Selasa, 23 Januari 2018

Maret 2018, Taksi Udara Terbang ke Bandara Juanda dan Spot Wisata Jatim

SURABAYA – Tidak hanya Jakarta yang memiliki layanan taksi udara, masyarakat di Surabaya dan Jawa Timur sebentar lagi juga bisa menikmati layanan transportasi tersebut. Taksi udara yang rencananya bakal diluncurkan pada bulan Maret 2018 tersebut akan terbang ke tempat-tempat populer di Jawa Timur, termasuk Bandara Internasional Juanda, Gunung Bromo, hingga Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran.

Menurut rencana, AJBS World bakal menyediakan taksi udara menggunakan helikopter tipe AS 350 B3 Airbus untuk menikmati destinasi wisata di Jawa Timur dan sekitarnya dengan mudah dan cepat dari udara dengan biaya yang tidak mahal. Terobosan terbaru ini sudah diperkenalkan dalam launching taksi udara yang digelar di Pandaan, Pasuruan, pada Sabtu (20/1) kemarin.

“Taksi udara adalah salah satu transformasi transportasi menggunakan helikopter, yang bisa dipakai untuk berbagai macam aplikasi, termasuk tour and traveling, wedding, event organizer, sampai hal emergency serta evakuasi logistik,” tutur Official Partner C-Air Taxi Air sekaligus Business Development AJBS World, Irwanto Limarno. “Untuk segmentasi, dapat digunakan untuk personal, corporate, hingga kebutuhan wisata.”

Sementara itu, Owner D’Gunungan Mountain and Lunge Pandaan, Donny Sutandio, menambahkan bahwa taksi udara ini mampu memenuhi segala kebutuhan dalam moda transportasi mainstream yang sudah ada. Tidak hanya itu, taksi udara juga bisa digunakan sebagai media promosi dan advertising, serta memungkinkan menjelajah hingga ke wilayah yang sulit dijangkau dengan perjalanan darat sebagai pengganti wedding car.

“Sejumlah wilayah di seluruh Indonesia sebenarnya dapat dicapai dengan taksi udara ini,” kata Donny. “Namun, khusus wisata Joyfull Flight berdurasi 15 menit, area penerbangan meliputi Gunung Bromo, Bawean, Bandara Juanda, Taman Dayu, Kawah ijen, Taman Nasional Baluran, Surabaya, Gresik, Banyuwangi, Cepu, Bojonegoro, Madura, Malang, Batu, hingga Tuban.”

Untuk bisa menikmati penerbangan selama seperempat jam tersebut, penumpang cukup membayar biaya sebesar Rp1,5 jutaan. Selama cuaca memungkinkan, C-Air akan beroperasi mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.30 WIB. Rencananya, di Surabaya akan dibangun helipad di dua lokasi yang berbeda, yakni di Jalan Ratna dan di wilayah Surabaya Barat.

Read more…

Senin, 22 Januari 2018

Tiket Mulai Rp1 Jutaan, Batik Air Resmi Buka Rute Surabaya-Papua Barat

SURABAYA – Maskapai Batik Air resmi melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Papua Barat mulai tanggal 19 Januari 2018 kemarin. Anak perusahaan Lion Air tersebut melayani penerbangan dari Surabaya via Bandara Internasional Juanda menuju dua kota di Provinsi Papua Barat, yaitu Sorong via Bandara Domine Eduard Osok dan Manokwari melalui Bandara Rendani, satu kali setiap hari.



“Dengan dibukanya akses menuju Papua Barat dari Surabaya ini, kami berharap dapat menjawab kebutuhan pelanggan setia Batik Air, baik untuk melakukan liburan, perjalanan bisnis, ataupun kunjungan keluarga,” ujar Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko. “Jadi, masyarakat kini dapat terbang dengan mudah dengan kelas premium yang memberikan kenyamanan dan tentunya menjamin aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.”

Dari Bandara Juanda, penerbangan ini berangkat setiap hari pada pukul 05.00 WIB dengan nomor penerbangan ID 6150 dan dijadwalkan tiba di Sorong pada pukul 10.15 WIT. Kemudian, perjalanan dengan nomor penerbangan yang sama dilanjutkan pada pukul 11.00 WIT dari Sorong dan dijadwalkan tiba di Manokwari pada pukul 11.55 waktu setempat.

