Rabu, 23 Mei 2018

Bandara Juanda Siapkan 31 Penerbangan Tambahan untuk Hadapi Mudik Lebaran

Sidoarjo – Dalam rangka menghadapi musim angkutan Lebaran 2018, Bandara Internasional Juanda Surabaya mulai melakukan persiapan pelayanan arus mudik dan balik. PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda mengungkapkan jika dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini pihaknya menyediakan penerbangan tambahan alias extra flight.

Menurut Humas PT Angkasa Pura I Yuristo Hanggoro, Bandara Juanda setidaknya mempersiapkan sekitar 31 penerbangan ekstra. Penerbangan tambahan tersebut meliputi tujuan Jakarta, Balikpapan, dan Denpasar. Sedangkan untuk penerbangan rute internasional yang ditambah slotnya adalah tujuan Singapura. Tiket pesawat untuk penerbangan ekstra tersebut kabarnya telah mulai dijual secara online pada hari Senin, 21 Mei 2018 lalu.

Tersedianya penerbangan tambahan ini menurut Yuristo akan mempermudah masyarakat yang hendak mudik ke kampung halamannya. Para pengguna jasa penerbangan di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur pun diharapkan tak perlu khawatir akan kehabisan tiket pesawat ketika memasuki musim mudik kelak.

Sejumlah 31 penerbangan tambahan untuk angkutan Lebaran 2018 tersebut akan dioperasikan sejak awal bulan Juni hingga H+8 Lebaran. “Dan bagi kami, tidak menutup kemungkinan jumlah penerbangan ekstra ini akan bertambah mendekati Hari H Lebaran,” papar Yuristo.

Namun dalam waktu dekat ini menjelang libur panjang hingga 4 hari pada akhir Mei 2018, pergerakan penumpang di Bandara Juanda justru diprediksi landai saja. Pergerakan penumpang diperkirakan landai karena masyarakat diprediksi akan menyimpan tenaga dan materi untuk libur Lebaran kelak. “Kenaikan penumpang untuk liburan saya rasa tak akan terjadi. Karena masyarakat masih menahan tenaga dan uangnya untuk mudik,” ucap Yuristo.

Sesuai yang tercantum pada kalender bulan Mei 2018, pada hari Selasa (29/5) merupakan hari libur peringatan Hari Raya Waisak 2562. Para karyawan diperkirakan banyak yang mengambil cuti pada Senin (28/5) karena terdapat hari terjepit pada Minggu (27/5). Pegawai negeri dan perbankan juga biasanya Sabtu libur dan akan menambah hari libur pada Senin (28/5). “Ya meski libur panjang bisa saja naik jumlah penumpangnya. Kami berharap ada kenaikan penumpang juga sih,” tandasnya.

Read more…

Selasa, 22 Mei 2018

Lebaran 2018, Sriwijaya Air Siapkan Extra Flight Rute Surabaya

JAKARTA – Tidak mau ketinggalan dari maskapai lain, Sriwijaya Air telah mengumumkan bakal menyediakan total 860 penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ketika arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Extra flight yang disediakan maskapai tersebut mencakup rute-rute favorit, termasuk dari dan menuju Surabaya.

Untuk rute yang dilayani di Bandara Internasional Juanda tersebut, Sriwijaya Air akan menyediakan extra flight untuk relasi Surabaya-Makassar PP dan Jakarta-Surabaya PP. Sementara, penambahan penerbangan yang disediakan maskapai NAM Air, anak usaha Sriwijaya Air, adalah rute Surabaya-Denpasar PP.

“Layanan extra flight tahun ini cukup besar karena kami telah membuka beberapa rute baru dan permintaan tiket Lebaran yang terus naik setiap tahun, dengan total 860 kali,” ujar Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono, seperti dikutip dari Tempo. “Sebagian besar extra flight tersebut akan diterbangkan setiap hari pada tanggal 8 Juni hingga 30 Juni 2018.”

Ditambahkan Agus, dari 860 kali penerbangan tambahan, jumlah kursi yang akan ditambah sebanyak 125 ribu kursi. Selain bisa untuk mengakomodasi pemudik, extra flight juga dilakukan untuk melayani pelanggan yang ingin memanfaatkan momen libur Lebaran yang cukup panjang untuk berlibur bersama keluarga.

“Dengan banyaknya persediaan kursi tambahan dan informasi yang disampaikan jauh-jauh hari, diharapkan penumpang dapat melakukan pembukuan atau booking sedini mungkin,” sambung Agus. “Agar, hajatan pulang kampung dapat berjalan dengan lancar dan tidak terganggu karena tidak mendapatkan tiket yang diinginkan, sehingga sebaiknya tiket penerbangan sudah dipesan jauh hari sebelumnya.”

Sebelumnya, maskapai Citilink juga telah mengumumkan bakal menyediakan 480 penerbangan tambahan dengan total sebanyak 86.400 seat selama periode puncak arus mudik hingga balik Lebaran 2018. Dioperasikan pada peak season, penerbangan tambahan melayani rute-rute favorit seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Solo, Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta, dan Jakarta-Denpasar.

