Selasa, 23 Mei 2017

Gawat, Layang-Layang ‘Sesaki’ Langit Bandara Juanda

SURABAYA - Memasuki musim panas dengan angin yang bertiup agak kencang seperti saat ini, memang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan hobi mereka, salah satunya dengan bermain layang-layang. Sayangnya, permainan layang-layang yang dilakukan warga di sekitar Bandara Internasional Juanda justru berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan di bandara tersebut.

Hingga bulan April kemarin, Manajemen Keselamatan Penerbangan PT Angkasa Pura I Juanda mencatat ada 10 layang-layang yang ditemukan telah mengancam keselamatan penerbangan di Bandara Juanda. Sebanyak 10 layang-layang tersebut kini telah diamankan oleh petugas. Namun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah karena musim kemarau akan makin banyak warga yang main layang-layang. Pada tahun 2016 saja, ditemukan 20 layang-layang.
“Jika dibiarkan terus menerus, aktivitas layang-layang itu bisa membahayakan keselamatan penerbangan," kata salah satu perwakilan Manajemen Keselamatan Penerbangan PT Angkasa Pura I Juanda, Afrizal Chaniago. “Kami meminta camat dan lurah setempat melarang warganya main layang-layang dekat Bandara Juanda.”
Selain layang-layang, masalah lain yang membuat pening manajemen PT Angkasa Pura I adalah banyaknya penjual laser mainan di sekitar Bandara Juanda. Di wilayah Kecamatan Sedati dan Waru, banyak dijumpai sorot laser menjulang. Sinar tajam ini menembus langit Bandara Juanda dan jika sinar tersebut mengenai mata pilot, maka berpotensi membuyarkan konsentrasi pilot, terutama ketika pesawat akan landing.
Berada di dekat pemukiman penduduk memang membuat Bandara Juanda rentan mengalami gangguan yang sebenarnya sepele, namun bisa sangat membahayakan. Pada pertengahan tahun 2016 lalu, beberapa pilot dari sejumlah maskapai mengeluhkan munculnya balon udara yang melayang-layang di ketinggian 2.000 kaki di dekat landasan pacu.

Read more…

Senin, 22 Mei 2017

Ingin Terbang dari atau ke Surabaya? Pilih Bulan September!

SURABAYA - Jika Anda sedang merencanakan bepergian ke atau dari Surabaya menggunakan pesawat terbang via Bandara Internasional Juanda, bulan September mungkin bisa menjadi pilihan menarik untuk kunjungan Anda. Pasalnya, pada bulan kesembilan di kalender Masehi tersebut, tiket penerbangan dari dan menuju Kota Pahlawan sedang berada di harga yang paling murah.

Menurut data yang dipublikasikan Skyscanner.co.id yang dikenal sebagai ‘Panduan Evolusi Harga’, pada bulan September, tiket pesawat terbang dari dan menuju Surabaya berada di kisaran Rp1,3 juta. Data untuk Kota Medan juga menunjukkan hal serupa. Harga paling ekonomis diperkirakan mencapai titik terendah pada bulan September dengan tarif rata-rata Rp1,7 juta.
“Kami percaya bahwa ‘Panduan Evolusi Harga’ ini dapat membantu wisatawan domestik Indonesia berhemat,” jelas Senior Marketing Manager Skyscanner.co.id, Yulianto Balawan. “Jika wisatawan Indonesia memanfaatkan panduan ini, kami yakin mereka dapat mengalokasikan lebih banyak budget untuk pengalaman wisata yang lebih maksimal di lokasi tujuan.”
Data ini telah dijabarkan ke dalam sejumlah skema dan grafik yang menunjukkan rata-rata tarif tiket pulang-pergi dari sepuluh kota populer di seluruh Indonesia, termasuk Surabaya. Data tersebut didasari oleh pola harga selama dua tahun terakhir dan, menurut Skyscanner.co.id, ini merupakan indikator yang baik untuk prediksi harga tiket tahun ini.
Prediksi data tersebut juga menunjukkan tren wisata lokal Indonesia pada 2017. Untuk merencanakan dan mendapatkan pilihan wisata terbaik, wisatawan Indonesia selalu dapat menggunakan fitur-fitur Skyscanner.co.id secara cuma-cuma. Wisatawan dapat menggunakan fitur seperti tampilan ‘Bulan Termurah’, layanan ‘Info Harga’, dan ‘Ke Mana Saja’ untuk selalu mengetahui perubahan harga dan mendapatkan penawaran terbaik.
“Kami sadar bahwa mayoritas warga Indonesia amat memperhatikan biaya wisata domestik,” sambung Yulianto. “Untuk alasan ini, kami percaya bahwa kami dapat membantu wisatawan lokal dengan mengumpulkan data Skyscanner.co.id dan mempresentasikan secara sederhana dan mudah dimengerti, lalu memberikan prediksi edukatif dari data tersebut.”

