Selasa, 26 September 2017

Waspada Gunung Agung, 12 Slot Penerbangan Bakal Dialihkan ke Bandara Juanda

SURABAYA – PT Angkasa Pura I telah menyiapkan Bandara Internasional Juanda sebagai bandara alternatif jika Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali ditutup akibat erupsi Gunung Agung. Bandara yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut telah menyiapkan 12 slot penerbangan alternatif dan juga ruang tunggu khusus yang diperuntukkan penumpang pesawat yang dialihkan ke Surabaya.

“Jika Gunung Agung mengalami erupsi, Bandara Juanda sudah menyiapkan 12 slot penerbangan alternatif,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuwono. “Sebanyak 12 slot penerbangan alternatif tersebut disediakan untuk enam pesawat berbadan besar dan juga enam pesawat berbadan sedang.”
Yuwono menambahkan bahwa Bandara Juanda memang mendapatkan jatah 12 slot dari 16 slot penerbangan atau landing yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sementara, sisa slot penerbangan lainnya akan dialihkan ke bandara lain, seperti Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Lombok, dan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi. “Di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri, ada 30 slot penerbangan per jam, dengan 14 take off dan 16 landing,” sambungnya.
“Sementara, untuk menampung penumpang yang dialihkan dari Bali, kami telah menyiapkan ruang tunggu khusus di Gate 11 dan Gate 12 yang bisa menampung hingga 500 penumpang,” lanjut Yuwono. “Gate 11 dan Gate 12 yang biasa digunakan untuk terminal umrah akan dialihfungsikan sebagai ruang tunggu penumpang Bali yang dialihkan ke Bandara Juanda.”
Gunung Agung saat ini telah berstatus siaga IV atau awas. Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai masih berjalan normal. Pihak bandara setempat baru akan melakukan penutupan jika Gunung Agung meletus dan mengeluarkan hujan abu yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

“Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup jika ada letusan Gunung Agung,” papar Corporate Secretary Perum PPPNPI (AirNav), Didiet KS Radityo. “Dari AirNav Indonesia bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah menyiapkan alternatif pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara sesuai daya tampung yang tersedia.”

Read more…

Senin, 25 September 2017

Gunung Agung Berstatus Awas, Bandara Juanda Siap Jadi Rute Pengalihan

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda sudah siap dijadikan rute pengalihan penerbangan jika Gunung Agung di Karangasem, Bali sewaktu-waktu meletus. Pihak PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Juanda sendiri sudah melakukan langkah teknis dan koordinasi dengan adanya status awas pada Gunung Agung.

“Kami secara teknis sudah melakukan langkah dan koordinasi dengan adanya status awas pada Gunung Agung di Bali,” ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo. “Jadi, kapan pun kami diminta (untuk pengalihan rute), Bandara Juanda tinggal menjalankan.”
Febrian menambahkan bahwa koordinasi dilakukan dengan pihak terkait di Bandara Juanda, seperti pengaturan dan koordinasi lalu lintas udara, BMKG, Koramil, dan Polsek, Jadi, segala sesuatu yang terkait dengan status awas Gunung Agung sudah dibahas dan Bandara Juanda siap sebagai salah satu bandara pengalihan rute ke Bali, jika terjadi erupsi.
“Meski demikian, hingga saat ini, belum ada perintah pengalihan rute penerbangan menuju Bali yang dialihkan ke Bandara Juanda atau bandara lainnya,” sambung Febrian. “Tetapi, kami berharap rute penerbangan di semua bandara, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, bisa berjalan secara normal.”
Memang, hingga Gunung Agung ditetapkan berstatus awas, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gustu Ngurah Rai masih berjalan normal. Pihak bandara setempat baru akan melakukan penutupan jika Gunung Agung meletus dan mengeluarkan hujan abu yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup jika ada letusan Gunung Agung,” papar Corporate Secretary Perum PPPNPI (AirNav), Didiet KS Radityo. “Dari AirNav Indonesia bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah menyiapkan alternatif pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara sesuai daya tampung yang tersedia.”
Didet menambahkan bahwa ada lima rute pengalihan jika Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup. Pengalihan penerbangan diarahkan ke Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Lombok. “Rute-rute pengalihan itu antara lain meliputi 10 penerbangan ke Bandara Juanda, lima penerbangan ke Bandara Hasanuddin, lima penerbangan ke Balikpapan, lima penerbangan ke Jakarta, dan tiga penerbangan ke Lombok,” pungkasnya.

