Jumat, 14 Desember 2018

Bandara Juanda Promosi Budaya Jatim Lewat Suguhan Tarian Tradisional di Terminal 1

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu tempat yang paling gencar mempromosikan kebudayaan Jawa Timur, mulai dari kesenian tari tradisional, legenda dan cerita rakyat, sampai kebudayaan khas daerah. Kini giliran Kabupaten Ponorogo dan Lamongan yang mempromosikan budaya khas mereka.

Sebelumnya promosi budaya kerap dilaksanakan di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda yang lebih banyak digunakan mobilitas wisatawan mancanegara. Kini promosi budaya juga dilakukan di Terminal 1 Juanda. Pihak PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Jatim untuk mempromosikan budaya khas daerah di lantai dasar dekat pusat informasi.

Setidaknya ada 5 perwakilan dari Disbudpar Lamongan yang menyuguhkan tarian tradisional. Salah satu tarian yang ditampilkan adalah tari parengan persembahan. Sekda Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasinya terhadap PT AP I yang telah memberi tempat untuk promosi budaya di seluruh terminal. Dengan demikian, masyarakat luas dapat menikmati sajian tarian tradisional tersebut. “Mereka yang awalnya tidak kenal akhirnya tahu tarian asli Jawa Timur,” ujar Yuhronur, seperti dilansir JPNN.

Pagelaran tari tradisional dari Kabupaten Lamongan itu adalah inisiatif dari PT AP I selaku pihak yang mengundang Disbudpar. Di samping itu, AP I selaku pengelola Bandara Juanda juga mengundang sejumlah daerah lain untuk tampil memamerkan budaya khas mereka di terminal tersebut. Mereka menampilkan tarian daerah masing-masing.

“Promosi budaya di bandara sangat efektif. Setiap hari banyak orang yang datang dan pergi melalui bandara tersebut. Itu momen perkenalan yang paling tepat,” ungkap Yuhronur.

Salah satu calon penumpang di Terminal 1 Bandara Juanda bernama Khumaidi mengaku sangat terhibur dengan sajian tari tradisional tersebut. Pertunjukan tari dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan sekaligus menjadi hiburan bagi para pengguna jasa yang sedang menanti jadwal keberangkatan pesawat. “Lumayan buat hiburan meski saya tak paham nama dan asal tarian itu,” paparnya.

Sementara itu, di T2 Juanda promosi dilakukan dalam wujud diorama. Ada patung yang sengaja dihadirkan untuk menggambarkan kebudayaan khas daerah. Patung itu diletakkan di dekat pintu masuk penumpang. Ada beberapa budaya daerah yang disuguhkan, misalnya reog dari Ponorogo dan karapan sapi dari Madura. Demi meningkatkan pelayanan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru, Bandara Juanda juga akan beroperasi selama 24 jam penuh.

Read more…

Kamis, 13 Desember 2018

Selama Libur Natal & Tahun Baru, Bandara Juanda Bakal Buka 24 Jam

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda memperkirakan kenaikan pergerakan pesawat mencapai 7%, sedangkan untuk volume penumpang diperkirakan naik hingga 9%.

“Dibandingkan dengan masa Nataru tahun lalu, kami prediksi tahun ini pergerakan pesawat tumbuh 7 persen dan penumpang sebesar 9 persen,” kata Heru Prasetyo, General Manager Bandar Udara Juanda Surabaya, Selasa (11/12), seperti dilansir Detik.

Berdasarkan data tahun 2017/2018, total pergerakan pesawat mencapai 9.963 kali dan 1,4 juta penumpang. Untuk tahun ini kenaikannya diperkirakan mencapai 10.660 kali pergerakan pesawat dan 1.526.000 penumpang.