Read more…

Minggu, 21 Mei 2017

Bandara Juanda Dimeriahkan Acara Fashion Show Busana Khas Jawa Timur

Surabaya – Pada Jumat (19/5) lalu Bandara Internasional Juanda dimeriahkan acara fashion show yang menampilkan desain busana-busana batik bernuansa modern. Kegiatan Jawa Pos Fashion Surprise 2017 yang diselenggarakan di Terminal 2 (T2) Bandara Juanda ini merupakan hasil kerjasama antara PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda dengan Jawa Pos.

Dalam acara Jawa Pos Fashion Surprise 2017 tersebut melibatkan sejumlah fashion designer, entrepreneur butik & fashion accessories, dan hair dresser dengan mengusung konsep fashion show di tempat umum seperti bandara. Acara ini sengaja digelar untuk mendukung pariwisata Jawa Timur dalam bidang fashion dengan desain-desain busana yang masih seputar budaya Jawa Timur.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh para pengguna jasa di Bandara Juanda. “Fashion show ini unik karena biasanya catwalk di atas panggung, tetapi kali ini catwalk di bandara dan ditambah lagi busana batik yang dikenakan para modelnya juga terlihat sangat modern,” ujar salah satu penumpang bernama Agung Rahman.
PT Angkasa Pura I sendiri memang rutin menggelar acara semacam ini hampir setiap bulan dan biasanya bertepatan dengan libur panjang. “Culture port ini kami gilir untuk semua 38 daerah di Jatim. Silakan memanfaatkan Bandara Juanda untuk menampilkan budaya khas daerah,” ungkap Yuwono, General Manajer PT AP I.
“Suasana culture port harus kami ciptakan untuk memberi kenyamanan bagi penumpang. Mengantarkan mereka sebelum terbang,” tandas Yuwono. Tak hanya fashion show, beberapa waktu sebelumnya di Bandara Juanda juga menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan dari sejumlah daerah seperti Madura, Bondowoso, dan masih banyak lagi.

Read more…

Sabtu, 20 Mei 2017

Konsumsi Avtur di Bandara Juanda Meningkat 15%

Surabaya – Konsumsi bahan bakar pesawat, avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda meningkat hingga 15 persen selama seminggu terakhir. Rata-rata konsumsi harian di Juanda sekitar 1.000 kilo liter dan kini naik jadi 1.150 kilo liter.

Dengan adanya peningkatan konsumsi avtur ini, Pertamina Marketing Operation Region V berusaha untuk menambah armada mobil tanki refueller (bridger) dari DPPU terdekat, yakni DPPU Malang. “Satu unit mobil tanki refueller tambahan sudah tiba hari ini dengan kapasitas 16 kilo liter. Adanya penambahan ini diharapkan bisa mempercepat pelayanan avtur di Bandara Juanda,” kata Heppy Wulansari, Area Manager Communication and Relation.
Tak hanya itu, Pertamina juga bakal meminta bantuan pada PT Angkasa Pura (AP) I supaya pesawat berbadan besar (wide body) yang melayani rute penerbangan Surabaya-Jeddah bisa diparkir di area yang telah dilengkapi fasilitas pipa hydrant fuel supaya pengisian bahan bakar dapat dilakukan dari pipa.
“Jika pesawat tersebut parkir di area pipa hydrant fuel maka pengisian tidak perlu menggunakan mobil tanki refueller. Karena kapasitas tanki pesawat rute Surabaya-Madinah cukup besar maka sekali pengisian memerlukan 2-3 mobil tanki refueller. Jika permohonan ini disetujui, tentu akan sangat membantu mempercepat pelayanan agar mobil tanki refueller bisa dialihkan untuk pengisian maskapai lain,” papar Heppy.
Pihak Pertamina juga memastikan ketersediaan avtur untuk kebutuhan pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Sementara itu persediaan avtur masih aman hingga 10 hari ke depan. Avtur DPPU Juanda langsung dipasok dari pipa Terminal BBM Surabaya Grup dan penyaluran ke Bandara Juanda dilayani oleh 7 mobil refueller berkapasitas 190 kilo liter.
Selain di Bandara Juanda, Pertamina Marketing Operation Region 1 juga berusaha mengantisipasi lonjakan penerbangan menjelang puasa dan Lebaran 2017 dengan menambah pasokan avtur di Sumatera bagian Utara (Sumbagut). Penambahan stok avtur dilakukan untuk mengakomodir peningkatan kebutuhan avtur di Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.