Read more…

Minggu, 24 September 2017

Kemenhub Alihkan Penerbangan Ke 7 Bandara Jika Gunung Agung Meletus

Surabaya – Mulai hari Sabtu, 23 September 2017 kemarin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga menjadi Awas. Otomatis Kementerian Perhubungan telah menyiapkan rencana rute darurat apabila kondisi di Bali semakin memburuk karena erupsi Gunung Agung.

“Makanya kita persiapkan bandara-bandara yang lain. Ada lima sampai tujuh bandara,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (23/9), seperti dilansir Warta Sumedang.
Tujuh bandara yang dipersiapkan untuk antisipasi antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Praya, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Walau status Gunung Agung telah menjadi Awas, seluruh penerbangan ke Bali masih berlangsung normal dan lancar. “Sampai hari ini (Sabtu) belum ada hambatan dan tidak terganggu (lalu lintas udara). Jadi pesawat masih bisa take off - landing dengan baik,” sambung Budi.
Bila erupsi benar-benar terjadi, Kemenhub telah mempersiapkan skenario evakuasi penumpang yang akan menuju Bandara Ngurah Rai Bali. “Tapi 'just in case' nanti ada erupsi, kami sudah menyiapkan satu plan dimana penumpang akan dievakuasi. Tapi kita berdoa agar aman-aman saja,” tandasnya.
PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional Juanda sendiri mengaku telah siap apabila dijadikan sebagai rute pengalihan penerbangan saat Gunung Agung di Bali meletus. Pihak AP I kabarnya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti pengaturan dan koordinasi lalu lintas udara, BMKG, Koramil, dan Polsek.
“SOP sudah siap. Segala sesuatu terkait status awas Gunung Agung sudah dibahas dan bandara Juanda sebagai salah satu bandara pengalihan rute ke Bali, jika terjadi erupsi,” kata Humas Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo.
Febrian mengungkapkan bila hingga kini masih belum ada perintah untuk mengalihkan rute penerbangan dari Bali ke Bandara Juanda atau bandar udara lainnya. “Layanan berjalan normal, tapi jika keadaan memutuskan pengalihan rute, kami sudah siap. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Di Juanda sendiri, dari dan ke Bali masih seperti biasa. Belum ada dampak dan gangguan penerbangan,” tandas Febrian.

Read more…

Sabtu, 23 September 2017

Garuda Gelar Promo Tiket Murah di GATF 2017, Ini Info Lengkapnya

Jakarta – Garuda Indonesia mengadakan Garuda Travel Fair (GATF) 2017 fase II di Jakarta Convention mulai tanggal 22-24 September 2017. Dalam event tersebut maskapai nasional ini menawarkan promo tiket penerbangan murah e berbagai destinasi wisata seperti Lombok, Gunung Bromo, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Morotai, Kepulauan Seribu, Belitung, Wakatobi, dan Tanjung Lesung.

