Kamis, 18 Juli 2019

Angkasa Pura I Telah Berangkatkan 10.810 Jemaah Haji dari 6 Bandara

Jakarta – Pada angkutan haji 2019 periode 6-9 Juli 2019, tercatat sudah 10.810 calon jemaah haji yang diberangkatkan melalui 26 kelompok terbang (kloter) melalui 6 bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I.

Dalam musim pelaksanaan ibadah haji tahun ini, PT AP I menyiapkan 6 bandara sebagai embarkasi haji, antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

“Selama periode 6 hingga 9 Juli, 6 bandara yang menjadi embarkasi haji yang kami kelola telah melayani sebanyak 10.810 Calon Jemaah Haji melalui 26 kloter. Bandara Juanda Surabaya tercatat menjadi yang terbanyak memberangkatkan jemaah dengan total 4.469 Calon Jemaah Haji, melalui 10 kloter disusul oleh Bandara Adi Soemarmo Surakarta dengan 2.867 Calon Jemaah Haji melalui 8 kloter,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, seperti dilansir Rakyat Merdeka.

Kemudian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada periode yang sama telah memberangkatkan 1.812 calon jemaah haji lewat 4 kloter keberangkatan. Bandara Internasional Lombok sebanyak 1.344 calon jemaah haji melalui 3 kloter, dan Bandara Syamsudin Noor sebanyak 318 calon jemaah haji melalui 1 kloter keberangkatan. “Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan baru akan memberangkatkan Calon Jemaah Haji pada 18 Juli hingga 5 Agustus 2019,” sambung Faik.

Tahun 2019 ini Indonesia memperoleh kuota haji nasional sebanyak 231 ribu orang setelah memperoleh tambahan 10.000 orang kuota haji dari pemerintah Arab Saudi dari sebelumnya yang hanya 221 ribu orang kuta haji. Gelombang keberangkatannya pun terbagi menjadi dua, yakni gelombang I pada 7-19 Juli 2019 dan gelombang II pada 20 Juli – 5 Agustus 2019.

Sementara itu, jumlah keseluruhan kloter haji yang dilayani 6 bandara AP I mencapai 262 kloter, di mana Bandara Juanda melayani 85 kloter, Bandara Sultan Hasanuddin 40 kloter, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan 15 kloter, Bandara Lombok Praya 11 kloter, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin 19 kloter, dan Bandara Adi Soemarmo Solo 97 kloter.

Akan tetapi, pada (9/7) lalu terdapat 65 jemaah yang batal terbang. Jumlah jemaah batal terbang paling banyak di Bandara Juanda, yakni 31 orang karena sakit, belum vaksin, manifest kosong, hamil, wafat, dan membatalkan diri.

Read more…

Rabu, 17 Juli 2019

PT Angkasa Pura I Baru Serap 40% Belanja Modal dari Alokasi Rp 17,5 Triliun

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I mengumumkan bahwa angka belanja modal sejauh ini baru mencapai 30-40% atau sekitar Rp 7 triliun dari total alokasi investasi tahun ini sebesar Rp 17,5 triliun. BUMN pengelola bandar udara ini memiliki target untuk menyerap seluruh alokasi belanja modal pada akhir tahun 2019 ini.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menjelaskan bahwa pada beberapa tahun terakhir pihaknya tengah menggenjot pembangunan dan pengembangan bandara. “[Serapan] saat ini mungkin sekitar 30 persen-40 persen. Namun, saya memastikan tahun ini bisa terealisasi Rp 17,5 triliun secara efektif,” kata Faik, Senin (15/7), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Faik menuturkan jika pihaknya kini tengah mengerjakan penyelesaian pembangunan sejumlah proyek seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, finalisasi proyek Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin yang akan diresmikan Oktober 2019, persiapan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Terminal 1 Bandara Juanda di Surabaya.

