Selasa, 25 April 2017

Kembangkan Bandara Juanda dan Bandara Lainnya, AP I Siapkan Rp17 Triliun

SURABAYA - PT Angkasa Pura I menganggarkan dana tidak kurang dari Rp17 triliun untuk proyek pengembangan dan pembangunan bandara baru di tahun 2017 ini. Dana sebesar Rp17 triliun itu digelontorkan perseroan dari kas internal, pinjaman perbankan, hingga dana hasil penerbitan obligasi.

“Untuk melakukan pengembangan bandara, yaitu di Kupang, Manado, Surabaya, Bali, serta Makassar dan pembangunan Bandara Banjarmasin, Semarang, serta Yogyakarta, perusahaan membutuhkan dana sekitar Rp54 triliun,” jelas Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang Baskoro. “Proyek tersebut dikerjakan secara bertahap dan tahun ini kami perkirakan anggaran sekarang di-spending Rp17 triliun.”
Ditambahkan Danang, anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber pendanaan, di antaranya obligasi. Namun dia belum bisa menyebutkan besaran porsi dan waktu obligasi untuk mendanai proyek tersebut, karena akan menyesuaikan kondisi keuangan. “Porsi Rp17 triliun itu tergantung dari sektor keuangan dinamis, suku bunga yang memengaruhi,” sambung Danang.
“Jadi, hingga saat ini perseroan masih menunggu waktu yang tepat untuk menarik pinjaman dari bank atau bahkan menerbitkan obligasi,” lanjut Danang. “Sementara, untuk pinjaman dari perbankan, kami tengah melirik beberapa bank di dalam negeri. Tetapi, kami belum berani menentukan nominal karena jumlahnya yang besar.”
Khusus untuk Bandara Internasional Juanda, rencananya bakal dibangun Terminal 3 guna mengakomodasi kapasitas penumpang yang dinilai sudah overload. Terminal baru tersebut nantinya bakal terintegrasi dengan Juanda City, lengkap dengan mall yang megah. Sejumlah kalangan bahkan menilai kemegahan terminal ini akan mengalahkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sayangnya, hingga saat ini, proyek pengembangan Terminal 3 di Bandara Juanda masih belum bisa direalisasikan. Pasalnya, PT Angkasa Pura I sebelumnya telah mengaku masih fokus pada pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta. Padahal, konsep desain Terminal 3 itu sudah rampung dikerjakan dan ditargetkan bisa selesai pada tahun 2019 mendatang.

Read more…

Minggu, 23 April 2017

Libur Panjang, Tiket Pesawat ke Bali & Yogya di Bandara Juanda Habis Terjual

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur kembali terpantau padat memasuki masa liburan panjang yang bertepatan dengan Isra Mi’raj yang jatuh pada hari Senin (24/4) besok. Para penumpang tampak memadati bandara serta tiket pesawat destinasi Denpasar dan Yogyakarta sudah habis terjual.
“Saya mau long weekend sekalian bersama keluarga,” kata salah satu calon penumpang bernama Anung di Bandara Juanda.
Berdasarkan data PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda, mulai hari Sabtu (22/4) kemarin pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB terdapat 12.000 orang yang berangkat melalui Terminal 1 dan 2 Bandara Juanda. Jumlah penumpang tersebut mengalami peningkatan sebesar 30% dari jumlah penumpang di hari libur akhir pekan biasanya.
Calon penumpang tampak mengantre sejak dari pintu masuk keberangkatan hingga loket check in bandara. Karena adanya lonjakan jumlah penumpang, ruang tunggu bandara di luar pintu keberangkatan dan ruang tunggu check in maupun tempat boarding pesawat tak sanggup menampung para penumpang.
Sekitar 9 penerbang ke Denpasar-Bali dan 5 penerbangan ke Yogyakarta yang dilayani oleh 4 maskapai penerbangan kemarin sudah mencapai load factor (keterisian) mencapai 100%. Tiket pesawat tujuan Denpasar dan Yogyakarta sampai Minggu, 23 April 2017 telah ludes terjual. “Sampai Minggu penuh, harga tiket naik,” ujar salah seorang petugas tiket, Mulyadi.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya keterlambatan atau delay penerbangan selama libur panjang, PT AP I akan membuka penuh slot penerbangan komersial di Bandara Juanda. Terdapat sekitar 31 slot penerbangan per jam di Bandara Juanda. Sedangkan slot penerbangan militer selama akhir pekan ini akan ditiadakan.
Sementara itu, para penumpang yang hendak ke Bandara Juanda melalui akses utama di By Pass Bandara Juanda pun wajib berhati-hati, sebab belakangan ini sering muncul sejumlah kambing liar di pinggir jalan. Kambing-kambing tersebut dilepas begitu saja tanpa tali pengikat.
“Ada kok penggembalanya. Tapi kalau lepas begini bisa bahaya memang. Banyak mobil melaju kencang,” kata penjual makanan di pinggir by pass Juanda, Jumat (21/4).
Di akses utama ke Terminal 1 Bandara Juanda dari Aloha dan Rungkut (non tol) terpantau kendaraan kerap melaju dengan kencang. Sedangkan di pinggir jalan terdapat sekitar 5 kambing yang berkeliaran. “Sudah sering kambing itu berkeliaran di jalan akses ke bandara. Mungkin tidak dilarang,” kata pedagang lainnya.

