Rabu, 21 Februari 2018

Meski Imlek Sudah Lewat, Rute Transit Sriwijaya Air dari Palembang ke Surabaya Cukup Ramai

Palembang – Walaupun pada Minggu (18/2) libur Tahun Baru Imlek 2018 sudah berakhir, ternyata tiket maskapai penerbangan Sriwijaya Air pada Senin (19/2) justru habis dibeli oleh para penumpang pesawat. Rute yang banyak difavoritkan masyarakat adalah Palembang-Jakarta dan Palembang-Pangkal Pinang.

Menurut Sales Representatif Sriwijaya Air Kantor Palembang, Ajeng Sekar, rute tersebut menjadi rute yang tiketnya habis terjual. Hingga Senin (19/2) lalu, 378 tiket pesawat rute Palembang-Jakarta dan Palembang-Pangkal Pinang telah habis. “Hari ini (Senin) masih ramai yang beli tiket. Untuk rute Palembang- Jakarta dan Palembang - Bangka full booked. Masing-masing 189 tiket habis,” ujar Ajeng, seperti dilansir Tribunnews.

Ajeng menjelaskan bahwa mayoritas penumpang Sriwijaya Air memang sengaja mengundur kepulangannya pada Senin lalu supaya tak terlalu ramai dan tak terburu-buru menghabiskan waktu liburannya. “Banyak yang pulang hari ini supaya tidak ramai dan terburu-buru. Tapi tiket kita juga habis walaupun liburan sudah selesai,” ungkap Ajeng.

Selain kedua rute tersebut, rute penerbangan transit seperti dari Palembang ke Surabaya (via Bandara Internasional Juanda), Malang, dan sejumlah kota di Pulau Jawa lainnya juga cukup ramai lantaran harus transit melalui Jakarta. “Transitan lumayan banyak peminat karena kalau ke Surabaya, Malang atau ke Jawa kami masih transit via Jakarta. Ramai juga yang pesan maskapai kita sehari setelah liburan ini meskipun bukan untuk penerbangan langsung seperti rute Palembang - Jakarta, Palembang - Pangkal Pinang atau Palembang – Yogyakarta,” bebernya.

Sepanjang libur panjang Imlek 2018, Sriwijaya Air setidaknya menyiapkan 21.168 kursi tambahan untuk mengakomodir lonjakan penumpang. Kursi tersebut disediakan untuk sejumlah rute penerbangan, yaitu Jakarta – Tanjung Pandan PP, Jakarta – Pontianak PP, Jakarta – Pangkal Pinang PP, Pangkal Pinang – Palembang PP, dan Jakarta – Semarang PP.

Rute-rute yang ditambah tersebut menurut pihak Sriwijaya Air memang merupakan rute penerbangan yang paling banyak diminati setiap perayaan Imlek. Dengan adanya penambahan kursi juga membuat Sriwijaya Air menambah jadwal penerbangan kelima rute tersebut. Meski sudah ditambah rupanya antusiasme masyarakat untuk merayakan Imlek sekaligus berlibur tetap tinggi hingga membuat tiket sejumlah rute habis terjual.

Read more…

Selasa, 20 Februari 2018

Maret 2018, NAM Air Buka Penerbangan Langsung Batulicin-Surabaya PP

BATULICIN – Bandara Bersujud di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kini bakal semakin sering disinggahi pesawat terbang. Pasalnya, bandara tersebut direncanakan bakal melayani rute baru Banjarmasin-Batulicin PP dan Batulicin-Surabaya PP mulai bulan Maret 2018 mendatang. Rute baru ini menyusul rute Banjarmasin-Batulicin-Makassar PP yang telah beroperasi sebelumnya.

Menurut kabar yang beredar, rute baru Batulicin-Banjarmasin PP dan Batulicin-Surabaya PP nantinya akan dioperasikan oleh maskapai NAM Air dengan menggunakan pesawat ATR 72. Sebelumnya, rute Banjarmasin-Batulicin-Makassar PP dilayani oleh maskapai Wings Air. Meski demikian, belum ada tanggal pasti kapan NAM Air bakal melakukan penerbangan perdana untuk dua rute tersebut.

