Kamis, 26 April 2018

Sejak Penerbangan Surabaya-Batulicin Dibuka, Jumlah Penumpang Kapal Mulai Turun

Surabaya – Sejak dibukanya penerbangan langsung dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Bersujud Kabupaten Tanahbumbu rupanya turut berpengaruh terhadap jumlah penumpang transportasi jalur laut. Pasalnya kini mulai banyak penumpang jalur laut menuju Surabaya yang beralih memilih moda transportasi udara atau pesawat.

Walaupun penurunannya tidak terlalu signifikan, pihak ASDP tetap menilai hal ini kemungkinan akan berdampak untuk ke depannya. Padahal rute penerbangan Batulicin-Surabaya belum genap sebulan dibuka, tetapi penurunan jumlah penumpang kapal laut sudah ada.

General Manager ASDP Batulicin, Yudhi Yanuar mengakui jika memang terjadi penurunan jumlah penumpang kapal laut walaupun tidak berpengaruh terlalu besar. “Penurunannya memang ada sekitar 1 persen setelah adanya penerbangan Batulicin Surabaya yang awal bulan lalu resmi dibuka,” kata Yudhi, seperti dilansir Tribunnews.

Walau demikian, Yudhi merasa yakin jika tidak akan banyak perubahan pada jumlah penumpang kapal laut secara keseluruhan. Pasalnya kapal dan pesawat memiliki segmen yang berbeda, sehingga menurutnya tidak berdampak terlalu besar terhadap kapal yang beroperasi setiap minggunya.

“Untuk kapal laut, sasarannya tetap penumpang dan barang. Bila urusan barang tentunya tetap memilih kapal yang bisa memuat lebih banyak, sementara untuk pesawat sasarannya untuk kalangan menengah ke atas yang ingin cepat sampai,” ujar Yudhi.

Dengan adanya persaingan antara kedua jenis moda ini tentunya menjadi bahan perhatian dari pihak ASDP Batulicin, terutama dari segi pelayanan. Oleh sebab itu pihak ASDP akan lebih memperhatikan kebersihan dan kenyamanan kapal. “Bila pelayanan baik, maka masyarakat akan merasa nyaman dan senang untuk menikmati fasilitas yang ada. Makanya bagaimana pun keadaannya, pelayanan harus menjadi prioritas yang harus diperhatikan dan itu yang kami andalkan di ASDP ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, maskapai Nam Air membuka rute penerbangan langsung Batulicin-Surabaya sejak (6/4) lalu. Penerbangan tersebut dilayani 4 kali seminggu dengan jadwal berangkat dari Bandara Juanda Surabaya jam 12.00. Durasi penerbangan Surabaya-Batulicin juga relatif singkat, hanya sekitar 1 jam 35 menit. Harga tiket pesawat Nam Air rute Surabaya-Batulicin dipatok Rp 645 ribu, lebih murah dibandingkan tiket penerbangan transit ke Banjarmasin yang dibanderol sekitar Rp 1,3 jutaan.

Read more…

Rabu, 25 April 2018

Survei OAG: Batik Air Maskapai Paling Tepat Waktu Se-Asia Tenggara

Jakarta – Berdasarkan hasil survei dari OAG Flightview pada Maret 2018 lalu, maskapai Batik Air rupanya didapuk menjadi maskapai penerbangan dengan tingkat ketepatan waktu operasional atau on time performance (OTP) tertinggi di Asia Tenggara. Tak tanggung-tanggung, OTP yang dicapai Batik Air selama Maret 2018 adalah 90,3% dengan total operasional 11.774 penerbangan.

Bulan Februari 2018 maskapai Batik Air juga disebut-sebut sebagai maskapai dengan OTP teratas di Asia Tenggara dengan persentase 85,7% lewat 10.671 penerbangan. Sebagai informasi, on time performance merupakan ketepatan pesawat ketika tiba atau berangkat dalam kurun waktu 14 menit dan 59 detik atau kurang dari 15 menit dari waktu yang telah dijadwalkan.