Read more…

Sabtu, 22 April 2017

Kisruh Pesawat Citilink dari Jakarta ke Bandara Juanda Mendadak Batal, Ternyata Ini Sebabnya

Jakarta – Pesawat Citilink bernomor penerbangan QG 807 dari Jakarta menuju Surabaya mendadak dibatalkan pada Jumat (21/4) kemarin. Pesawat itu tadinya dijadwalkan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 20.30 WIB.

Menurut salah seorang penumpang bernama Heru Tjatur, pesawat yang berada dalam pengelolaan maskapai Garuda Indonesia ini baru mengumumkan pembatalan keberangkatan yang sempat delay 3 jam ini menjelang pukul 00.00 WIB.
“Ada penumpang lain yang memastikan apakah QG 807 dicancel apa enggak, karena dia punya info kalau Juanda ditutup jam 24.00. Menjelang 24.00, mereka umumkan flight 807 dicancel karena bandara tujuan ditutup karena ada perbaikan,” jelas Heru.
Heru menjelaskan bahwa jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma memang kacau sejak pagi hari. Sekitar 4 penerbangan ke Surabaya mengalami penundaan dari pukul 19.00 WIB, yakni QG 183, QG 185, QG 809, dan QG 807. “Jadwal kacau dari penerbangan pagi. Sampai jam 19.00, semua penerbangan delay. Jam 22.15 WIB mereka masih usahakan flight ke Surabaya dan kita dikasih nasi bungkus, suasana masih tenang,” imbuhnya.
Namun kondisi sempat tegang ketika Citilink mengumumkan penerbangan tersebut dibatalkan. “Flight pengganti dijanjikan besok (Sabtu) tanpa kepastian jamnya. Suasana jadi panas, terutama karena ada penumpang yang punya connecting flight jam 06.00 WIB dari Surabaya,” tutur Heru.
Kemudian Citilink pun sepakat mengganti jadwal penerbangan pukul 04.00 WIB lewat Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat bernomor QG815. “Setelah ribut sampai 01.30 WIB, akhirnya flight diganti pukul 04.00 WIB. Belum tahu ini extra flight atau first flight dari CGK. Masih dalam perjalanan ke bandara,” ucapnya.
Sebelumnya beredar kabar bahwa terganggunya jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma disebabkan karena adanya aktivitas penerbangan pesawat kepresidenan dari Halim Perdanakusuma ke Boyolali, Jawa Tengah. Namun kabar tersebut segera diklarifikasi. “Alasan bahwa penerbangan hari Jumat, 21 April pukul 05.00 WIB ditunda karena adanya penerbangan VVIP sangat tidak masuk akal,” kata Sekretaris Militer Presiden, Marsda TNI Trino Hendradi.
Pihak Citilink juga langsung memberikan klarifikasi. “Sehubungan dengan adanya kepadatan aktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma, maka beberapa penerbangan dari dan menuju bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengalami beberapa penyesuaian jadwal. Kami memohon maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya penyesuaian jadwal tersebut,” jelas Corporate Communication Manager Citilink Indonesia, Ageng Wibowo.
Citilink menawarkan solusi re-schedule (penjadwalan ulang) dan refund tiket penerbangan yang bisa dilakukan lewat Call Center Citilink Indonesia di 08041080808 atau customer service Citilink di Bandara. “Citilink akan semaksimal mungkin memberikan layanan informasi dan petunjuk kepada calon penumpang terkait adanya penyesuaian jadwal karena alasan kepadatan aktivitas ini,” pungkasnya.