“Rute ini sudah positif bakal dibuka pada tahun ini, dan penerbangan perdana direncanakan dilaksanakan pada Maret 2018 mendatang,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Bumbu, Eryanto Rais. “Untuk jadwal pastinya, masih menunggu pihak maskapai NAM Air. Pasalnya, surat yang masuk ke kami belum ada keterangan hari apa saja penerbangan rute baru tersebut.”

Dibukanya rute baru di Bandara Bersujud itu tidak lepas dari campur tangan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming, yang turun langsung melobi maskapai. Itu dilakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan masyarakat dan agar akses masuk ke Bumi Bersujud bisa lebih mudah melalui jalur udara. Sebelumnya, masyarakat Batulicin yang hendak ke Surabaya harus melalui Banjarmasin terlebih dulu.

Di tempat terpisah, pihak Sriwijaya Air Group, induk usaha NAM Air, membenarkan bahwa mereka akan membuka rute baru di Batulicin. Rute ini akan menggunakan pesawat dengan kapasitas 72 penumpang. Sebelumnya, pihak Sriwijaya Air sudah membuka tiga penerbangan baru di Pulau Borneo pada awal Februari lalu, yaitu Pangkalanbun-Sampit, Sampit-Banjarmasin, dan Banjarmasin-Kotabaru, yang masing-masing dilayani satu kali setiap hari.

“Pulau Kalimantan merupakan salah satu wilayah yang memiliki peranan penting dalam perkembangan transportasi udara di Indonesia,” kata Advisor CEO Sriwijaya Air, Franky Gan. “Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan juga bergerak dinamis, sehingga memicu lonjakan permintaan yang cukup tinggi.”

Read more…

Senin, 19 Februari 2018

Arus Balik Libur Imlek, Bandara Juanda Dipadati Penumpang

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda yang berlokasi di Sidoarjo tampak dipadati penumpang setelah libur panjang selama tiga hari bertepatan dengan perayaan Imlek usai. Pasalnya, mulai Senin (19/2) ini, masyarakat sudah mulai kembali ke aktivitas harian mereka sehingga banyak yang kemudian pulang ke daerah asal melalui bandara tersebut.



Pada Minggu (18/2) kemarin, Bandara Juanda tampak dipadati oleh ribuan calon penumpang yang hendak kembali pulang melalui terminal internasional maupun terminal domestik. Menurut PT Angkasa Pura I selaku operator bandara, jumlah penumpang pada hari kemarin diperkirakan mencapai 60 ribu penumpang, dengan rute favorit seperti Denpasar, Banjarmasin, Palangkaraya, Makassar, Manado, dan tentu saja Jakarta.

Sebelumnya, pihak PT Angkasa Pura I telah memprediksi bakal ada kenaikan jumlah penumpang sebesar empat persen di Bandara Internasional Juanda selama libur Imlek tahun 2018. Sejumlah rute, seperti Surabaya menuju Denpasar dan Surabaya menuju Jakarta, masih menjadi beberapa jurusan favorit masyarakat dalam merayakan libur Tahun Baru China.

“Prediksi kami memang akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada saat libur panjang Imlek,” kata Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo. “Kami sendiri tidak ada persiapan khusus, karena libur panjang ini sama dengan liburan panjang lainnya yang biasa terjadi beberapa waktu sebelumnya.”

Meski demikian, pihak Bandara Juanda juga tidak lupa untuk turut menyemarakkan perayaan Imlek pada tahun ini. Calon penumpang di bandara tersebut dihibur dengan atraksi barongsai dan leang-leong tepat pada perayaan Imlek yang jatuh pada hari Jumat (16/2) kemarin. Atraksi ini diadakan di area Terminal 2 (T2) Bandara Juanda.

“Kami memang sengaja menghadirkan pertunjukan seni barongsai dan leang-leong untuk menghibur para pengguna jasa Bandara Juanda,” sambung pria yang akrab disapa Febri tersebut. “Kami ingin menghibur penumpang sekaligus memperkenalkan kesenian khas Tiongkok tersebut.”

