Rabu, 23 Januari 2019

Lion Air & Wings Air Resmi Terapkan Bagasi Berbayar, Ini Detail Tarifnya

Banjarmasin – Maskapai Lion Air dengan kode penerbangan JT dan Wings Air berkode penerbangan IW telah mulai menerapkan kebijakan bagasi berbayar sejak Selasa (22/1) kemarin. Penghapusan layanan bagasi gratis atau free baggage allowance (FBA) ini dilakukan untuk semua penerbangan rute domestik.

“Bersama ini diinformasikan bahwa efektif mulai 22 Januari 2019, Lion Air Group (JT, IW) resmi memberlakukan penghapusan kebijakan bagasi cuma-cuma atau FBA untuk seluruh rute domestik kepada penumpang,” demikian bunyi pernyataan resmi Lion Air, Selasa (22/1), seperti dilansir Tribunnews.

Para penumpang pesawat Lion Air dan Wings Air saat ini hanya memperoleh fasilitas gratis bagasi kabin dengan berat maksimal 7 kilogram (kg) dan 1 barang pribadi seperti tas laptop, tas jinjing, dan semacamnya. Adapun ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin yang diizinkan adalah 40 cm x 30 cm x 20 cm. Penumpang yang melebihi ketentuan tersebut akan dikenai biaya tambahan.

“Iya sudah tidak ada free bagasi,” tutur General Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama. Harga atau tarif bagasi Lion Air kini tergantung dari rute penerbangan yang dipilih. “Harga bagasi karena penerapannya baru pertama kali sehingga belum ada promo,” jelas Agung.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menambahkan jika pihak Lion Air telah mempersiapkan mesin electronic data capture (EDC) guna meminimalisir antrean di loket. “Kami juga mengimbau masyarakat agar sudah tiba di bandara lebih awal atau 120 menit sebelum keberangkatan,” ungkapnya.

Petugas Tiketing PT Lintas Barito Express, Mona juga mengaku jika pihaknya sudah memberlakukan bagasi berbayar terhadap pelanggan. “Sudah disosialisasikan kepada konsumen, ada yang sudah tahu terlebih dahulu, ada juga yang kaget mendengarnya. Tapi kebanyakan mereka sudah mengetahuinya,” kata Mona.

Sejak berlakunya bagasi berbayar, kata Mona konsumen di tempatnya mayoritas tidak membeli voucher bagasi. “Kebanyakan tidak beli, tapi ada juga yang beli. Konsumen yang membeli ini didominasi untuk bagasi lima kilogram dan 10 kilogram,” ucapnya.

Sebagai contoh, rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi dengan penerbangan lanjutan Jakarta-Surabaya, Surabaya-Banyuwangi memakai Lion Air dan Wings Air dikenai biaya Rp 125.000 untuk tambahan bagasi 5 kg. Danang menuturkan, calon penumpang bisa membeli bagasi di awal (prepaid baggage) dengan harga lebih murah, bersamaan dengan pembelian tiket atau maksimal 6 jam sebelum keberangkatan. “Dapatkan harga khusus dengan pembelian voucher prepaid baggage melalui agent portal, website Lion Air dan kantor penjualan Lion Air Group,” tutupnya.

Read more…

Selasa, 22 Januari 2019

Susul Garuda, Wings Air Kurangi Frekuensi Rute Surabaya-Jember

SURABAYA/JEMBER – Tidak hanya maskapai Garuda Indonesia yang mengurangi frekuensi penerbangan rute Surabaya-Jember. Wings Air juga melakukan langkah serupa, dengan menurunkan frekuensi penerbangan dari setiap hari menjadi empat hari dalam seminggu. Pengurangan frekuensi ini dilakukan sejak tanggal 12 Januari hingga 30 April 2019 mendatang.

Seperti dilansir Antara, pihak Wings Air melalui surat yang ditujukan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro di Jember, mereka menyampaikan pembatalan penerbangan untuk hari yang sama dengan Garuda Indonesia. Wings Air tidak beroperasi melayani rute Surabaya-Jember pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu sejak 12 Januari hingga 30 April 2019 karena kebijakan manajemen.

