCA sebagai bank partner, Sompo Insurance sebagai insurance partner, dan Filipina sebagai preferred destination.

Menurut Ketua Astindo, Elly Hutabarat, acara tahunan yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-9 kalinya di Jakarta ini selalu mengalami peningkatan setiap tahun sejalan dengan perkembangan industri wisata domestik dan mancanegara yang cukup pesat di Indonesia.

“Perkembangan Astindo Travel Fair dari tahun ke tahun cukup menggembirakan. Di antaranya ditandai oleh beragamnya destinasi, obyek pariwisata, dan sarana pendukung wisata yang berpartisipasi sehingga semakin mampu menarik minat pengunjung datang ke Astindo Travel Fair,” ujar Elly.

“Kami bersama dengan mitra kerja, stakeholder dan komunitas pariwisata berkomitmen agar Astindo Travel Fair dapat menjadi ajang pameran wisata yang terdepan dan terlengkap di Indonesia dan sebagai referensi liburan hemat masyarakat di Indonesia baik wisata domestik maupun mancanegara. Astindo Travel Fair juga mendukung promosi wisata domestik sejalan dengan program pemerintah,” sambung Elly.

Belasan maskapai seperti All Nippon Airlines (ANA), Cathay Pacific, China Airlines, Emirates, Etihad Airways, Ethiopian Airways, EVA Air, Garuda Indonesia, Korean Air, Malaysian Airlines, Oman Air, Philippines Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways, Saudia Airlines, Singapore Airlines, Sriwijaya Air – NAM Air, Thai Airways, dan Vietnam Airlines nantinya akan menawarkan diskon spesial untuk harga tiket pesawat selama acara berlangsung. Misalnya saja Thai Airways yang akan menyuguhkan sejumlah keuntungan seperti program cashback, voucher gratis atraksi wisata di Bangkok dan Thailand, serta sejumlah hadiah menariknya.

Read more…

Sabtu, 16 Februari 2019

Bandara Juanda Rayakan Hari Kasih Sayang dengan Gelar Donor Darah

Sidoarjo – Pada perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine tanggal 14 Februari 2019 lalu, rupanya Bandara Internasional Juanda memiliki cara yang unik untuk merayakannya. Dalam kesempatan tersebut Bandara Juanda mengadakan kegiatan donor darah dan membagikan 200 souvenir permen berbentuk hati untuk para penumpang. Acara ini diselenggarakan di dekat air mancur Terminal 1 Bandara Juanda.

Menurut General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Juanda, Heru Prasetyo, kegiatan ini bertema Blood For Love dan Blood For Life. “Kita ambil tema ini karena sebenarnya kegiatan ini merupakan satu rangkaian ulang tahun PT Angkasa Pura I. Dan untuk kegiatan donor darahnya, kami bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI),” kata Heru, Kamis (14/2), seperti dilansir Tribunnews.

Tak hanya donor darah, ada pula kegiatan menarik lainnya yang diselenggarakan oleh PT AP I Cabang Juanda, yakni live musik akustik dan juga photo booth (tempat foto langsung jadi). “Jadinya para pengguna jasa bandara bisa terhibur setelah mengikuti donor darah. Tapi kalau memang tidak ingin donor darah, cuma hanya ke photobooth saja juga boleh,” beber Heru.

Di samping itu, pihak Bandara Juanda pun membagikan sejumlah 200 souvenir lolipop berbentuk hati untuk para pengguna jasa. Dari acara yang diselenggarakan tersebut, rupanya animo para penumpang untuk mengikuti kegiatan donor darah cukup tinggi. Menurut Heru, kegiatan donor darah yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB sampai jam 12.00 WIB di Bandara Internasional Juanda ini berhasil mengumpulkan sebanyak 75 kantong darah.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada para penumpang dan pengguna jasa bandara. Karena telah ikut menyemarakkan dan menikmati berbagai kegiatan yang kami buat di Bandara Internasional Juanda,” tandas Heru.