Di samping itu, pihak AP I juga tengah menanti izin reklamasi terkait perpanjangan landasan pacu (runway) di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali. Dari total kebutuhan sebanyak 47 hekatare, baru sekitar 35 hektare yang telah mendapatkan izin. Proyek revitalisasi Bandara Sam Ratulangi di Manado pun turut berkontribusi dalam penyerapan investasi. Rencananya, kapasitas Bandara Sam Ratulangi akan ditingkatkan hingga 2 kali lipat.

“Tahun ini saya ingin memastikan alokasi belanja modal Rp 17,5 triliun itu bisa terealisasi secara efektif. Ini juga menjadi salah satu KPI (Key Performance Indicator) kita di mana diharapkan terserap seluruhnya,” beber Faik.

AP I pun menggaet sejumlah instansi terkait seperti Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP). Hal ini dilakukan karena AP I tengah melaksanakan kegiatan investasi yang dalam 2 tahun terakhir ini memiliki nilai cukup besar, yaitu Rp 18,8 triliun pada 2018 dan Rp 17,5 triliun pada 2019.

“Dalam dua tahun terakhir ini investasi kita meningkat signifikan karena kalau yang lalu tidak lebih dari Rp 6 triliun dan realisasinya di bawah Rp 5 triliun. Salah satu evaluasi kita kenapa tidak cukup agresif adalah karena ada rasa ketakutan dalam proses kegiatan investasi terkait masalah hukum dan sebagainya. Karena itu kami ingin pembangunan dengan cepat tapi aman,” ucap Faik.

Read more…

Selasa, 16 Juli 2019

Incar Laba, Sriwijaya Buka Rute Surabaya-Medan & Surabaya-Samarinda

JAKARTA – Dalam rangkai efisiensi perusahaan, maskapai Sriwijaya Air telah menutup enam rute penerbangan mereka yang dianggap tidak menguntungkan. Sebagai gantinya, maskapai ini akan membuka rute-rute baru untuk memperbaiki kinerja keuangan, seperti Medan-Surabaya, Manado-Sorong, dan Surabaya-Samarinda.

“Ada beberapa mungkin sekitar lima sampai enam rute yang kami pangkas,” papar Direktur Komersial Sriwijaya Air, Joseph Dajoe K. Tendean. “Beberapa rute yang sudah ditutup di antaranya Jakarta-Banyuwangi dan Merauke-Nabire. Kami ganti dengan rute seperti Medan-Surabaya, Jakarta-Manado-Sorong, dan Surabaya-Samarinda.”

Pada tahun 2019 ini, dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), Sriwijaya Air menargetkan dapat mencetak laba sebesar Rp300 miliar setelah pada tahun sebelumnya merugi Rp1,2 triliun. Beberapa upaya yang dilakukan perseroan dalam membalikkan kinerja keuangan supaya sehat kembali dengan efisiensi penutupan rute-rute sepi serta membuka rute baru yang ramai serta meminimalkan perjanjian kerja sama yang tidak menguntungkan.

“Perbaikan produksi, rute-rute yang rugi kami tutup, rute yang untung kami buka, kami tambah,” sambung Joseph. “Kami akan melakukan efisiensi, kami tutup kebocoran-kebocoran, deal-deal yang tidak benar, kami bereskan. Karena, itu kan bikin rugi perusahaan. Kalau itu dihilangkan, akan meningkatkan revenue.”

Meski demikian, Joseph mengaku pihaknya saat ini belum memikirkan tentang penurunan harga tiket pesawat terbang demi bersaing dengan maskapai penerbangan berbiaya murah atau LCC (low cost carrier). Kebijakan tersebut diambil lantaran saat ini masih dalam masa peak season karena masa libur anak sekolah baru saja berakhir.

Jika sudah memasuki masa low season, Sriwijaya Air membuka peluang untuk menurunkan harga tiket pesawat mereka. Mengacu pada Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah, penurunan harga tiket pesawat bisa berkisar antara 15 persen hingga 20 persen. “Kalau season sedikit turun, kami cari cara supaya pesawat diisi. Tetap ada strategi untuk menurunkan sedikit harga agar bisa mencapai target,” tutup Joseph.