Read more…

Minggu, 18 Februari 2018

Bandara Juanda Bakal Pasang Alat Body Scanner di Terminal 1

Surabaya – PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda ingin memperketat pengamanan para penumpang di Bandara Internasional Juanda. Meski sudah memiliki 2 terminal yang terpisah, rupanya Bandara Juanda baru memiliki 1 unit body scanner. Oleh sebab itu PT AP I berencana menambah 1 lagi perangkat body scanner.



“Saat ini baru satu unit,” kata Sukirman, Manager Aviation Security (Avsec), Selasa (13/2), seperti dilansir Tribunnews. Lebih lanjut Sukirman menjelaskan jika body scanner saat ini baru terpasang di Terminal 2 Internasional, sedangkan di Terminal 1 Bandara Juanda masih belum dilengkapi dengan body scanner.

“Rencananya tahun ini akan datang satu alat lagi,” kata Sukirman. Sayangnya Sukirman mengaku masih belum mengetahui kapan pastinya rencana pemasangan atau pengadaan perangkat body scanner di Bandara Juanda.

Meski demikian, ia memastikan jika tahun 2018 ini pihaknya setidaknya akan melakukan 2 perubahan strategi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa Bandara Juanda. “Saya harap tak ada lagi tindakan kriminal dan atau membahayakan penerbangan. Meski sampai saat ini belum terjadi dan tak pernah terjadi tindakan itu (membahayakan penumpang),” tuturnya.

Sebelumnya PT AP I dikabarkan bakal mengubah skema pemeriksaan awal di Bandara Juanda, yakni berkaitan dengan pemeriksaan barang bawaan sebelum check in. “Jadi waktu penumpang masuk itu sebelum chek in ada pemeriksaan x-ray. Nah, pengecekan barang di x-ray awal itu dihapus,” ucap Sukirman.

Pengecekan barang tersebut katanya tetap dilakukan namun prosedurnya dipindahkan ke lokasi lain. “Nah pemeriksaan dialihkan di area bagasi, Jadi semua barang bawaan tetap akan diperiksa,” kata Sukirman. Pemeriksaan awal sebelum masuk konter check in tersebut masih dilaksanakan di Terminal 1.

Menurut Sukirman, penerapan proses percepatan laju penumpang tersebut mulai diberlakukan di Terminal 2. “Penerapan perubahan skema ini akan diaplikasikan pertengahan 2018,” katanya. Hal tersebut dilakukan lantaran selama ini banyak penumpang yang datang terlalu berdekatan dengan jadwal penerbangan, sehingga tergesa-gesa ketika menjalani pemeriksaan x-ray sebelum check in.

Read more…

Sabtu, 17 Februari 2018

Bandara Juanda Meriahkan Imlek dengan Pertunjukan Barongsai & Leang-Leong

Surabaya – Perayaan Tahun Baru Imlek 2018 di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur rupanya berlangsung meriah. Calon penumpang di Bandara Juanda dihibur dengan atraksi barongsai dan leang leong tepat pada perayaan Imlek yang jatuh pada hari Jumat (16/2) kemarin.

Berbeda dari hari biasa, Bandara Juanda dimeriahkan dengan suara tabuhan tambur dan kentengan lengkap dengan atraksi menakjubkan 2 barongsai dan leang-leong di Terminal 2 (T2) Bandara Juanda. “Gemes lihat barongsai. Matanya itu bisa kedip-kedip,” ujar salah seorang penumpang bernama Sisa, seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional Juanda mengaku sengaja menghadirkan pertunjukan seni barongsai dan leang-leong untuk menghibur para pengguna jasa Bandara Juanda. “Kami ingin menghibur dan mengenalkan kesenian khas Tiongkok itu,” beber Humas PT Angkasa Pura (AP) 1 Juanda, Febrian Prayogo.