Sebelumnya, menurut pihak Garuda Indonesia, pengurangan frekuensi dilakukan karena kurangnya jumlah penumpang. Maskapai pelat merah ini sendiri hanya akan melayani rute Surabaya-Jember pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Sementara, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu tidak beroperasi karena hari itu dinilai sepi penumpang atau low season.

“Okupansi penumpang hanya berkisar 50 sampai 60 persen dari jumlah kursi yang tersedia sebanyak 70 kursi. Hal ini masih di bawah rata-rata ideal keterisian penumpang yang seharusnya di atas 60 persen, yakni minimal 45 kursi yang terisi untuk setiap kali penerbangan,” tutur Sales Manager Garuda Indonesia Wilayah Jember, Heru Joko Satria. “Pengurangan frekuensi penerbangan itu tidak hanya terjadi untuk rute Jember-Surabaya, tetapi skala nasional di beberapa daerah yang mengalami sepi penumpang.”

Ia melanjutkan bahwa puncak kepadatan penumpang atau peak season di Bandara Notohadinegoro, Jember terjadi pada pertengahan Desember hingga akhir Desember 2018. Hal itu didorong momentum Natal dan liburan akhir tahun. Namun, pada pekan pertama Januari 2019, mulai terjadi penurunan jumlah penumpang.

“Kabupaten Jember didominasi oleh penumpang yang memiliki kepentingan bisnis yang terbang dari Jakarta atau Surabaya menuju Jember dan sebaliknya,” sambung Heru. “Kami akan mengevaluasi frekuensi penerbangan itu pada akhir Januari 2019, apakah akan mengurangi atau menambah frekuensi dengan mempertimbangkan tinggi atau rendahnya permintaan masyarakat akan moda transportasi udara rute Jember-Surabaya.”

Read more…

Senin, 21 Januari 2019

Hujan Deras, Akses ke Bandara Juanda Dikepung Banjir

SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (20/1) sore hingga malam membuat genangan air yang tinggi di Jalan Raya Juanda. Akibatnya, lalu lintas di sekitar area Bandara Internasional Juanda hingga Senin (21/1) siang tersendat, yang membuat pihak kepolisian terpaksa mengalihkan kendaraan menuju sejumlah jalur alternatif atau lewat jalan tol.

Kendaraan menerobos banjir di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur - www.antarafoto.com


Seperti dilansir iNews, kemacetan panjang tampak mulai dari pintu keluar Terminal 2 Bandara Juanda hingga ke jalan utama akses menuju pusat Sidoarjo dan Kota Surabaya. Ketinggian genangan air di Jalan Raya Juanda sendiri masih cukup tinggi, ditaksir 30 cm sampai 40 cm, dengan titik banjir paling parah terjadi tepat di depan Hotel Utami Juanda, dengan ketinggian mencapai satu meter.

Sementara itu, menurut pantauan Tribun Jatim, genangan banjir lebih dalam terlihat di ruas Jalan Raya Juanda yang mengarah ke barat atau ke arah Aloha. Genangan juga terlihat di jalur ke arah timur atau arah Terminal 1 Bandara Juanda. Genangan di sisi kiri jalan bisa mencapai lebih dari 20 cm, sehingga semua kendaraan memilih berjalan di sisi kanan jalan dengan genangan lebih dangkal.

“Di sana tidak bisa dilintasi, sehingga kami alihkan kendaraan ke jalur-jalur kampung,” ujar petugas kepolisian dari Polresta Sidoarjo yang juga Perwira Pengendali Banjir Juanda, AKP Sugeng, Senin (21/1) pagi. “Selain untuk mengurangi kepadatan kendaraan, pengalihan arus ini juga bertujuan supaya tidak ada sepeda motor yang mogok. Sementara, untuk roda empat, sebagian besar diimbau lewat jalur tol.”

Meski banjir menutup akses jalan utama di Bandara Juanda, sejauh ini belum ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Seperti diketahui, selain masalah curah hujan yang tinggi, banjir ini juga akibat tidak lancarnya drainase di kawasan tersebut. “Kalau rumahnya di sekitar Sidoarjo, bisa tetap melintas. Hanya, imbauan petugas, tetap jaga jarak aman,” sambung AKP Sugeng.