Read more…

Senin, 15 Juli 2019

Cegah Kebakaran, Bandara Juanda Kembali Gelar Program ‘Mlipir Kampung’

SURABAYA – Sebagai upaya untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di sekitar bandara, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda menggelar program tahunan ‘fire prevention and protection’. Mengusung tema ‘Mlipir Kampung’, kegiatan ini dilakukan pada tanggal 4 Juli, 11 Juli, dan 18 Juli 2019.



Dilansir dari situs resmi PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, kegiatan fire prevention and protection biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Namun, untuk edisi tahun ini, agenda dilakukan tiga kali, yakni tanggal 4 Juli di Kelurahan Sedati Gede, tanggal 11 Juli masih di lokasi yang sama, serta tanggal 18 Juli di Kelurahan Semampir.

“Saya bersama tim ARFF mengucapkan terima kasih sudah diterima di Kelurahan Sedati Gede untuk memberikan pengarahan dan praktik pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang biasanya disebabkan oleh kompor dan sampah-sampah yang biasanya dibakar di depan rumah,” ujar Airport Rescue and Fire Fighting Section Head, Isimaruni. “Kami mengimbau agar pencegahan dan penanggulangan kebakaran dilakukan secara bersama-sama, mengingat daerah sekitar bandara merupakan bagian dari operasional bandara yang mengedepankan keamanan dan keselamatan.”

Sementara itu, Lurah Sedati, Khusari, menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diberikan kesempatan agar masyarakat memahami penanggulangan dini kebakaran. Dirinya pun berjanji bahwa masyarakat di kelurahan tersebut akan menjaga agar tidak terjadi bahaya kebakaran di wilayah sekitar bandara karena daerah itu merupakan ring satu daerah bandara.

Pada tahun 2018 lalu, kegiatan serupa juga telah dilakukan PT Angkasa Pura I Bandara Juanda. Pada Juli 2018, acara sosialisasi ini diadakan di Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning. Personel ARFF Bandara Juanda berupaya mengedukasi masyarakat di Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning terkait bahaya api dan bagaimana cara mengatasinya.

“Kegiatan tersebut sangat penting karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan,” kata Isimaruni kala itu. “Dalam 2 bulan terakhir, tercatat ada 9 kali laporan adanya asap yang mengganggu penerbang dalam proses landing, dan juga kita ketahui bahwa musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober nanti.”

Read more…

Minggu, 14 Juli 2019

Alasan Ketidaksiapan Sistem, Harga Tiket Lion Air Masih Belum Diskon

Jakarta – Meski pemerintah sudah mengimbau agar sejumlah maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) menurunkan harga tiket pesawatnya sebesar 50% dari Tarif Batas Atas sejak Kamis (11/7) lalu, rupanya Lion Air justru mengaku belum bisa menerapkannya karena alasan ketidaksiapan sistem.



Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan bahwa Lion Air meminta tenggat waktu sampai pekan depan untuk menyiapkan sistem reservasi tiket murah pada 146 penerbangan. “Terkait dengan pelaksanaan kebijakan (diskon) ini yang dimulai kemarin terus terang masih belum berjalan ideal di dalam pelaksanaannya,” ujar Susiwijono di Jakarta, Jumat (12/7), seperti dilansir CNNIndonesia.

Karena masih menyiapkan sistem reservasi, tak heran jika sampai saat ini harga tiket pesawat Lion Air masih mengacu pada harga normal. Akan tetapi Lion Air telah berjanji untuk merampungkan sistem reservasi secepatnya. “Mereka minta kami. Janji ke kami, nanti hari Kamis depan mereka akan mulai menyesuaikan sistemnya dengan mengakomodasi kebijakan yang terbaru ini,” bebernya.

Berbeda dengan Lion Air, Citilink justru menjadi maskapai yang paling siap menerapkan diskon tiket pada happy hour tersebut. Adapun jumlah penerbangan yang didiskon lebih sedikit dari total 62 penerbangan yang memperoleh potongan harga. Pasalnya kursi penerbangan lainnya telah habis karena rata-rata pemesanan tiket telah dilakukan sejak sebulan sebelumnya. “Banyak sekali penerbangan yang sudah penuh. Terutama minggu ini kan minggu akhir liburan sekolah,” beber Susiwijono.