Read more…

Jumat, 15 Februari 2019

Sinergi 6 Pilar, Angkasa Pura I Komitmen Berantas Narkoba di Bandara Juanda

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda berupaya untuk memperketat keamanan dalam pemberantasan narkoba di jalur udara. Dalam upaya tersebut, 6 pilar bersinergi dalam memberantas narkoba. Sinergi ini dilakukan di Terminal 2 pintu kedatangan Bandara Juanda Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh KPPBC TMP II Juanda Surabaya Budi Hardjanto, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I Muhammad Purwantoro, General Manager Bandar Udara Juanda Kolonel Laut Heru Prasetyo, Komandan Satuan Tugas Pengamanan (Dansatgas Pam) Mayor Amritsam, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Kelas I dr. Muh. Budi Hidayat M. Kes, dan Kasat Resnarkoba Polres Sidoarjo Kompol Sugeng.

Menurut General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo, pihaknya berusaha untuk menyediakan jasa kebandarudaraan, jaminan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan terhadap penumpang. “Yang mana kita menjamin dan memastikan, jangan sampai lepas barang yang dilarang oleh negara. Kita sudah melaksanakan hal ini setiap harinya. Kami bekerja sama dengan Bea Cukai, Karantina, Air Navigasi, dan TNI Angkatan Laut. Kerja sama yang dilakukan sepanjang masa, kita sering berkoordinasi sehingga kita dapat mengungkap temuan yang dilarang negara,” ujar Heru, Jumat (8/2), seperti dilansir Detiknews.

“Penumpang yang melakukan peredaran apapun yang dilarang negara, saya pastikan tidak akan lepas di wilayah Bandara Juanda Surabaya. Jangan mencoba bermain dengan kami dengan barang terlarang jenis apapun,” sambung Heru.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Pengamanan (Dansatgas Pam) Mayor Amritsam mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap semua pihak yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya pengamanan di Satgas Bandara Juanda merupakan hasil sinergitas dari komponen yang ada di wilayah Juanda.

“Kami selaku Satgas Pam Bandara Juanda, karena sinergitas itu maka kami selalu bisa menggagalkan semua barang yang tidak sesuai aturan penerbangan maupun Undang-Undang. Maka selaku Satgas Pam kami akan memberantas tuntas sampai ke akarnya,” tandas Mayor Amritsam.

Read more…

Kamis, 14 Februari 2019

Rute Domestik Masih Mahal, Tiket Pesawat Aceh-Surabaya Lebih Murah Via Kuala Lumpur?

Jakarta – Hingga kini masyarakat masih mengeluhkan harga tiket pesawat rute domestik yang dinilai mahal. Bahkan beredar kabar yang menyebutkan jika harga tiket pesawat Air Asia ke Surabaya via Kuala Lumpur justru jauh lebih murah dibandingkan naik maskapai dalam negeri.

Seperti dilansir Detik, tiket penerbangan AirAsia dari Banda Aceh ke Surabaya sendiri tarifnya sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1,7 juta. Penerbangan ini mengharuskan penumpang untuk transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Sementara itu, untuk maskapai lokal seperti Garuda Indonesia memasang harga tiket pada rute yang sama sebesar Rp 4 juta hingga Rp 4,3 juta. Penerbangan itu transit dulu di Bandara Soekarno-Hatta sebelum menuju Bandara Juanda Surabaya.

Kemudian maskapai Lion Air menawarkan harga yang relatif lebih murah dibandingkan Garuda. Yakni sebesar Rp 1,9 juta hingga Rp 2,8 juta untuk rute yang sama, tetapi transit terlebih dahulu di Bandara Kualanamu, Medan. Dari data tersebut terlihat bahwa dua maskapai lokal yang transit dalam negeri tarifnya justru lebih mahal dibanding maskapai internasional yang transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, harga tiket pesawat untuk rute dari Aceh ke Surabaya tersebut memang wajar. Pasalnya penerbangan Aceh-Surabaya memang harus transit terlebih dahulu di Jakarta. “Kan dari Aceh ke Surabaya memang ada transit dulu ya, jadi ya wajar harga segitu, itu harga normalnya kita memang seperti itu,” kata Ikhsan, Kamis (7/2), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Ikhsan memaparkan jika harga tiket tersebut bisa dibilang berada pada batasan yang wajar. Pasalnya pihak Garuda Indonesia menetapkan harga tiket di bawah tarif batas atas yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Harga kita itu sudah ada range-nya pas di antara tarif atas dan tarif bawah pada PM 14. Dari Aceh ke Jakarta saja itu tarif atasnya sekitar Rp 2,9 juta, lalu ditambah lagi Jakarta ke Surabaya sekitar Rp 1,6 juta, tinggal tambahkan saja,” pungkas Ikhsan.

Read more…