Read more…

Jumat, 21 April 2017

Kemenhub Bakal Tambah Jam Operasional Bandara Juanda Selama Mudik Lebaran

Jakarta – Kementerian Perhubungan akan menambah jam operasional sejumlah bandara di Indonesia ketika memasuki masa mudik Lebaran tahun 2017. Penambahan jam operasional bandara ini dilakukan untuk mengakomodir lonjakan penumpang yang terjadi saat mudik Lebaran.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa ketika arus mudik kelak Bandara Internasional Soekarno-Hatta diprediksi akan mengalami kenaikan arus penerbangan hingga 30% dari hari biasa. Sementara itu, angkutan kereta api juga akan melonjak hingga 9-10% dari hari biasa.
“Bandara Soetta, serta sejumlah bandara lainnya akan dilakukan penambahan jam operasional. Penambahan itu untuk mengurangi beban dan tekanan meningkatnya arus penumpang dan arus penerbangan,” jelas Budi, Kamis (19/4).
Selain Bandara Soetta, bandara-bandara lainnya seperti Bandara Adisutjipto, Bandara Adisoemarmo, Bandara Ahmad Yani, dan Bandara Juanda juga akan ditambah jam operasionalnya. Dengan adanya penambahan jam operasional, bandara-bandara yang sebelumnya tutup pukul 22.00 WIB operasionalnya baru akan berakhir pukul 24.00 WIB.
“Untuk Bandara Adisutjipto, saya sudah minta kepada GM Angkasa Pura I Adisutjipto untuk segera menindaklanjuti kesepakatan dengan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara), agar operating hour ditambah dua jam,” kata Budi.
Bandara di Yogyakarta diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang hingga 9%. Selain itu, untuk mengurai kepadatan, Kemenhub juga akan mengoperasikan kapal roro (roll on roll out) yang dilengkapi pintu rampa agar dapat mengangkut penumpang dan barang, termasuk truk dan berbagai kendaraan besar yang lain.
“Kita tahu Jawa Tengah terutama Yogyakarta, Solo dan Semarang merupakan daerah tujuan utama untuk mudik. Saya coba mengkaji Yogyakarta sebagai titik mudik saudara kita dari Jakarta, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Kalau ada pergerakan-pergerakan dari Sumatera, Kalimantan yang selama ini harus ke Jakarta dahulu, bisa langsung diarahkan ke sini (Yogyakarta) jadi Jakarta tidak penuh,” imbuhnya.
“Perhitungannya kita bisa menampung 6.000 sampai dengan 9.000 orang. Ini membantu manajemen mudik kita. Jadi kalo Jakarta penuh, mungkin yang dari Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Palembang bisa langsung, tidak usah lewat Jakarta,” tandasnya.

Read more…

Kamis, 20 April 2017

2 Bulan Beroperasi, Rute Penerbangan Perintis Sumenep-Surabaya Masih Sepi

Sumenep – Setelah 2 bulan beroperasi, sampai saat ini jumlah penumpang pesawat perintis rute Sumenep via Bandara Trunojoyo – Surabaya via Bandara Internasional Juanda masih sepi. “Pada tahun ini, layanan pesawat perintis memang baru dua bulan berjalan. Selama masa dua bulan itu, rata-rata jumlah penumpangnya sekitar 40% dari 15 kursi yang tersedia,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo di Sumenep, Rabu (19/4).