Batik Air adalah satu-satunya maskapai yang menghubungkan langsung rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang ke Bandara Mopah, Merauke, Papua. Selain itu, Batik Air juga membuka rute dari Cengkareng ke Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, serta terbang langsung dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya ke Denpasar, melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali yang merupakan salah satu destinasi favorit wisata.

OAG Flightview sendiri adalah lembaga riset dan pemimpin global dalam informasi penerbangan yang berbasis di Inggris. OAG telah memiliki laporan di lebih dari 80% jadwal penerbangan yang ada di dunia serta memiliki jaringan data perjalanan udara terbesar secara internasional, termasuk database jadwal penerbangan lebih dari 900 maskapai dan lebih dari 4.000 bandara.

Atas prestasi tersebut, CEO Batik Air Achmad Luthfie menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya pada pengelola dan otoritas bandara, pemerintah, pengatur lalu lintas udara (ATC), awak pesawat, karyawan/ karyawati Batik Air, serta berbagai pihak yang telah mendukung operasional Batik Air.

“Atas nama Batik Air, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada manajemen beserta seluruh karyawan berkat kontribusi serta peran aktif dalam menyelenggarakan kinerja terbaik maskapai. Dengan bersama-sama, ke depan terus bisa ditingkatkan lagi,” kata Achmad, seperti dilansir Bisnis.

Demi mempertahankan tingkat ketepatan waktu, Batik Air berupaya melakukan sejumlah strategi tepat dengan tingkat OTP yang terus mengalami penyesuaian, terutama ketika jam sibuk (peak hours). “Komitmen Batik Air senantiasa memberikan kualitas layanan terbaik kepada pelanggan dan masyarakat sesuai konsep layanan premium sebelum, saat, serta setelah penerbangan. Batik Air senantiasa menyediakan pilihan perjalanan mengesankan dalam bisnis atau berwisata,” pungkas Achmad.

Read more…

Selasa, 24 April 2018

Pegawai Bandara Juanda Pakai Kebaya, Penumpang Terhibur

SURABAYA – Pada momen Hari Kartini yang jatuh Sabtu (21/4) kemarin, pegawai perempuan dan petugas operasional di Bandara Internasional Juanda kompak mengenakan kebaya. Tidak disangka, ribuan pengguna jasa dan penumpang pun senang dan terhibur ketika menyaksikan mereka mengenakan kebaya. Pasalnya, tidak hanya anggun, tetapi penampilan para pegawai dinilai cantik dan unik.

Salah seorang penumpang bernama Dwi Harini, seperti dilansir dari Tribun News, mengungkapkan bahwa dirinya senang menyaksikan para pegawai Bandara Juanda memakai kebaya. Pasalnya, para perempuan tersebut terlihat cantik dan unik. “Unik dan cantik. Apik,” demikian katanya ketika menunggu keberangkatan di Terminal 1.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Heru Prasetyo, mengungkapkan bahwa nuansa baju kebaya memang sengaja dihadirkan untuk memeriahkan Hari Kartini. Pihaknya tidak lupa mengajak seluruh komunitas bandara, baik pihak maskapai maupun pihak mitra usaha, untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini melalui gaya busana kebaya.

Peringatan Hari Kartini di Bandara Juanda pun menjadi lebih meriah dengan kehadiran peragaan busana yang ditampilkan di Terminal 1. Para model menampilkan busana khas Nusantara, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua dengan beragam kreasi. Para peraga busana dari Sanggar Rizky Budoyo itu nampak luwes bergerak di selasar ruang tunggu Terminal 1, sekaligus menghadirkan hiburan tersendiri bagi para penumpang yang menunggu waktu boarding.

“PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Surabaya juga terus berupaya menjadi mitra pemerintah daerah untuk turut mempromosikan kegiatan seni dan budaya,” jelas Heru. “Melalui kerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah Sidoarjo, kami melaksanakan kegiatan peragaan busana Nusantara di bandara bertepatan dengan momen Hari Kartini.”