Untuk rute sebaliknya, konsumen dapat menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 dan berangkat pada pukul 12.40 WIT dari Manokwari yang dijadwalkan tiba di Sorong pada pukul 13.35 waktu setempat. Pesawat yang sama lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya pada pukul 14.15 WIT dan dijadwalkan tiba di Kota Pahlawan pada pukul 15.30 WIB.

Dalam mengoperasikan rute ini, maskapai Batik Air menggunakan pesawat dengan tipe Airbus A320-200 CEO yang dapat menampung 12 penumpang di kursi kelas bisnis serta 144 penumpang di kursi kelas ekonomi. Selain itu, maskapai yang didirikan tahun 2013 tersebut juga menyediakan beberapa tipe pesawat lainnya, seperti Boeing 737-800 dan Boeing 737-900.

Di dalam salah satu situs booking online, harga tiket pesawat Batik Air untuk penerbangan Surabaya ke Sorong saat ini ditawarkan di kisaran harga Rp1,125 juta sampai Rp1,129 jutaan. Sementara, untuk rute perjalanan dari Kota Pahlawan menuju Manokwari, harga tiket pesawat berada di kisaran Rp1,23 juta sampai Rp1,8 jutaan, tergantung tanggal pemesanan.

Read more…

Minggu, 21 Januari 2018

Penumpang di Bandara Juanda Ternyata Kerap Salah Masuk Toilet

Surabaya – Di tengah hiruk-pikuknya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, rupanya ada hal menarik di salah satu sudut bandara megah yang berlokasi di Jawa Timur ini. Para pengunjung Bandara Juanda kabarnya banyak yang sering salah masuk toilet, baik pengunjung laki-laki maupun perempuan.



Berdasarkan pemantauan Jawa Pos di lapangan pada Minggu (14/1) lalu, setidaknya ada 20 orang yang salah masuk toilet. Beberapa pengunjung biasanya diingatkan oleh 2 petugas cleaning service yang berjaga di toilet supaya mereka tidak terlanjur salah masuk ke toilet yang bukan semestinya. Menurut petugas kebersihan bernama Lukis Jalasena dan Sulistyawati, kejadian tersebut kerap berlangsung di depan pintu keberangkatan umrah Terminal 1 Bandara Juanda.

“Harus sering stand by di luar agar tidak salah masuk,” ujar Lukis, seperti dilansir JPNN. Kedua petugas ini mengaku kurang tahu mengapa banyak pengunjung yang kerap salah masuk toilet. Sebagian besar penumpang menurut mereka kerap langsung nyelonong tanpa memperhatikan papan penanda di atas pintu toilet.

Beberapa waktu yang lalu Sulis juga mengungkapkan ada insiden kecil ketika seorang perempuan paruh baya tak sadar salah masuk ke toilet laki-laki dan lupa tak mengunci toilet yang dipakai. “Mungkin karena saking kebeletnya,” ujar Sulis.

Kemudian karena pintunya sedikit terbuka, ada pengunjung lain yang membuka pintu tersebut. Sang perempuan pun langsung berteriak karena kaget. “Dia benar-benar tidak sadar telah masuk ke toilet pria,” ungkapnya. Setelah kejadian tersebut, sang perempuan kemudian langsung keluar begitu saja dari toilet.

Dari segi fasilitas sebenarnya toilet di Bandara Juanda sudah cukup memadai. Terlebih karena toilet Bandara Juanda disebut-sebut selalu menjadi langganan meraih penghargaan toilet bersih. Bahkan Bandara Juanda juga kerap dijadikan contoh dan model toilet bersih bagi bandara-bandara lainnya. Toilet di Bandara Juanda sendiri meraih rating bintang 4 untuk kategori toilet bersih beberapa tahun lalu. Penilaian dilihat dari sarana, penyediaan tisu, tempat sampah, sabun, gantungan, kunci pintu, hingga siraman air (flush) yang selalu berfungsi.

Read more…

Sabtu, 20 Januari 2018

Didukung Bandara Juanda Sebagai Gate, Surabaya Giat Kembangkan Sektor Wisata

Surabaya – Kota Surabaya tahun ini berupaya untuk mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 27.270.270 orang. Oleh sebab itu Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya akan mengadakan 51 event menarik sepanjang tahun 2018. Acara tersebut meliputi atraksi seni dan budaya, promosi kreativitas ala usaha kecil menengah (UKM), sampai sport tourism.