Bandara Trunojoyo sendiri menjadi salah satu bandara di Jatim yang mengoperasikan jalur penerbangan pesawat perintis sejak Mei 2015 lalu. Mulai Januari 2016 PT Airfast Indonesia dipercaya menjadi operator penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo dengan memakai pesawat jenis Twin Otter DHAC 300 berkapasitas 15 penumpang.
Pihak pengelola Bandara Trunojoyo memiliki target 10 penumpang dalam setiap penerbangan perintis jalur Sumenep-Surabaya. “Hingga sekarang ternyata masih di bawah target. Padahal, layanan penerbangan pesawat perintis di jalur Sumenep-Surabaya itu sudah 3 tahun berjalan. Kami menduga, rendahnya animo masyarakat menggunakan pesawat karena masih banyak yang belum paham terhadap kelebihan moda transportasi udara,” papar Wahyu.
Wahyu juga menjelaskan jika jumlah penumpang pesawat perintis rute Sumenep-Surabaya merupakan yang terendah dibandingkan rute lainnya yang beroperasi di Bandara Trunojoyo seperti Surabaya-Bawean dan Surabaya-Karimun Jawa. Jumlah penumpang jalur Surabaya-Bawean dan Surabaya-Karimunjawa rata-rata melebihi 70%.
“Di jalur Sumenep-Surabaya itu memang masih ada layanan moda transportasi umum lainnya, yakni bus. Itu yang diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat penggunaan jasa pesawat perintis,” katanya.
Oleh sebab itu ia berpendapat bahwa perlu sinergi dari berbagai pihak agar jumlah penumpang penerbangan di Bandara Trunojoyo bisa meningkat. “Metode yang selama ini digunakan, harus diperbaiki. Masyarakat bisa diberi pemahaman, bahwa pesawat merupakan moda transportasi yang cepat dan hemat waktu. Ini yang perlu dikampanyekan,” tuturnya.
Penerbangan perintis merupakan penerbangan bersubsidi yang menjadi salah satu program Kemenhub. Waktu tempuh perjalanan udara dari Sumenep ke Surabaya dan sebaliknya hanya sekitar 40 menit. Sedangkan waktu tempuh perjalanan dengan menggunakan jalur darat (bus) cukup lama, yakni sekitar 4,5 jam.
“Kalau kondisinya tetap seperti ini, tentu saja akan ada evaluasi atau kebijakan lain dari Kementerian Perhubungan. Tapi kami berharap, masih ada waktu untuk optimalisasi jumlah penumpang dalam penerbangan perintis Sumenep-Surabaya,” tandasnya.
Berikut ini jadwal keberangkatan dan harga tiket penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo:
Hari Selasa & Kamis
Pukul 08.00 WIB: Sumenep - Surabaya Rp 252.700
Pukul 09.25 WIB: Surabaya - Bawean Rp 317.200
Pukul 10.55 WIB: Bawean - Surabaya Rp 242.200
Pukul 12.25 WIB: Surabaya - Karimunjawa Rp 366.700
Hari Senin dan Rabu
Pukul 08.00 WIB: Karimunjawa - Surabaya Rp 296.700
Pukul 09.55 WIB: Surabaya - Sumenep Rp 322.700

Read more…

Rabu, 19 April 2017

AP I Prediksi Bandara Juanda Bakal Padat Saat Mudik Lebaran 2017

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I akan melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan penumpang ketika mudik Lebaran 2017 mendatang. Pihak AP I berencana menambah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melayani masyarakat selama memakai jasa bandara yang berada di bawah pengelolaan AP I.

Menurut Direktur Utama PT AP I, Danang S. Baskoro, pelayanan pada para pengguna jasa bandara akan ditambah lewat keamanan dan kenyamanan. AP I bahkan akan menyiagakan personel tambahan yang berasal dari TNI dan Polri.
“Kita tambah SDM dari internal maupun eksternal, yaitu melalui bantuan TNI, Polri, dalam rangka untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara, maupun untuk keamanan. Jumlah terus dievaluasi supaya bisa berikan pelayanan lebih baik daripada tahun lalu. Nanti kita akan ada rapat di kantor pusat untuk semua bandara yang ada angkutan Lebaran,” tutur Danang di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (18/4).
Terkait prediksi kenaikan jumlah penumpang, menurut Danang tahun ini pengguna pesawat untuk angkutan mudik Lebaran 2017 diperkirakan akan naik hingga 7% dari tahun lalu. Terutama karena waktu libur Lebaran tahun ini lebih lama dibandingkan tahun lalu.
“Kalau saya prediksi lebih tinggi karena ini libur setelah Lebaran panjang. Biasanya orang libur mudik itu di sana cuma berapa hari lebih baik stay di sana. Ini Lebaran Sabtu-Minggu dan mereka itu cuti panjang, saya yakini ini karena banyak pembantu yang pulang juga, lebih baik mereka berlibur atau pulang ke kampung halaman. Tetapi, ini juga tergantung cuaca juga pengaruh. Kalau kondisi semua normal, prediksi kenaikan tujuh persen,” papar Danang S. Baskoro.
Lonjakan jumlah penumpang pesawat diperkirakan akan terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan sejumlah bandar udara di Jawa Tengah. Pihak AP I juga akan mengantisipasi adanya gangguan cuaca yang kemungkinan dapat mempengaruhi jumlah penumpang pesawat.

Read more…