Demi mengantisipasi hal tersebut, pihak Bandara Juanda pun menerima pengajuan penerbangan tambahan dari beberapa maskapai domestik seperti Sriwijaya Air, Citilink, Nam Air, Garuda dan Lion Air untuk tujuan Denpasar dan Lombok. “Ada 45.360 kursi tambahan atau 244 penerbangan tambahan, baik kedatangan dan keberangkatan dari Bandara Internasional Juanda, mulai dari tanggal 20 Desember sampai dengan 6 Januari,” beber Heru.

Untuk memastikan kelancaran masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru), pihak Bandara Juanda pun akan mempersiapkan 2 lokasi posko terpadu selama libur Nataru, baik di Terminal 1 dan Terminal 2. Posko terpadu tersebut akan dioperasikan selama 24 jam demi mendukung kelancaran arus mudik selama libur akhir tahun. “Seluruh personel dan fasilitas di Bandar Udara Internasional Juanda siap dan disiagakan selama 24 jam pada tanggal tersebut,” tegas Heru.

Karena Bandara Juanda akan beroperasi selama 24 jam selama masa liburan Natal dan Tahun Baru, maka pengerjaan proyek di Bandara Juanda pun akan dihentikan sementara sampai musim liburan selesai. Bandara Juanda sendiri memperkirakan jika puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru akan berlangsung pada hari Sabtu, 22 Desember 2018. Sedangkan puncak arus baliknya diprediksi terjadi pada hari Kamis, 3 Januari 2019 mendatang.

Read more…

Rabu, 12 Desember 2018

Landasan Pacu Bandara Juanda Ambles, Pesawat Lion Air Sempat Tunda Penerbangan

Jakarta – Landasan pacu atau taxiway di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur ambles ketika dilewati oleh pesawat Lion Air JT316 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kejadian ini berlangsung pada Senin (10/12) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo, pesawat mengalami masalah karena landasan pacu yang amblas ketika berada di taxiway Bandara Juanda. “Notam dari Airnav pukul 17.15 WIB sampai dengan 21.10 WIB, tetapi pada pukul 19.00 WIB perbaikan sudah selesai,” kata Yuristo, Senin (10/12), seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan bahwa pesawat dengan nomor registrasi PK-LGQ itu akhirnya berhasil dipindahkan kembali ke Apron B untuk menjalani pengecekan dan pemeliharaan. “Sejumlah 169 penumpang dalam penerbangan tersebut menunggu kembali di terminal keberangkatan. Rencananya pihak Lion Air akan memberangkatkan para penumpang menggunakan pesawat lain dan tercatat, 8 orang diantaranya memutuskan membatalkan penerbangan menuju Banjarmasin tersebut,” ucap Yuristo.

Meski sempat bermasalah, seluruh operasional penerbangan di Bandara Juanda kabarnya tetap berlangsung normal. Taxiway yang amblas tersebut sementara ditutup untuk menjalani perbaikan. “Untuk kelancaran operasional, pesawat yang akan berangkat menggunakan taxiway lain,” beber Yuristo.

Menurut Yuristo, pihak PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda akan menginvestigasi lebih lanjut penyebab pasti kejadian tersebut. Di samping itu, pihak Bandara Juanda juga tengah berkonsentrasi untuk melakukan perbaikan di lokasi kejadian. “Hal itu dilakukan agar dapat segera digunakan untuk mendukung kelancaran operasional,” ucap Yuristo.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan jika penerbangan JT-316 sudah dipersiapkan dengan baik dan akan berangkat menggunakan pesawat Boeing 737-900ER. Pesawat itu juga sudah menjalani proses pemeriksaan sebelum dioperasikan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight).

Akan tetapi saat pesawat menuju landasan pacu atau runway, pesawat tiba-tiba tidak dapat bergerak (stuck). Padahal kinerja pesawat dan indikator menunjukkan status normal. “Oleh karena itu, guna memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan, pilot memutuskan menunda keberangkatan dan segera menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) serta teknisi untuk melakukan pengecekan,” paparnya.