Read more…

Minggu, 20 Januari 2019

Rute Penerbangan Garuda Indonesia Jember-Surabaya Kini Hanya 3 Kali Sepekan

Jember – Sejak bulan ini rupanya maskapai Garuda Indonesia sudah mulai mengurangi frekuensi atau jadwal penerbangan untuk rute Jember-Surabaya. Saat ini pesawat Garuda Indonesia tak lagi terbang setiap hari dari Bandara Notohadinegoro Jember ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, maupun sebaliknya.

Sejak bulan ini maskapai Garuda Indonesia sudah mulai mengurangi frekuensi 
atau jadwal penerbangan untuk rute Jember-Surabaya - kabarjatim.com


Dalam seminggu Garuda Indonesia menerbangi rute Jember-Surabaya pergi pulang (PP) hanya pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Menurut Sales Manager Garuda di Jember Heru Joko Satria, pengurangan frekuensi terbang ini dilakukan karena berkurangnya minat dari masyarakat. “Memang kondisinya kami sedang mengalami low demand. Ini mungkin dialami seluruh airlines di nusantara untuk penerbangan domestiknya,” ujar Heru di Jember, Jumat (18/1), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, pengurangan frekuensi penerbangan ini berbeda dari tahun 2018 lalu. “Tahun ini sangat low sekali. Nanti kami akan lakukan evaluasi hingga akhir Januari, melihat pertumbuhannya, apakah membaik. Nanti kami putuskan lagi secara global, penerbangan mana saja yang dikategorikan low demand. Kami menunggu keputusan head office,” terang Heru.

Tingkat keterisian atau okupansi penumpang Garuda Indonesia sekarang ini untuk rute Jember-Surabaya pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu mencapai 50-60% dari 70 kursi yang tersedia. “Masih di atas setengah. Tapi kalau kita ngomong business oriented, kan untuk break event point tidak masuk. Kami putuskan, kami orientasi bisnis, maka kami kurangi frekuensinya,” ucap Heru.

Menurutnya jumlah penumpang saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun 2018 okupansi penumpang Garuda Indonesia pada rute Jember-Surabaya masih mencapai 80-82%. Heru menduga jika penurunan jumlah penumpang pada Januari 2019 ini diakibatkan sejumlah faktor.

“Mungkin budget pemerintahan dan swasta (untuk perjalanan dinas) belum keluar, sehingga mobilisasi perjalanan masih menunggu. Tapi kok Januari tahun ini? Januari tahun kemarin kami tidak mengurangi frekuensi,” beber Heru.

Pengurangan frekuensi penerbangan ini rupanya bukan hanya dilakukan oleh Garuda Indonesia saja, tetapi juga terjadi pada skala nasional. “Bukan hanya Garuda. Setahu kami pihak Wings Air (yang juga memiliki rute penerbangan Jember-Surabaya) melakukan pengurangan frekuensi penerbangan di hari yang sama. Saya juga kaget kenapa Wings mengurangi penerbangan di hari yang sama. Mungkin ini memang low season skala nasional,” pungkasnya.

Read more…

Sabtu, 19 Januari 2019

Garuda Indonesia Terapkan Harga Tiket Pesawat Moderat di Jam-Jam Tertentu

Jakarta – Setelah masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 berlalu, maskapai nasional Garuda Indonesia mematok harga tiket pesawat yang lebih rendah dengan potongan hingga 50% dari tarif batas atas. Kebijakan ini diambil menyesuaikan dengan supply dan demand yang sedang berlaku.

“Pada jam tertentu, pada rute-rute tertentu dengan demand yang sudah mulai normal, Garuda Indonesia Group sudah menerapkan subclass harga moderat atau lebih rendah sesuai supply dan demand," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, Sabtu (12/1), seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Ikhsan menyebutkan beberapa rute penerbangan yang telah mulai menunjukkan demand atau permintaan di angka normal, misalnya rute penerbangan ke Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, dan sejumlah destinasi lainnya. Pada jam-jam penerbangan tertentu, pihak Garuda Indonesia telah menerapkan harga moderat atau lebih rendah dengan potongan mencapai 50% setelah sebelumnya membanderol tiket sesuai tarif batas atas.

Untuk memperoleh tiket pesawat Garuda Indonesia dengan harga terbaik ini, para calon penumpang bisa mengunjungi situs resmi Garuda Indonesia Group atau web online travel agent (OTA) guna melakukan transaksi pembelian tiket.