Read more…

Jumat, 19 Mei 2017

Jelang Puasa, Lion Air Buka Rute Penerbangan Baru Surabaya-Pekanbaru

Jakarta – Maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group, Lion Air dan Wings Air membuka rute baru ke Sumatera. Lion Air merambah rute dari Surabaya via Bandara Internasional Juanda ke Pekanbaru via Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Sementara itu maskapai Wings Air akan melayani rute penerbangan dari Palembang lewat Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ke Lubuklinggau melalui Bandara Silampari.

Kedua rute penerbangan ini dilayani sejak hari Kamis (18/5) lalu dengan jumlah penerbangan sebanyak satu kali per hari. “Penambahan rute ini merupakan salah satu bentuk rangkaian perluasan destinasi bagi jaringan konektivitas penerbangan maskapai Lion Air Group. Dengan terbukanya akses ini di harapkan masyarakat memiliki pilihan yang beragam dalam menerbangi rute-rute tersebut,” kata Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group di Jakarta, Rabu (17/5).
Lebih lanjut Andi menjelaskan jika pesawat Lion Air akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 15.45 WIB dan dijadwalkan sampai di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada jam 18.15 WIB. Sebaliknya, pesawat Lion Air dari Pekanbaru berangkat pukul 08.30 WIB dan mendarat di Surabaya pukul 11.00 WIB.
Sementara itu Wings Air akan melayani penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II palembang pukul 10.35 WIB dan sampai di Bandara Silampari Lubuklinggau jam 11.20 WIB. Dan sebaliknya, penerbangan dari Lubuklinggau berangkat pukul 11.55 WIB dan tiba di Palembang pukul 12.40 WIB.
Menjelang datangnya bulan puasa atau bulan suci Ramadan, pihak Lion Air Group berupaya memberi kemudahan untuk masyarakat dengan pembukaan sejumlah akses ke destinasi baru dan menambah jam penerbangan tiap harinya untuk mengakomodir kebutuhan para pengguna jasa penerbangan.
“Kami pun berharap dengan tersedianya akses dari Surabaya menuju Pekanbaru dan Palembang menuju Lubuklinggau dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisatanya masing-masing,” tandas Andi.

Read more…

Kamis, 18 Mei 2017

Bandara Juanda Siap Beroperasi 24 Jam Selama Lebaran 2017

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda akan mengoperasikan Bandara Internasional Juanda Surabaya selama 24 jam penuh sejak H-10 hingga H+15 Lebaran 2017. Pengoperasian Bandara Juanda selama 24 jam ini sengaja dilakukan untuk melayani dan menampung penumpang yang hendak mudik dan balik Lebaran.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang ada di lingkungan bandara untuk membahas segala kesiapan ini,” kata General Manager PT AP I Cabang Juanda, Yuwono, Rabu (17/5).
Lebih lanjut Yuwono mengatakan jika selama ini tiap pukul 23.00 – 05.00 WIB Bandara Juanda ditutup untuk perbaikan landasan pacu atau runway. “Tetapi pada saat lebaran nanti pengerjaan tersebut akan dihentikan dan bandara akan dibuka selama 24 jam untuk melayani penumpang,” tuturnya.
Selain menghentikan sementara perbaikan runway, PT AP I juga mempersiapkan layanan lain seperti menambah jumlah petugas customer service. “Selain itu, kami juga akan membuka posko lebaran yang akan ditempatkan di Terminal I Bandara dan juga di Terminal 2 Bandara Juanda,” kata Yuwono. Posko Lebaran tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti imigrasi, bea cukai, SAR, TNI, Polri, dan sejumlah unsur yang lain.
“Saat ini penerbangan di Bandara Juanda yang awalnya diperuntukkan untuk pesawat kecil sekarang sudah bisa menampung pesawat berbadan lebar dengan jumlah penumpang sekali angkut yang mencapai lebih dari 400 orang,” imbuh Yuwono.
Pesawat berbadan lebar itu merupakan salah satu pesawat yang dipakai untuk penerbangan calon jemaah umrah langsung dari Bandara Juanda ke Madinah. “Pesawat pengangkut jemaah umroh ini berangkat 13 kali dalam sepekan,” paparnya.
Yuwono menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran di Bandara Juanda bisa berlangsung dengan aman dan lancar. “Termasuk dengan adanya penambahan waktu penerbangan oleh maskapai untuk mengangkut penumpang saat Lebaran tahun ini,” tandasnya.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga sempat meminta sejumlah bandara untuk menambah jam operasionalnya selama libur Lebaran 2017 karena kemungkinan adanya lonjakan penumpang, khususnya untuk moda transportasi udara.

Read more…