Read more…

Senin, 21 Mei 2018

Aspal Runway Sempat Ambles, Aktivitas di Bandara Juanda Kembali Normal

SURABAYA – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda sudah kembali berjalan normal setelah pada Minggu (20/5) kemarin sempat ditutup untuk sementara. Penutupan bandara yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut terpaksa dilakukan karena aspal di landasan pacu atau runway sempat ambles.



Seperti dikutip dari Detik, Bandara Juanda sempat ditutup karena adanya perbaikan runway akibat aspal yang terkelupas. Penutupan runway yang berdampak pada terganggunya belasan jadwal penerbangan tersebut berawal dari laporan pesawat Lion Air JT 922 rute Surabaya-Denpasar. Pada Minggu pukul 10.30 WIB, dilaporkan jika JT 922 tertahan di runway. Setelah diperiksa tim teknis, ternyata disebabkan main wheel (roda) dan nose wheel (hidung) sehingga tertahan dan runway terlepas.

“Penerbangan JT 922 mengalami keterlambatan keberangkatan dari yang seharusnya pada pukul 10.30 WIB, karena kondisi aspal di ujung landas pacu tidak berfungsi dengan baik,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. “Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot menunda keberangkatan ketika pesawat di posisi bersiap untuk lepas landas.”

Akibatnya, dikeluarkan nota penutupan lalu lintas penerbangan di Bandara Juanda, yang mengakibatkan setidaknya 15 jadwal kedatangan di Terminal 1 harus dialihkan ke Bandara Internasional I Gust Ngurah Rai dan Bandara Adisoemarmo di Solo. Selain itu, 3 jadwal kedatangan di Terminal 2 juga harus dipindahkan ke Bandara I Gust Ngurah Rai, Bandara Ahmad Yani di Semarang, dan Bandara Adi Soemarmo.

“Notam penutupan dikeluarkan pada pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Namun, pada pukul 12.24 WIB, lalu lintas sudah kembali dibuka dan dinyatakan normal,” ujar Communication and Legal Section Head Bandara Juanda, Yuristo Ardhi. “Meski notam penutupan sudah dicabut, tetapi perbaikan runway yang terkelupas masih tetap berlangsung, namun tidak mengganggu take off maupun landing pesawat.”

Read more…

Minggu, 20 Mei 2018

Jelang Mudik Lebaran 2018, Airfast Tambah Jadwal Penerbangan Rute Surabaya-Bawean

Gresik – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang saat menjelang masa angkutan mudik Lebaran tahun 2018 ini, PT Airfast Indonesia akan menambah jadwal penerbangan perintis rute dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Bandara Harun Thohir Bawean.



Maskapai Airfast Indonesia mengungkapkan bahwa jadwal penerbangan tambahan dioperasikan pada hari Senin, yang tadinya hanya 1 kali penerbangan kini ditambah frekuensinya menjadi 2 kali penerbangan. Jadwal penerbangan dari Surabaya-Bawean pukul 10.05 WIB, Bawean-Surabaya jam 11.55 WIB. Kemudian terbang lagi dari Surabaya-Bawean pukul 13.45 WIB dan penerbangan dari Bawean-Surabaya pukul 15.35 WIB.

Menurut Kepala satuan pelayanan Bandara Harun Thohir Bawean Jufrianto, penambahan jadwal penerbangan dari Surabaya ke Bawean ini bukan hanya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran saja, tetapi juga untuk memanfaatkan kekosongan frekuensi penerbangan rute Sumenep-Pagerungan.

Jufri menjelaskan bahwa hingga kini rute Sumenep-Pagerungan masih dalam proses pengurusan izin operasi. Oleh sebab itu slot yang kosong tersebut untuk sementara digunakan melayani rute penerbangan tambahan di Bandara Harun Thohir. “Jadwal ini berlaku mulai 21 Mei 2018 sampai menunggu ditetapkan peraturan dari Kemenhub berikutnya,” jelas Jufri, Jumat (18/5), seperti dilansir BeritaGresik.

Sejak dibuka tahun lalu, penerbangan rute Surabaya-Bawean rupanya disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti dari peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan, terutama saat memasuki bulan puasa Ramadan. Bahkan jumlah penumpang rute Surabaya-Bawean diprediksi terus bertambah sampai menjelang mudik Lebaran tiba. “Memasuki puasa penumpang Surabaya ke Bawean sudah mengalami peningkatan,” ucapnya.

Harga tiket pesawat dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir dipatok sekitar Rp 317.200 sekali terbang. Sebaliknya, dari Bawean ke Surabaya dikenai harga tiket yang lebih murah, hanya Rp 242.200. “Pesawat yang digunakan masih sama, Airfast Indonesia,” beber Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Pulau Madura Wahyu Siswoyo tahun lalu. Airfast beroperasi menggunakan pesawat jenis Twin Otter tipe DHC 6-300. Pesawat tersebut mampu menampung 15 tempat duduk yang terdiri dari 12 penumpang dan 3 kru pesawat.