Read more…

Selasa, 11 Desember 2018

Libur Nataru, Bandara Juanda Terima 328 Pengajuan Extra Flight

SURABAYA – Libur Natal dan Tahun Baru kali ini bakal menjadi akhir tahun yang sibuk untuk Bandara Internasional Juanda. Pasalnya, pelabuhan udara yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut telah menerima total 328 pengajuan penerbangan tambahan atau extra flight dari beberapa maskapai domestik, dengan rute terbanyak Surabaya-Denpasar dan Surabaya-Lombok.

“Tambahan penerbangan itu berlangsung sejak tanggal 13 Desember 2018 sampai dengan 14 Januari 2019,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Heru Prasetyo, dilansir Antara. “Tambahan penerbangan yang paling banyak diajukan oleh maskapai adalah rute Surabaya-Denpasar dan juga Surabaya-Lombok, karena memang dua rute tersebut yang cukup diminati saat liburan Natal dan Tahun Baru.”

Hingga saat ini, Bandara Juanda telah menerima usulan penerbangan tambahan dari lima maskapai domestik, yaitu Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, dan Lion Air, dengan tujuan utama ke Denpasar dan Lombok. Ada 45.360 kursi tambahan atau 244 penerbangan tambahan, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan, mulai 20 Desember hingga 6 Januari.

Heru melanjutkan, PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Juanda akan berusaha untuk menyukseskan kelancaran penerbangan serta meningkatkan pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan banyak pihak yang terlibat dalam Posko Terpadu, seperti Kantor Otoritas Bandara, AIRNAV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI/Polri, airlines, ground handling, BASARNAS, dan CIQ.

“Untuk pelaksanaan Natal dan Tahun Baru ini, perusahaan juga mendirikan Posko Terpadu yang bisa digunakan untuk membantu masyarakat selama melaksanakan liburan mereka,” sambung Heru. “Kami akan menyelenggarakan Posko Angkutan Udara Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 selama delapan belas hari, mulai tanggal 20 Desember sampai 6 Januari mendatang.”

Para maskapai memang selalu memanfaatkan momen libur panjang Natal dan Tahun Baru untuk menjaring penumpang sebanyak-banyaknya. Terlebih karena perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini bersamaan dengan libur sekolah. Untuk tahun ini, jumlah penumpang di Bandara Juanda diprediksi akan meningkat 9 persen dibandingkan libur akhir tahun 2017 kemarin.

Read more…

Senin, 10 Desember 2018

Garuda Terbang Jakarta-Surabaya PP dengan Layanan Bernuansa Klasik

JAKARTA/SURABAYA – Bagi Anda yang bepergian rute Jakarta-Surabaya dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, siap-siap untuk kembali ke tempo dulu. Pasalnya, maskapai pelat merah tersebut menghadirkan nuansa vintage untuk rute Jakarta-Surabaya PP via Bandara Internasional Juanda. Suasana serupa juga ditemukan pada rute Jakarta-Balikpapan dan Jakarta-Singapura PP.

Suasana Maskapai Garuda indonesia yang bernuansa Vintage - travel.detik.com

Bertajuk Garuda Indonesia Vintage Flight Experience, penerbangan bernuansa klasik ini resmi dioperasikan Garuda Indonesia pada Jumat (7/12) kemarin untuk rute Jakarta-Surabaya. Pengoperasian penerbangan bernuansa klasik ini adalah sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT ke-70 perusahaan pada tahun 2019 mendatang, sekaligus sebagai upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan dan pengalaman penerbangan kepada para pengguna jasa.

“Penerbangan ini merupakan salah satu rangkaian menyambut HUT ke-70 Garuda Indonesia pada tahun 2019, karena itu kami menghadirkan penerbangan dengan desain livery pesawat hingga seragam pramugari pada era 70-an,” ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, dilansir Kompas. “Layanan ini merupakan wujud untuk menghadirkan hal-hal baik di masa lampau, dengan diberi sentuhan kekinian yang lebih segar dan inovatif sehingga generasi sekarang bisa merasakan kebaikan tersebut.”