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Sidoarjo, Soepomo, mengapresiasi dukungan PT Angkasa Pura I Bandara Juanda dalam mempromosikan pariwisata. Menurutnya, bandara merupakan salah satu pintu gerbang utama wisatawan yang masuk ke suatu daerah, sehingga memiliki potensi besar untuk dimaksimalkan mempromosikan wisata, baik itu dalam bentuk event maupun keunikan seni dan budaya.

Read more…

Senin, 23 April 2018

HUT ke-54, AP I Gelar Lomba Foto 13 Bandara Berhadiah Total Rp80 Juta

SURABAYA – Kegiatan memperingati ulang tahun PT Angkasa Pura I yang ke-54 ternyata masih berlangsung. Paling baru, Angkasa Pura Airports menggelar lomba fotografi bertajuk ‘Airport Photo Contest 2018’, yang pernah digelar pada tahun 2014 lalu, yang kali ini menyediakan hadiah uang tunai dengan total sebesar Rp80 juta.




Menurut rilis resmi PT Angkasa Pura I, objek foto berupa aktivitas pelayanan atau bangunan (fasilitas) di 13 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I. Ketiga belas bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara SAMS Sepinggan, Bandara Frans Kaisiepo, Bandara Adisutjipto, Bandara Internasional Lombok, Bandara Sam Ratulangi, Bandara Syamsudin Noor, Bandara Ahmad Yani, Bandara El Tari, Bandara Pattimura, dan Bandara Adi Soemarmo.

“Kategori lomba dibagi menjadi tiga, yakni Kategori Umum, Kategori Jurnalis, dan Kategori Karyawan,” bunyi rilis tersebut. “Kategori Umum adalah peserta dari masyarakat umum (termasuk pelajar, mahasiswa, dan profesi lainnya), Kategori Jurnalis adalah peserta dari pewarta foto (fotografer) media, sedangkan Kategori Karyawan adalah peserta adalah karyawan/karyawati Angkasa Pura Airports.”

Peserta adalah WNI yang berdomisili di wilayah Indonesia. Karya foto bisa dikirimkan berupa file digital dengan sisi terpanjang minimal 1024 piksel dan resolusi minimal 300 dpi dalam format JPG. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal lima karya foto, dengan periode pengambilan foto tanggal 1 Januari 2016 sampai 30 Juni 2018, dan batas penerimaan foto paling lambat 30 Juni 2018 pukul 24.00 WIB.

“Karya foto merupakan karya asli, bukan hasil manipulasi digital dan bukan reproduksi,” sambung rilis tersebut. “Kriteria penilaian adalah kesesuaian foto dengan tema, objek foto, estetika fotografi, artistik, komposisi, dan kualitas informasi foto. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada minggu ketiga bulan Juli 2018 di situs resmi Angkasa Pura I.”

Read more…

Minggu, 22 April 2018

Penjualan Paket Wisata Jelang Ramadan Meningkat, Surabaya Jadi Tujuan Favorit Masyarakat

Jakarta - Bulan puasa Ramadan memang kerap dijadikan momen bagi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halamannya dan berkumpul bersama keluarga. Menjelang liburan Ramadan tahun 2018 ini penjualan paket wisata Tiket.com dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan. Pada libur Ramadan kali ini Tiket.com menargetkan penjualan tiket dan paket wisata bisa mengalami pertumbuhan hingga 250% dari tahun lalu yang hanya tumbuh 150%.




Menurut Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer & Co-Founder Tiket.com, kontribusi penjualan terbesar berasal dari pemesanan tiket pesawat. “Sekitar 60 % disokong oleh tiket pesawat, sisanya tiket kereta 20% dan hotel 20%,” kata Gaery, Jumat (20/4), seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Gaery menerangkan bahwa tiket pesawat domestik yang paling banyak dipesan oleh pengguna Tiket.com adalah penerbangan tujuan Kota Denpasar, Surabaya (via Bandara Internasional Juanda), dan Medan. Sedangkan destinasi luar negeri favorit di Tiket.com antara lain Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok. “Kami berharap pertumbuhan secara keseluruhan hingga Juni nanti mencapai 250% dibandingkan tahun lalu,” ujar Gaery.