Kebijakan penurunan tiket pesawat disebut masih belum berjalan ideal karena masalah sistem reservasi tiket. Lion Air masih memetakan sistem reservasi tiket yang tepat, sedangkan Citilink menerapkan pola sub kelas dengan menempatkan kode khusus untuk tiket murah, yaitu BCLN. Kode tersebut memungkinkan penumpang tercepat memperoleh potongan harga sampai alokasi kursi terpenuhi. “Sistem yang ada sekarang first come, first served. Yang terisi duluan kalau mau ya cepet-cepetan,” katanya.

Susiwijono juga menuturkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi efektivitas kebijakan diskon tersebut bulan depan. Dalam evaluasi itu juga akan dibahas kemungkinan pemberian diskon untuk rute yang tidak ada pada periode happy hour. “Kami akan lihat apakah kebijakan ini efektif mendorong peningkatan industri penerbangan, jumlah penumpang dan sebagainya apakah memerlukan kebijakan yang lain,” pungkasnya.

Read more…

Sabtu, 13 Juli 2019

Baru Didiskon, Tiket Pesawat Murah Citilink Habis Dalam Waktu 3 Jam

Jakarta – Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) mulai menurunkan harga tiket pesawatnya sebesar 50% dari tarif batas atas (TBA), sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan program diskon tersebut juga disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti, sejak dijual dari 11 Juli 2019, rupanya saat ini kuota tiket murah tersebut telah habis terjual.

Seperti diketahui, tiket murah tersebut berlaku pada happy hour, yakni pukul 10.00 hingga jam 14.00 waktu setempat, tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Vice President Corporate Secretary dan CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina menuturkan bahwa tiket pesawat murah ludes terjual hanya dalam waktu 3 jam.

“Jam dua dini hari, Kamis (11/7), rute favorit, seperti ke Yogyakarta dan Batam sudah habis. Sedangkan, jam tiga sudah habis seluruhnya. Jangankan penerbangan tanggal 20 Juli 2019 (Sabtu), untuk tanggal 30 Juli (Selasa) saja sudah naik. Berarti sudah habis yang dijual 50 persen dari TBA,” ungkap Resty, Kamis (11/7), seperti dilansir Republika.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menuturkan, Citilink mengalokasikan 3.348 kursi dengan 62 penerbangan tiap hari untuk mematuhi peraturan pemerintah menjual tiket pesawat dengan harga lebih rendah 50% dari TBA. Juliandra menuturkan, sejumlah rute yang telah dipangkas harganya antara lain meliputi rute Jakarta-Medan, Jakarta-Yogyakarta, Makassar-Surabaya, Jakarta-Denpasar, Balikpapan-Denpasar, Surabaya-Banjarmasin, dan Jakarta-Solo.

Menurut penelusuran Republika di situs Traveloka pada Kamis pagi, harga tiket untuk penerbangan jadwal pukul 10.00-14.00 WIB tak ada yang dibanderol 50% dari TBA. Adapun untuk Selasa (16/7) pukul 12.25 WIB, tiket Citilink rute Jakarta-Medan telah dijual seharga Rp 1,7 juta. Padahal jika tiket diskon masih tersedia, seharusnya rute tersebut dapat dibanderol sekitar Rp 750 ribu saja.

Sejauh ini yang menerapkan diskon tersebut baru maskapai Citilink, sedangkan untuk maskapai Lion Air kabarnya masih belum menerapkan diskon tiket 50% secara penuh dengan alasan ketidaksiapan sistem. Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan jika Lion Air meminta tenggat waktu sampai pekan depan untuk menyiapkan sistem reservasi tiket murah pada 146 penerbangan. “Lion Air masih meminta waktu hingga Kamis pekan depan,” ucapnya.

Read more…