Atraksi barongsai dan leang-leong tersebut pun disambut antusias oleh para penumpang yang kebetulan baru mendarat atau hendak terbang dari Bandara Juanda. “Senang dan seru lihat barongsai melompat-lompat lincah,” kata penumpang lainnya bernama Winda.

Suguhan barongsai di Bandara Juanda dari tim barongsai Suryanaga ternyata memang sudah piawai membawakan atraksi semacam itu hingga puluhan tahun lamanya. Selain di Bandara Juanda, tim Suryanaga juga menghadirkan atraksi barongsai di Royal Plaza Surabaya. Mereka berhasil membuat penonton terkesima lewat aksi lompatan di atas bangku kayu. “Itu atraksi yang paling susah, yang naik-naik bangku, main-main bola. Itu butuh latihan khusus,” kata Jimmy, manajer tim Suryanaga.

Tim barongsai Suryanaga sendiri memiliki anggota dari beragam usia, mulai dari umur belasan tahun hingga 40-an tahun. “Bulan ini ramai (permintaan tampil). Ini saja seharian banyak. Tadi dari Terminal 2 Bandara Juanda, nanti Surabaya Carnival Night Market, Pakuwon Trade Centre, dan terakhir Food Junction,” tutup Jimmy.

Read more…

Kamis, 15 Februari 2018

Jelang Libur Imlek, Arus Penumpang di Bandara Juanda Mulai Padat

Surabaya – Menjelang libur panjang perayaan Tahun Baru Imlek 2018, arus penumpang yang ingin mudik sekaligus berlibur melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur terpantau padat sejak Rabu (14/2) kemarin.

Sebagian besar calon penumpang yang berasal dari kalangan Tionghoa terlihat mengantre di loket check in sejumlah maskapai penerbangan di Terminal 1 Bandara Juanda. Mereka umumnya mudik lebih awal lantaran ingin menghindari kepadatan penumpang yang bertepatan dengan libur panjang akhir pekan (long weekend). Selain itu, harga tiket pesawat kemarin juga masih tergolong normal.

Akan tetapi harga tiket pesawat dari Bandara Juanda Sidoarjo ke rute tertentu seperti Jakarta dan Denpasar ternyata mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika pada hari biasa harga tiket paling mahal hanya Rp 600 ribuan, saat long weekend ini harga tiket pesawat sudah mencapai Rp 800 ribuan.

Menurut District Manager Sriwijaya Surabaya Hendrik Ardiansyah selama 3 hari, yakni menjelang Imlek, saat Imlek, dan pasca Imlek pihaknya menerapkan harga tiket batas atas. Bahkan ketika arus balik pada Minggu dan Senin pun sejumlah maskapai juga masih memakai tarif batas atas. “Tiga hari pada 15-17 Februari harga tiket tertinggi di kami Rp 821.000,” jelas Hendrik, seperti dilansir Tribunnews. Harga tersebut merupakan tiket untuk kelas ekonomi.

Sedangkan harga tiket pesawat kelas bisnis dan di atasnya tentu saja akan lebih mahal lagi. Kenaikan harga tiket pesawat ini lumrah terjadi ketika libur panjang seperti saat ini. “Harga tiket tersebut masih sangat wajar. Apalagi ketentuannya, kami masih diperkenankan menetapkan batas atas saat momen tertentu,” jelas Hendrik.

Lain lagi dengan maskapai Lion Air. Manajer Lion Air Surabaya, Kholid Widodo mengungkapkan jika pihaknya tak mematok tarif hingga Rp 800 ribu untuk rute perjalanan Jakarta dan Bali. “Harga tiket tertinggi kami di kisaran Rp 785 ribuan,” tuturnya.

Sementara itu, dari sejumlah rute penerbangan di terminal keberangkatan domestik Bandara Juanda, rute penerbangan ke Balikpapan, Pontianak, dan Denpasar terus mengalami peningkatan jumlah penumpang sejak kemarin. PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda memperkirakan puncak lonjakan penumpang libur Imlek lewat Bandara Juanda berlangsung pada Kamis (15/2) malam.

Read more…