Dalam layanan bernuansa vintage tersebut, brand livery pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800NG dicat bertemakan Garuda Indonesia Classic Brand. Kemudian, pada para pramugari mengenakan seragam berwarna krem dengan rok oranye (warna khas Garuda sebelum biru-putih), sedangkan Flight Service Manager mengenakan seragam yang keseluruhan berwarna oranye.

“Dalam penerbangan perdana rute Jakarta-Surabaya dengan nomor penerbangan GA-304, tingkat okupansi penumpang mencapai angka 100 persen,” papar Direktur Operasional Garuda Indonesia, Captain Bambang Adisurya Angkasa. “Hal tersebut menandakan bahwa respon masyarakat yang sangat baik atas konsep New Flight Experience yang saat ini diperkenalkan Garuda Indonesia melalui kehadiran vintage flight tersebut.”

Tidak hanya itu, nuansa klasik juga diterjemahkan melalui pengoperasian armada pesawat yang diberikan sentuhan warna oranye pada kursi penumpang, serasi dengan warna seragam pramugari. Selain mendapatkan makanan seperti biasanya, para penumpang juga disuguhkan dengan roti Bloeder yang merupakan kudapan klasik khas Madiun di era 1980-an. Penerbangan nuansa jadul ini akan dioperasikan Garuda mulai tanggal 7 sampai 17 Desember mendatang.

Read more…

Minggu, 09 Desember 2018

Juanda Sabet Penghargaan Bandara Terbaik dalam Bandara Awards 2018

Jakarta – Dalam ajang Bandara Awards 2018 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bekerja sama dengan Majalah Bandara, rupanya Bandara Internasional Juanda berhasil menyabet penghargaan sebagai salah satu Bandara Terbaik yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I.

Pemandangan di Bandara Juanda Sidoarjo - tribunnews.com

Penghargaan ini didapatkan melalui survei yang dilaksanakan terhadap 105 bandara, mulai dari Sabang sampai Merauke mulai bulan April sampai Oktober 2018. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa ajang semacam Bandara Awards 2018 ini sengaja diadakan untuk memberi reward supaya para pengelola bandar udara dapat bersaing secara sehat dan mengutamakan pelayanan terbaik pada para pengguna jasa tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan.

“Kami sebagai regulator, terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelola bandara yang ada di seluruh Indonesia. Hal itu bertujuan untuk selalu menjaga dan meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan. Untuk itu peran serta masyarakat dan media juga dibutuhkan untuk memberikan tanggapan dan saran. Sehingga ke depannya dapat menjadi perbaikan atas semua aspek pelayanan dan operasional Bandara,” kata Budi Karya, Sabtu (8/12), seperti dilansir Kompas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menambahkan, para pemenang dalam ajang tersebut diharapkan tak hanya berpuas diri dan bersedia untuk lebih meningkatkan pelayanannya lagi. “Kami harapkan tidak berpuas sampai di sini, harus terus bersaing dan meningkatkan kualitas layanan dan mengelola bandara dengan lebih baik lagi,” bebernya.

“Survei tahun ini mulai bulan April hingga Oktober 2018, dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh penumpang pesawat di 105 bandara,” imbuh Chairman Bandara Indonesia Group Erwin Nurdin. Hasil survei yang diisi oleh para pengguna jasa itulah yang kemudian dijadikan acuan oleh para dewan juri untuk menentukan bandara mana saja yang layak mendapatkan penghargaan.

Adapun untuk penghargaan kategori bandara terbaik di PT Angkasa Pura (AP) I diberikan pada Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS), Bali (Juara 1), Bandara S.A Muhammad Sulaiman (BPN), Balikpapan (Juara 2), Bandara Ahmad Yani (SRG), Semarang (Juara 3) Bandara Juanda (SUB), Surabaya, dan Bandara Adisutjipto (JOG), Yogyakarta.

Read more…