“Kami ingin memberikan yang terbaik. Konsep acaranya selalu kita kembangkan setiap tahunnya. Tahun ini ada 51 event bakal kita sajikan. Ada kebudayaan, kesenian, dan promosi wisata. Kuliner dan kerajinan ada, termasuk olahraga,” ujar Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro, seperti dilansir Indopos.

Walaupun komposisi event tahun 2018 masih sama seperti tahun lalu, Widodo menuturkan akan ada beberapa kejutan yang disiapkan. Misalnya dalam Festival Sungai Kalimas 2018 juga akan memadukan unsur sejarah di dalamnya, sehingga wisatawan bisa memperoleh pengetahuan tentang sungai sepanjang 19 km tersebut.

“Penguatan-penguatan akan diberikan. Seperti Festival Sungai Kalimas misalnya, nanti akan digelar secara tematik. Di atas kapal nanti akan dihadirkan berbagai kesenian, seperti teater. Aksi teater ini akan menceritakan kembali sejarah Sungai Kalimas,” ungkapnya.

Tak hanya Sungai Kalimas, Surabaya juga hendak mengembalikan kejayaan distrik Tunjungan. “Betul, kami ingin menggelar event Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan. Bentuknya seperti festival kuliner dan craft. Event ini bahkan akan digelar sebanyak enam kali dalam setahun. Kami ingin wilayah di Tunjungan ini benar-benar hidup lagi seperti dulu,” kata Widodo.

Selain Tunjungan, kawasan kota lama di Jalan Kembang Jepun juga hendak dihidupkan kembali. “Kembang Jepun dekat dengan Sungai Kalimas. Kawasan bisnis itu sangat ramai dari dulu hingga saat ini. Tidak mengenal waktu, siang atau malam tetap ramai. Sama seperti Tunjungan, festival kuliner dan kerajinan akan digelar di sana. Jumlahnya sama, enam kali setahun,” jelas Widodo.

Sebagai informasi, tahun 2017 lalu Surabaya hanya memiliki target untuk mendatangkan 19 juta wisatawan, namun ternyata ada 24 juta wisatawan yang masuk ke Surabaya. “Jumlah kunjungan wisatawan melebihi target. Tahun ini, targetnya makin besar. Tapi, itu cukup wajar. Surabaya memenuhi semua aspek 3A. Attraction, accessibility, dan amenities Surabaya bagus. Modal inilah yang terus kami optimalkan,” ujarnya.

Surabaya juga mempunyai gate besar berupa Bandara Internasional Juanda yang berhasil melayani 1,41 juta penumpang ketika libur Natal dan Tahun Baru lalu. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga mengakui jika saat ini Pemkot Surabaya bersama stakeholder tengah serius membangun sektor pariwisata di Surabaya.

Read more…

Jumat, 19 Januari 2018

Sertijab KSAU, Penerbangan Batik Air dari & ke Surabaya Bakal Delay

Jakarta – Bandara Halim Perdanakusuma hari ini, Jumat (19/1) tak dapat beroperasi untuk melayani penerbangan komersial selama sementara waktu karena digunakan untuk pelantikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) yang baru. Oleh sebab itu kemungkinan akan ada beberapa penerbangan yang tertunda.

“Sertijab dari 07.45 sampai 09.00, bisa dibilang bandara tidak bisa digunakan sementara untuk penerbangan komersil,” ungkap Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko, Kamis (18/1), seperti dilansir Tempo.

Informasi mengenai tidak dapat digunakannya Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan komersial ini diperoleh dari Notice to Airmen (NOTAM) kemarin, Kamis (18/1) sore. “Batik air besok ada empat penerbangan yang ditunda dan tiga kedatangan,” ungkap Rama. Selain adanya agenda serah terima jabatan KSAU, pada pukul 06.45 sampai 07.30 digunakan untuk penerbangan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. “RI 2 mau ke Surabaya,” tutur Rama.