Dalam GATF 2017 phase II ini akan dilakukan secara roadshow di 22 kota besar yang ada di Indonesia, antara lain Batam, Palembang, Kupang, Balikpapan, Makassar, Medan, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Lombok, Manado, Ambon, Sorong, Jayapura dan Timika.
Berikut rincian program diskon dalam GATF 2017 fase 2:
  1. Program Happy Hour: Diskon sampai dengan 80% pada periode pukul 10.00 WIB – 13.00 WIB dan pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB.
  2. Program Best Deal: Tiket domestik dan international dengan diskon hingga 50% yang dapat dinikmati sepanjang hari selama event.
  3. Program Regular Discount: Diskon regular sepanjang hari ke berbagai rute penerbangan, untuk rute domestik diskon hingga 13% sedangkan rute internasional hingga 20%.
  4. Program Discount Redemption GarudaMiles: Diskon hingga 50% ke rute-rute tertentu dengan melakukan redeem miles, dan dapatkan extra miles untuk member GarudaMiles baru.
  5. Program Discount Cargo: Diskon hingga 50% bagi pengunjung dan travel agent yang berkeinginan untuk melakukan pengiriman barang selama pameran GATF 2017 phase ke II di bulan September ini.
  6. Program Prepaid Baggage & Advance Seat Request: Diskon hingga 30% untuk Prepaid Baggage dan Advance Seat Request (leg room & non leg room).
  7. Penjualan Barang Sales on Board: Diskon hingga 50% untuk berbagai macam barang.
  8. Program Special Offer Umroh: Harga khusus untuk perjalanan ibadah dengan cicilan 0% hingga 12 bulan dari BNI Syariah.
  9. Program Discount Citilink: Diskon 10% untuk seluruh rute penerbangan Citilink.
  10. Program Lucky Draw: Lucky Draw berupa tiket Pesawat Garuda Indonesia, dengan syarat setiap pembelian tiket penerbangan Garuda Indonesia minimal pembelian Rp 10.000.000, dan berhak mendapatkan 1 lembar kupon yang akan diundi di setiap harinya.
  11. Program SkyTeam & Interline: Garuda Indonesia memberikan penawaran khusus untuk terbang ke berbagai negara di dunia, selain itu pengunjung juga akan dibantu oleh travel consultant untuk merencanakan perjalanan.
“Dari ke 22 kota besar di Indonesia tersebut, secara nasional Garuda Indonesia akan menargetkan total penjualan sebesar Rp 501 miliar selama 3 hari pelaksanaan GATF 2017 phase ke II di masing-masing kota,” imbuh Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati. Khusus di Jakarta, target penjualan Garuda adalah Rp 283 miliar dengan jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 76 ribu orang.

Selain digelar di dalam negeri, GATF 2017 phase II juga dilakukan serentak di 17 kota besar luar negeri. “Pelaksanaannya akan dilakukan secara online di kota-kota besar internasional, yaitu Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Mumbai, Hong Kong, Beijing, Canton, Shanghai, Chengdu, Tokyo, Osaka, Seoul, Sydney, Melbourne, Perth, Amsterdam, hingga London,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury di Jakarta, Jumat (22/9), seperti dilansir Liputan 6.

Read more…

Jumat, 22 September 2017

Status Gunung Agung Siaga, Penerbangan di Bandara Juanda Masih Berjalan Normal

Sidoarjo – AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) saat ini menyiapkan berbagai langkah setelah status Gunung Agung kini ditetapkan menjadi siaga. Bahkan AirNav juga mempersiapkan jalur alternatif penerbangan apabila Gunung Agung menyemburkan debu vulkanik.

Hingga kini pihak AirNav terus memantau perkembangan Gunung Agung dan menanti informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Jika sudah ada informasi soal Gunung Agung, kami sudah siapkan jalur alternatif untuk penerbangan yang mengarah ke Bali. Begitu juga dengan debu vulkanik yang terbawa angin, kami terus melakukan pemantauan,” kata ATS Regional Coordinator AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Wawan Hermawan, Rabu (20/9), seperti dilansir Tribunnews.
Lebih lanjut Wawan menuturkan bahwa sampai saat ini aktivitas Gunung Agung yang hendak meletus masih belum menimbulkan dampak apa-apa terhadap penerbangan di Indonesia. Seluruh penerbangan termasuk rute ke Bali juga dilaporkan berjalan normal.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda belum lama ini mengumumkan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya masih normal dan tak terpengaruh oleh aktivitas Gunung Agung. “Untuk take off dan juga landing masih terpantau lancar dan kondusif,” kata Prakirawan BMKG Juanda, Oki Kusuma Hakim.
Berdasarkan pantauan citra satelit kondisi di langit Bandara Juanda juga terpantau cerah berawan dengan jarak pandang mencapai 8 km. “Selain itu, tugas dari BMKG adalah menginformasikan kepada otoritas Bandara Internasional Juanda terkait dengan kondisi cuaca yang berlangsung saat ini,” papar Oki.
Apabila terdapat aktivitas peningkatan debu vulkanik dari Gunung Agung, maka pihak BMKG akan segera memberitahukan pihak Otoritas Bandara. “Untuk selanjutnya dari petugas otoritas Bandara Internasional Juanda yang akan melakukan langkah lanjutan apakah itu melakukan penutupan bandara atau tidak,” ucapnya.
Lebih lanjut Oki mengungkapkan, arah angin di kawasan Bandara Juanda berasal dari Utara hingga Timur dan dominan bervariasi. “Namun, penerbangan di Bandara Internasional Juanda masih berlangsung normal dan lancar tanpa adanya kendala yang berarti,” beber Oki.