Read more…

Sabtu, 19 Mei 2018

Tak Perlu Bingung Buka Puasa, Bandara Juanda Sediakan 1.500 Takjil Gratis Setiap Hari

Jakarta – Umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan ini tak perlu kebingungan saat hendak berbuka puasa di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya pihak PT Angkasa Pura (AP) I menyediakan takjil gratis di seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaannya. Setidaknya terdapat 156 ribu takjil gratis yang disiapkan di bandara-bandaranya serta akan ada kegiatan menarik yang diselenggarakan selama bulan Ramadan.

Bandara yang berada di bawah pengelolaan PT AP I meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Bandara Sam Ratulangi di Manado, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo di Surakarta, Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah, Bandara Pattimura di Ambon, dan Bandara El Tari di Kupang.

“Kami menyediakan 156 ribu takjil selama bulan Ramadan,” ujar Corporate Communication Department Head Angkasa Pura I, Awaluddin, Kamis (17/5), seperti dilansir Detik.

Di samping itu, PT AP I juga menyelenggarakan sejumlah acara selama bulan Ramadan di bandara-bandara yang dikelolanya. “Mudik Gratis sebanyak 2.000 pemudik, Angkasa Pura I Berbagi, Tematik Ramadhan, berbuka puasa dengan anak yatim dan acoustic tema religi di bandara,” sambung Awaluddin.

Bandara Internasional Juanda sendiri setidaknya menyediakan sekitar 1.500 takjil gratis setiap harinya. “Umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa dan melalui Bandara Juanda saat jam berbuka puasa, tidak perlu kesulitan perlu mencari takjil untuk membatalkan puasanya. Pasalnya, selama Ramadan ada takjil gratis kepada penumpang sejumlah 1.500 takjil setiap harinya,” demikian bunyi cuitan Bandara Juanda melalui akun Twitternya.

Kondisi di Bandara Juanda pasca teror bom yang melanda Kota Surabaya belum lama ini juga terpantau tetap ramai dan aman. Pasalnya pihak Bandara Juanda telah memperketat penjagaan dan pengamanan di area bandara. “Harapan saya bagi wisatawan, jangan khawatir soal keamanan di bandara. Pelayanan berjalan normal, aman, dan maksimal, tidak ada cancel dan delay karena keamanan,” tegas General Manager Bandara Juanda, Kolonel Heru Prasetyo.

Read more…

Jumat, 18 Mei 2018

Kalahkan Changi, Juanda Jadi Bandara Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Jakarta – Bandara Internasional Juanda Surabaya baru saja meraih prestasi bergengsi. Bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I ini dinobatkan oleh perusahaan analis penerbangan global Official Airline Guide (OAG) sebagai bandara paling tepat waktu selama bulan April 2018 di Asia Tenggara dengan jumlah lalu lintas di atas 1.000 penerbangan selama 1 bulan, mengalahkan Bandara Changi di Singapura.

Bandara Juanda dilaporkan berhasil mengungguli Bandara Changi, Singapura dengan tingkat OTP Bandara Juanda mencapai 95,5% dari 7.370 penerbangan sedangkan Bandara Changi hanya 87,1% dari 15.332 penerbangan. Tak hanya Bandara Juanda, ada juga bandara lain kelolaan PT AP I yang masuk peringkat 5 besar paling tepat waktu selama April 2018, yakni Bandara Internasional Lombok yang bertengger di peringkat ke-5.

“OTP merupakan salah satu tolok ukur layanan terpenting di industri penerbangan secara global. Hasil riset independen yang dilakukan oleh OAG pada bulan April lalu merupakan bukti keberhasilan Bandara Internasional Juanda dan Bandara Internasional Lombok dalam mendukung kegiatan operasional maskapai yang efektif dan tepat waktu,” ungkap Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Kamis (17/5), seperti dilansir Beritasatu.

Perhitungan tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP) didasarkan pada penerbangan yang mendarat (landing) atau lepas landas (take off) dalam waktu 14 menit dan 59 detik dari waktu yang dijadwalkan. Sedangkan penerbangan yang dibatalkan tidak dihitung.

Corporate Secretary AP I Israwadi menjelaskan bahwa survei yang dilakukan OAG dilakukan secara independen dan menurutnya konsultan mengambil data-data sekunder. “Hasil ini merupakan kinerja semua pihak selain dari kami sendiri, mulai dari maskapai, ground handling, hingga layanan navigasi [AirNav]. Dukungan stakeholders ini merupakan kunci OTP,” beber Israwadi.

Israwadi juga mengatakan, sistem yang telah terbentuk di Bandara Juanda dan Bandara Lombok dapat dijadikan contoh untuk bandara lainnya. Apalagi karena kini AP I mempunyai layanan Airport Operation Control Center (AOCC) untuk memaksimalkan layanan utilitas bandara. “AOCC mampu membantu pencapaian OTP, sehingga kapasitas, sumber daya bandara, dan ketersediaan slot time dapat digunakan secara efektif dan efisien,” ucapnya.

OAG sendiri merupakan lembaga analis terkemuka dalam industri penerbangan dengan database jadwal penerbangan yang dimiliki oleh lebih dari 900 maskapai dan 4.000 bandara di seluruh dunia.

Read more…