Setidaknya akan ada 4 penerbangan Batik Air keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma yang tertunda pada Jumat (19/1). “Ke Malang, Kualanamu, Yogyakarta, dan Surabaya,” jelas Rama. Selain keberangkatan, ada pula 3 jadwal kedatangan yang mengalami delay, misalnya penerbangan dari Yogyakarta dan penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya. “Kalau yang arrival (ditunda), ada tiga flight,” ujarnya.

Pihak Lion Air Group yang mengelola maskapai Batik Air mengaku telah mengantisipasi ditutupnya Bandara Halim Perdanakusuma. Sebelumnya Batik Air telah menginformasikan para calon penumpang pesawat yang hendak menggunakan jasa penerbangannya.

Lebih lanjut Rama mengungkapkan jika ada beberapa maskapai penerbangan komersial yang keberangkatannya juga dari Bandara Halim Perdanakusuma. “Ada Citilink. Kalau dari Grup kami, ada Wings Air. Namun, untuk Wings tidak ada penundaan karena flight pertama pukul 10.00,” beber Ramaditya.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya membenarkan jika prosesi sertijab oleh Panglima ke KSAU yang baru dilaksanakan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. “Rencananya hari Jumat, semoga tidak ada perubahan,” katanya, Rabu (17/1) lalu.

Read more…

Kamis, 18 Januari 2018

Belum Ada Rambu Larangan, Masih Banyak Mobil Parkir di Bypass Bandara Juanda

Surabaya – Area sepanjang jalan Bypass Pabean Juanda yang merupakan akses menuju Bandara Internasional Juanda hingga kini masih sering dijadikan tempat parkir kendaraan. Padahal area Bypass Pabean Juanda tersebut dilarang untuk dijadikan tempat parkir dan sudah sering ditertibkan oleh Satgas Pengamanan Bandara Juanda.

Hingga Selasa (16/1) sore terlihat ada belasan mobil yang parkir sembarang di area tersebut. “Mana saya tahu kalau parkir di sini dilarang. Kan tidak ada rambu larangan,” kata salah seorang pengemudi bernama Kurniawan, seperti dilansir Tribunnews.

Kurniawan mengaku sengaja parkir di area Bypass Juanda karena hendak menjemput keluarganya yang tiba di Bandara Juanda. Menurut Kurniawan, daripada menunggu di area parkir mobil yang disediakan di Bandara Juanda, parkir di Bypass Pabean lebih hemat biaya. Terutama karena parkir mobil dalam terminal bandara dikenai tarif Rp 6.000 dan berlaku tarif progresif Rp 2.000 per jam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengemudi lainnya bernama Aditya. Sebagian besar pengendara protes lantaran di tempat tersebut tidak ada rambu larangan parkir. “Kalau ada rambu larangan parkir artinya kami melanggar. Parkir di tepi jalan itu sudah bertahun-tahun. Sekarang baru ditertibkan,” ujarnya.

Pada Senin (15/1) lalu petugas telah menertibkan kendaraan-kendaraan yang parkir di akses utama Bandara Juanda. Manajer Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura 1 Juanda, Sukirman mengungkapkan jika penertiban akses utama ke Terminal 1 (T1) Bandara Juanda memang tidak mudah. Hal ini sekaligus menjadi tantangan untuknya dan petugas yang lain.

“Tak gampang. Apalagi ratusan mobil keluar masuk. Bisa jadi mereka tidak tahu atau pemilik baru sehingga masih ada beberapa mobil yang tetap parkir. Kami akan terus tertibkan mereka,” papar Sukirman.

Lantas mengapa belum terpasang rambu larangan parkir atau pemberitahuan di area tersebut. Menurut Sukirman, pihak PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda akan segera berkoordinasi dengan Otoritas Bandara untuk memasang rambu larangan parkir di area tersebut.

Sedangkan Kepala Otoritas Bandara Wilayah III (Kemenhub), Dadun Kohar mengatakan sudah sewajarnya pihak pengelola bandara menertibkan parkir liar di akses utama menuju Bandara Juanda. “Itu tugas mereka membuat nyaman pengguna jasa bandara. Termasuk memasang rambu juga tugas pengelola. Bukan kami,” jelasnya. Sementara ini baru terpasang beberapa batu berukuran besar di beberapa titik bahu jalan agar dapat meminimalisir jumlah kendaraan yang parkir.

Read more…