“Harga tiket penerbangan pada jam tertentu pada rute-rute tersebut variatif dari harga terendah hingga tertinggi. Penerapan harga sesuai supply dan demand tersebut perlu dilakukan oleh maskapai untuk memaksimalkan tingkat isian pesawat dan memaksimalkan revenue di tengah cost penerbangan yang semakin meningkat,” papar Ikhsan.

Tak cukup sampai di situ, sebagai bagian dari keberpihakan Garuda Indonesia pada rakyat, Garuda Indonesia pun mempunyai program pemberian potongan harga atau diskon khusus untuk penumpang dari kalangan veteran, manula, dan juga pelajar. “Garuda Indonesia memberlakukan potongan harga hingga 25 persen bagi penumpang manula, veteran dan pelajar tersebut melalui program promo khusus maskapai,” jelasnya.

Pihak Garuda Indonesia pun kini tengah membahas program pemberian potongan harga tiket pesawat untuk para penjaga perbatasan dan juga guru yang ada di pedalaman, sebagai wujud apresiasi Garuda Indonesia terhadap dedikasi mereka terhadap bangsa dan negara.

Read more…

Jumat, 18 Januari 2019

Tiket Pesawat Mulai Turun, Harga Tiket Pesawat Banjarmasin-Surabaya Kini Rp 660 Ribu

Banjarmasin – Setelah sempat menginjak angka Rp 1 jutaan untuk harga termurahnya, kini harga tiket pesawat untuk seluruh tujuan domestik mulai beranjak turun. Walaupun penurunannya tak terlalu signifikan, namun para pengguna jasa rupanya merespons positif terhadap penurunan harga tiket pesawat ke berbagai rute dalam negeri tersebut.

Menurut salah seorang warga Banjarmasin bernama Sutarna, ia sering membeli tiket pesawat untuk kepentingan dinas, oleh sebab itu ia mengharapkan tarif tiket bisa kembali normal. “Tentu sangat senang harga turun, tapi ya tidak terlalu berpengaruh karena harganya kan bisa naik turun tergantung tanggal, kalau kami harus berangkat tanggal tertentu dan saat lagi naik harganya, apa boleh buat,” jelas Sutarna, Senin (14/1), seperti dilansir Tribunnews.

Misalnya saja pada rute penerbangan Banjarmasin menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya, harga tiket maskapai Lion Air yang sehari sebelumnya mencapai Rp 852 ribu, kemudian turun jadi Rp 660 ribu saja. Lalu pada rute Banjarmasin-Surabaya yang dilayani Citilink sebelumnya Rp 1,2 juta, turun jadi Rp 825 ribu, sedangkan untuk maskapai Garuda Indonesia masih berkisar Rp 3 jutaan.

Petugas tiketing PT Lintas Barito Express, Lili menjelaskan bahwa penurunan harga tiket telah berlangsung sejak Minggu (14/1) malam. “Ada pelanggan yang mengabarkan tentang penurunan harga, langsung saya cek dan ternyata benar. Informasi lainnya dari beberapa sumber online, penurunan bakal terjadi 60 persen namun secara bertahap. Dan malam itu juga ada calon penumpang yang pesan tiket ke saya,” ucap Lili.

Petugas lainnya bernama Sari menambahkan jika penurunan tarif ini masih belum stabil. “Sejauh ini turunnya masih belum stabil, memang ada beberapa yang turun tapi bisa kembali lagi ke harga yang mahal seperti awal tahun kemarin,” ucapnya.

Terkait penurunan harga tiket, General Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama juga membenarkan hal tersebut berdasar hasil persetujuan dengan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia atau INACA. “Kami lagi bertahap untuk penurunan harga, bisa di cek rute tujuan domestik rata-rata sudah turun, rute Banjarmasin-Surabaya menjadi Rp 660.000,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penerapan bagasi berbayar Lion Air, Agung mengatakan jika pihaknya pun akan segera memberlakukan peraturan terbaru di Banjarmasin. “Ketentuan bagasi berbayar informasi sementara dari manajemen akan tetap diterapkan pada 16 Januari 2019. Harga bagasi pun sudah kami turunkan juga tarifnya,” paparnya.

Read more…