Sebelumnya, PVMBG telah menaikkan status aktivitas Gunung Agung dari level waspada menjadi siaga atau level III pada pukul 21.00 WITA, Senin (18/9). Status Gunung Agung dinaikkan menjadi siaga lantaran selama beberapa hari belakangan Gunung Agung menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Read more…

Rabu, 20 September 2017

TKI Enggan Didata, UPT P3TKI di Bandara Juanda Sepi

Surabaya – Para TKW maupun TKI yang baru saja kembali ke Tanah Air melalui terminal kedatangan internasional di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda biasanya diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu ke UPT Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P3TKI) Disnakertrans Jawa Timur sebelum kembali ke kampung halamannya.

Layanan tersebut sengaja disiapkan oleh Disnakertrans sampai berakhirnya penerbangan di T2 Bandara Juanda. UPT P3TKI tersebut ada di ujung area kedatangan penerbangan internasional. Akan tetapi setiap harinya layanan tersebut cukup sepi. Biasanya baru akan ramai di momen-momen tertentu seperti musim cuti TKW ketika Lebaran, Imlek, atau sebagainya.
Mayoritas TKW akan menolak jika diminta mampir ke Unit Pelayanan TKI di Bandara Juanda. Hanya ada beberapa TKW yang bersedia mampir setelah digiring oleh petugas. Padahal UPT tersebut bermanfaat untuk mendeteksi jika ada masalah pada TKI di luar negeri. Layanan ini juga dapat mengecek berapa jumlah TKI yang pulang ke Indonesia, termasuk alasan kepulangannya.
Kebanyakan TKI pulang lantaran memperoleh cuti dari tempat kerjanya. Bahkan cuti yang didapat bisa mencapai 1 bulan. “Saya dapat cuti 3 minggu. Saya sudah empat tahun tak pulang,” kata salah satu TKW asal Blitar bernama Nuryanti, seperti dilansir Tribunnews.
Selain memperoleh cuti, ada juga beberapa TKI yang memang pulang ke Indonesia karena masa kontrak mereka telah habis. Pada waktu Lebaran lalu terdapat sekitar 400 TKI yang terdata telah habis masa kontraknya. Sayangnya proses pendataan di UPT P3TKI Bandara Juanda masih serba manual dan segalanya dicatat di secarik kertas oleh petugas.
Para TKI yang melapor ke UPT P3TKI rata-rata telah bekerja lebih dari 2 tahun dan umumnya bekerja di sektor informal atau pembantu rumah tangga. Gaji atau pendapatan mereka bila dipekerjakan lewat PJTKI resmi adalah Rp 10 juta, sedangkan di pabrik Rp 15 juta.
Bandara Juanda sendiri memang menjadi salah satu gerbang masuknya TKI maupun TKW yang hendak pulang kampung. Pada waktu mudik Lebaran beberapa waktu lalu saja terdapat sekitar 6.000 TKI yang mudik melalui Bandara Juanda. Kala itu disediakan 2 posko, yaitu posko keberangkatan dan posko kepulangan. Saat didata di posko tersebut, TKI tak dipungut biaya apapun.

“Posko keberangkatan untuk membantu memperlancar dan pemeriksaan administrasi bagi para TKI. Kalau posko kepulangan, untuk membantu proses kepulangan serta membantu keperluan para TKI,” kata Kadisnakertrans Provinsi Jatim Setiajit, beberapa waktu lalu.

Read more…