Promosi di Tiket.com pun menurut Gaery tidak terbatas pada pemberian maskapai penerbangan, kereta, dan hotel saja, sebab Tiket.com juga menawarkan promo khusus untuk setiap pembelian tiket pesawat dan hotel melalui aplikasi Tiket.com.

Promo yang ditawarkan oleh Tiket.com meliputi promo merchandise Marvel Studio’s Avenger pada setiap pembelian tiket pesawat dan hotel lewat aplikasi Tiket.com yang bekerjasama dengan Infinity War. Kemudian Tiket.com juga menawarkan promosi makan dan minum gratis di bandara dengan melakukan pembelian tiket kereta mudik serta berkesempatan memperoleh diskon langsung senilai Rp 40.000.

“Kami juga memberi promo gratis wrapping bagi setiap elite member tiket.com melalui kerjasama dengan Angkasa Pura Logistik dari 11 bandara cakupan wilayah Angkasa Pura I di antaranya Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Adi Sumarmo Surakarta, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya T1 dan T2, Ngurah Rai Denpasar, Lombok Airport, Sam Ratulangi Manado, El Tari Kupang, Banjarmasin dan Gorontalo,” papar Gaery.

Promo gratis wrapping tersebut berlaku sejak tanggal (16/4) lalu. Cara mendapatkan fasilitas ini bagi elite member cukup melakukan transaksi tanpa minimum pembelian dan terbang melalui salah satu dari 11 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I.

Read more…

Sabtu, 21 April 2018

Banyak Orang Pesan Tiket Pesawat Hari Selasa Karena Lebih Murah, Benarkah?

Jakarta – Menjelang mudik Lebaran 2018 seperti saat ini biasanya sudah banyak orang yang berburu tiket transportasi, baik transportasi melalui moda kereta api hingga pesawat. Pada momen-momen tertentu, sejumlah travel agent juga kerap mengadakan promo lewat travel fair. Dalam promo semacam itu jika kebetulan sedang beruntung, maka para traveler bisa berkesempatan mendapatkan tiket penerbangan murah untuk liburan.

Di kalangan traveler sendiri ternyata berkembang asumsi bahwa penentuan hari keberangkatan sangat mempengaruhi biaya liburan. Dari 7 hari dalam seminggu, ternyata hari Selasa adalah hari yang paling banyak dipilih oleh masyarakat untuk berlibur lantaran Selasa diyakini sebagai hari dimana harga tiket perjalanan jauh lebih murah dari hari lainnya.

Menurut Direktur Niaga Air Asia Indonesia, Rifai Taberi, penerbangan murah rupanya bergantung pada musim. Misalnya saja ketika bulan puasa Ramadan ternyata harga tiket pesawat terbang jauh lebih murah. “Sebenarnya bukan masalah hari untuk mendapatkan tiket pesawat murah tetapi season. Seperti yang tadi saya bilang kalau bulan puasa itu biasanya airlines akan memberikan promo tiket pesawat murah karena ketersediaan kursinya cukup banyak,” ungkap Rifai, seperti dilansir Brilio.

Lebih lanjut Rifai menerangkan, jika dibandingkan dengan hari di akhir pekan seperti Jumat, Sabtu, atau Minggu, maka kemungkinan besar memesan tiket penerbangan untuk keberangkatan hari Selasa bisa jauh lebih murah. Tiket pesawat murah juga katanya dapat dipengaruhi oleh masing-masing rute yang hendak dituju.

Pasalnya masing-masing rute atau destinasi mempunyai karakter tersendiri. Rifai mencontohkan, kunjungan ke Bali biasanya didominasi pada akhir pekan, sehingga harga tiket yang dibeli untuk weekend pun akan jauh lebih mahal. Lain lagi bagi mereka yang hendak berlibur ke Surabaya dari Jakarta. Sebab banyak orang yang melakukan perjalanan day trip atau berangkat pagi kemudian pulang malam hari.

“Setiap rute memiliki karakter masing-masing. Jadi misalnya Jakarta-Surabaya itu lebih trunk road ya bahkan day trip juga banyak berangkat pagi pulang malam. Namun kalau untuk rute leisure seperti Bali itu pastinya weekend yang ramai,” ungkap Rifai.

Read more…